Ratusan Ha Tanaman Padi Di Madina Terendam

MADINA (Berita) : Akibat diguyur hujan satu minggu terakhir, ratusan hektare tanaman padi warga yang sudah mulai menguning dan bersiap dipanen di Desa Huraba, Kecamatan Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) terendam air, hal itu akibat meluapnya dua sungai yang ada di sekitar persawahan warga, yakni Sungai Batang Angkola dan Sungai Batang Gadis.

Dari pengakuan beberapa petani bahwa padi para petani tersebut sudah terendam sekitar dua hari lalu, sehingga dikhawatirkan berpengaruh kepada hasil panen. “Kita terpaksa melakukan panen dini, karena kita khawatir padi akan membusuk akibat terendam air,” ujar Mangaraja, 45, salah seorang petani di Desa Huraba Kecamatan Siabu Madina.

Lebih lanjut Mangaraja mengatakan, padi yang terendam air tersebut, sudah menguning. Namun, masih ada sebagian yang belum bisa di panen, namun akibat dari datangnya air yang merendam masyarakat terpaksa melakukan panen dini. “Memang kalau kita melakukan panen dini seperti ini maka hasil yang kita dapati jauh dari memuaskan, namun daripada padi yang sudah menguning tersebut busuk terpaksa kita panen,” katanya.

Menurut para petani, cuaca ekstrim membuat perkiraan petani meleset sehingga hasil panen pada musim panen kali ini tidak akan mencukupi kebutuhan mereka lagi. “Pada musim panen yang lewat, mudah-mudahan masih lumayan hasil yang kita dapatkan. Namun, pada musim panen kali ini kita khawatir modal yang kita keluarkan pun tidak akan bisa kita kembalikan,” tambahnya.

Baca Juga :  Stok Darah Kosong - PMI Cabang Padang Sidempuan Tujuh Bulan tak Terima Dana Operasional

Hal senada juga disampaikan Shomad, petani lainnya. Shomad mengaku kecewa dengan kondisi banjir yang merendam seperempat hektar lahan sawah miliknya. Karena, diperkirakan padi yang ia tanam kurang dari tiga pekan lagi bisa dipanen.

Namun, malang tak dapat ditolak mujur tak dapat diraih, apa yang dicita-citakannya, untuk menikmati beras baru dari hasil panen padi di sawah, tinggal angan-angan saja.

Dia berharap ada perhatian dari pemerintah, terutama Dinas Pertanian Kabupaten Mandailing Natal. Karena, banyak sudah biaya dan waktu yang ia habiskan untuk membuka lahan, menanam dan merawat padi yang saat ini sudah lepus direndam air. “Kalau bisa dibantu pemerintah, terserah bentuknya seperti apa, karena kami sebagai petani sudah banyak keluar modal untuk menanam padi tersebut. Sebenarnya lumayan hasilnya jika tidak terendam banjir, karena direncanakan hasilnya untuk buat makan dan menyekolahkan anak,” kata Shomad yang sudah mempunyai 6 anak itu.

Ditanya apa bantuan yang diinginkan petani, ia menyebutkan jika ada anggaran tentunya biaya untuk menyiapkan lahan, benih dan biaya perawatan padi untuk musim yang akan datang. “Karena, petani sudah tidak punya modal lagi untuk menggarap sawahnya jika air sudah turun,” katanya. (isk/mfr)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Ongku: Pemilukada, PNS harus Profesional

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*