Ratusan ayam di Siabu mati mendadak

PANYABUNGAN – Dalam kurun waktu satu minggu terakhir ratusan ayam milik masyarakat di Kecamatan Siabu mati mendadak terutama di Desa Bonan Dolok dan Desa Tangga Bosi Kecamatan Siabu Kabupaten Mandailing Natal.

Salah seorang pemilik ayam, Jamal ,38, warga Desa Bonan Dolok mengatakan, dalam kurun waktu satu minggu terakhir ini sudah lebih dari 60 ekor ayamnya yang mati mendadak.

“Sore harinya kita masih memasukkan ayam ke dalam kandangnya, namun pagi harinya ayam sudah mati, karena khawatir penyebab matinya ayam ini akibat flu burung kita segera melapor ke instansi terkait “ katanya.

Kepala Desa Bonan Dolok, Kecamatan Siabu Arham Rangkuti yang dihubungi mengatakan, pihaknya benar telah mendapatkan laporan di desanya sekira 500 lebih ekor ayam yang mati mendadak. “Laporan ini kita lanjuti ke pihak kecamatan dan kemudian ke Dinas Pertanian dan Peternakan Madina,” ujarnya.

Kadis Pertanian dan Peternakan Madina, Taufik Zulhandra, yang dihubungi melalui Franki di Dinas Pertanian dan Peternakan Madina mengatakan, pihaknya sudah langsung turun ke lapangan untuk melaksanakan pemeriksaan terhadap  ayam yang mati dan berdasarkan hasil pemeriksaan di lapangan. ‘’Penyebab matinya ayam warga ini akibat penyakit Ende,” jelasnya.

Hasil pemeriksaan yang dilakukan terhadap ayam yang mati dan yang masih hidup penyakit yang dialami hewan ternak adalah Ende ganas bukan flu burung. Sedangkan ciri-ciri penyakitnya adalah ayam mati secara mendadak dan merambat ke ayam lainnya yang satu kandang sehingga bisa saja seluruh ayam yang sekandang mati bersama.

Baca Juga :  Operasi Zebra Toba 2014 - Polres Kota Padangsidimpuan Targetkan 50 Tilang per Hari

Dikatakan, pihaknya telah melakukan penanggulangan dengan melakukan penyemprotan terhadap kandang-kandang ayam, hal ini untuk mengantisifasi penyakit Ende yang diperkirakan masih ada pada tubuh ayam yang lain.

Sumber: waspada.co.id

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*