Ratusan Pedagang Sayur Datangi Kantor Walikota Sidimpuan

Ratusan pedagang sayur yang berjualan di depan Pasar Sangkumpal Bonang, Rabu (27/4) mendatangi kantor Walikota Padangsidimpuan.

Mereka menuntut agar Pemko Padangsidimpuan membolehkan mereka kembali berjualan dipinggir jalan depan pasar Sangkumpal Bonang. “Kami mohon kepada Walikota untuk membolehkan kami berjualan di depan pasar,” ujar demonstran.

Pantauan Analisa, ratusan pedagang sayur yang didominasi ibu-ibu itu tiba di kantor walikota P sekira pukul 11.00 WIB.

Mereka menggelar aksi duduk di depan pintu utama kantor walikota. Setelah hampir satu jam, Asisten I Pemko Padangsidimpuan Rahuddin Harahap SH menemui pedagang mendengarkan aspirasi.

Salah seorang perwakilan pedagang sayur Aswin Nasution (38) mengungkapkan, kedatangan mereka untuk meminta pemerintah memberikan hak berjualan, karena mereka sudah dilarang.

“Jualan kami sudah dirazia oleh Satpol PP, kami meminta agar pemerintah memperbolehkan kami berjualan,” ungkapnya. Dijelaskan, pasca dagangan mereka ditertibkan, pedagang tidak mempunyai mata pencaharian lagi sehingga kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Saat ini kami benar-benar mengalami kesulitan menghidupi keluarga. Mohon kiranya Pemko membolehkan kami kembali berjualan, “pinta pengunjuk rasa.

Hal senada diutarakan Azhar (36). Pasca dilarang berjualan, kehidupan mereka mulai kesulitan karena tidak ada penghasilan untuk menutupi kebutuhan keluarga. “Kami hanya bisa berjualan sayur untuk bertahan hidup. Jika dilarang, gimana bisa memperjuangkan nasib anak-anak kami, “katanya.

Diakuinya, pada dasarnya mereka mau pindah jika pemerintah bersedia menyediakan tempat berjualan yang layak. Karena selama ini lokasi berjualan sangat terbatas sehingga kesulitan untuk memperoleh tempat, dan terpaksa di pinggir jalan dan trotoar.

Baca Juga :  Bupati dan Wakil Bupati Madina Belum Berniat Mutasi

“Kami minta pemerintah menyediakan tempat yang layak bagi kami, jika memang tidak dibolehkan berjualan di pinggir jalan,” ujarnya.

Kepentingan Umum

Menanggapi tuntutan tersebut, Asisten I Rahuddin Harahap mengungkapkan, penertiban yang dilakukan oleh pemerintah untuk kepentingan umum. Karena banyak masyarakat yang mengeluh tentang keberadaan penjual sayur yang menggunakan fasilitas jalan.

“Pemerintah sudah menyediakan lokasi berjualan, namun tidak dimanfaatkan dengan baik,” tegasnya.

Sementara, Kepala Dinas Perindustrian Perdagangan Koperasi (Disperindagko) dan UKM Samakmur mengungkapkan, pemerintah sudah menyediakan tempat-tempat berjualan seperti di Pasar Batu, Pasar Inpres Padangmatinggi dan Sadabuan.

Namun, para pedagang enggan pindah ke lokasi tersebut karena takut dagangannya tidak laku.

“Tidak ada alasan tidak laku, kalau para pedagang kompak untuk sama-sama pindah. Semua lokasi yang disediakan strategis,”ujarnya sembari berharap para pedagang dapat menghargai kepentingan umum. Terpisah, Ketua Fraksi Demokrat DPRD Kota P. Sidimpuan H. Khoiruddin Nasution SE meminta agar Pemko P. Sidimpuan dapat mencari solusi terbaik terkait tuntutan para pedagang sayur tersebut.

“Tidak ada gunanya saling salah menyalahkan, lebih baik cari solusi atau jalan terbaik sehingga tidak ada yang merasa dirugikan, ” katanya.

Satu sisi kata Koir, keberadaan para pedagang sayur yang memakai badan jalan dan trotoar untuk berjualan memang mengganggu kepentingan umum, namun disisi lain, Pemko P. Sidimpuan juga tidak memberikan solusi tempat mereka berjualan.

Baca Juga :  Sejumlah Jurnalis Minta Pelaku Pengroyokan Wartawan Ditindak

“Hemat saya, lebih baik Pemko mencari satu tempat terbuka khusus bagi penjual sayur mayur. Namun, para penjual sayur juga harus komit untuk tidak kembali berjualan memakai badan jalan dan trotoar, “ungkapnya. (hih) (analisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*