Ratusan Orang Demo ke Kantor DPRD dan KPUD Madina, Tuntut Percepatan Pemungutan Suara Ulang

Ratusan orang menamakan diri Masyarakat Madina Pro Perubahan (MMPP) mendatangi Kantor DPRD dan KPUD Madina, Senin (9/8), desak pemungutan suara ulang segera digelar sesuai keputusan MK yang memerintahkan KPUD Madina untuk menggelar pencoblosan ulang di seluruh kecamatan di Kabupaten Madina.

Pantauan wartawan SIB, sebelum menuju Kantor DPRD dan KPUD Madina massa MMPP berkumpul di Lapangan Dalan Lidang Panyabungan. Setibanya di depan gedung DPRD Madina koordinator demonstran saling bergantian menyampaikan orasinya yang intinya meminta percepatan pemungutan suara ulang. Kedatangan demonstran bertepatan digelarnya rapat paripurna dewan dengan agenda penyampaian pidato laporan pertanggung jawaban Bupati TA 2004-2009 dan LKPJ 2009 Bupati Madina.

Sekira 1 jam berorasi akhirnya Ketua DPRD Madina As Imran Khaytami Daulay SH didampingi Ketua Komisi I M. Jakfar Rangkuti dan beberapa anggota dewan menemui massa pengunjuk rasa. Kepada massa demonstran, Imran Khaytami mengatakan upaya percepatan pelaksanaan pemungutan suara ulang sudah dilakukan, namun dari hasil rapat muspida dengan lembaga terkait, diperoleh kejelasan tentang tidak adanya anggaran pemerintah daerah untuk melaksanakan pencoblosan ulang sesegera mungkin.

Ketua Komisi I DPRD Madina, M.Jakfar Rangkuty menambahkan komisi 1 sudah berupaya untuk mempercepat pelaksanaan pencoblosan ulang, dan sudah melakukan koordinasi baik ke Kementrian Dalam Negeri maupun Pempropsu membicarakan masalah anggaran pencoblosan ulang, “namun sampai sekarang belum ada jawaban,” ujar Jakfar.

Baca Juga :  Cerita Miris Buruh Nike Indonesia Jadi Sorotan Media Inggris

Tidak puas mendengar penjelasan dewan, massa bergerak menuju Kantor KPUD Madina di Jalan ABRI Panyabungan, dan diterima Ketua KPUD Jefry Antoni SH yang juga memberikan keterangan seperti yang dijelaskan Ketua DPRD Madina. Mendapat jawaban serupa akhirnya massa pengunjuk rasa membubarkan diri dengan tertib.

Secara terpisah Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa H. Jakfar Suheri Nasution didampingi Sekretaris, Ir. Zubeir Lubis minta KPUD Madina untuk melaksanakan dan menetapkan jadwal pelaksanaan pencoblosan ulang. Suheri menjelaskan penetapan jadwal pencoblosan ulang dipandang perlu sebagai solusi alternatif terbaik untuk menghilangkan keresahan dan perbedaan penafsiran tentang pemungutan suara ulang di tengah masyarakat. “Saya yakin penetapan jadwal pencoblosan ulang dapat menetralisir stabilitas politik di Madina,” ujarnya.

Sumber: http://hariansib.com/?p=134920

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

7 Komentar

  1. Yang paling tidak kita harus beri tahu yang benar, apapun konsekwensinya, krn jln kebaikan itu tdk selamanya mulus, saya prnah blg sama seorang warga katanya dia pilih krn dah dikasi 150rb, langsung saya bilang kalau nolnya ditambah 3 lagi mau gak kamu murtad dari agamamu ? jawab dia tdk. Saya bilang itukan sama saja cuma beda di jlh duitnya. apa bedanya makan anjing sedikit sama banyak ya tetap haram. begitulah kira2 Dwie yg hrs kita lakukan

  2. Sy bs paham perasaan kecewa sdr PANIGORAN.. ini sudah terjadi skrng bgmn sdr Panigoran bs berperan merubah persepsi masykt spy tetap berada di koridor yg benar.. Masyrkt hrs diberi pemahaman bahwa bila kandidat bupati sudah pake uang utk mendapatkan suara berarti dgn uang itu dia sudah mengambil hak kita kelak klo dia jadi BUPATI karena dia sudah beli suara kita jadi penjual suara juga tidak mendapat hak lagi utk dilayani.. itulah hakikat jual beli suara

  3. Cerita Sdr. Dwie benar adanya, tapi itukan bs jadi org kampungnya gak tau yg sebenarnya, tetapi yg terjadi skrg ini anak kecil pun tau kalau curang, suap itu haram, tetapi yng terlihat yg pake lobe yg bicara, sehingga dianggap lumrah, jadi kalau gurunya kencing berdiri kita lihat saja murid2nya kelak. Percuma kita saban panen baca yasin 40 tolak bala, kalau perangai kita yang mendatangkan bala, gempa di Panyabungan itu bs jadi tanda bagi orang yng berpikir.

  4. Banyak perilaku yg negatip di bungkus dgn agama contoh.. dan ini terjadi , Ada suatu daerah setiap anak desa meantau selalu dilepas dgn acara Hajatan do,a bersama,, yg lucu Anak desa ini mau berangkat ke selat malaka jadi BAJAK LAUT nah masyrkt dewa berdoa utknya .. dan setelah pulang berhasil bajak laut dan membawa harta ke desanya ada lagi acara syukurannya ini semua dilakukan dgn bgmn layaknya syukuran yg dikaitkan dgn agama lho

  5. Kalau hal ini terjadi di negeri lain yg sekuler dan jauh dari Tuhan saya bs maklum, tetapi ini terjadi di serambi Mekah, yang banyak pesantrennya melahirkan ustadz, Lc Lc dari Mesir, yg dlm setiap acara dimulai dan diakhiri dgn doa, apakah dlm acara membahas teknis money politic/kecurangan itu pun berdoa, kalau umat lain melihat tingkah laku kita sesama muslim di Madina, apa lagi mau dikata

  6. Ha ha ha namanya aja PANIGORAN , Moga2 jadi Tigor semua./….. Emang blm tau ya kalo misalnya si A mencuri dan samr2 di ketahui orang mlah si A akan ikut mencari pencurinya jadi kira kira MALING TERIAK MALING … semua juga begitu Katanya Brantas money politik tapi ketika kandidat calon kasi muang banyak2 ee malah dia maju kedepan sebagai pembela kandidat…. ha ha ha.. harap maklum Mr Panigoran

  7. MMPP itu punya kandidat yang terbukti money politik, gara2 ulahnya lebih dari 24 Milyar uang APBD Madina terbuang percuma krn hasil pilkada 9 Juni lalu dibatalkan, sekarang sesudah anggaran habis … kenapa mereka yang ribut2 minta percepatan, bukankah itu salah mereka. Kenapa terbalik2, yang punya ide mengajak demo itu kurasa kurang berpikir panjang

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*