Ratusan Siswa SMAN 1 Siabu Unjukrasa

Panyabungan. Sekitar tujuh ratusan siswa SMAN 1 Siabu, Kabupaten Mandailing Natal (Madina), Selasa (18/8), menggelar aksi unjukrasa damai di depan pintu gerbang sekolah tersebut. Mereka menuntut agar Kepala Sekolah (Kepsek) Aliruddin Pulungan dicopot dari jabatannya sebagai Kepala Sekolah.
Pantauan di lapangan, aksi damai tersebut dimulai pukul 7.30 WIB ketika lonceng masuk sekolah tersebut berbunyi. Begitu lonceng berbunyi tujuh ratusan siswa SMAN 1 Siabu tersebut berkumpul di depan pintu gerbang sekolah mereka, dengan membawa poster dan spanduk yang bertuliskan agar Kepala Sekolah mereka dicopot dari jabatannya.

Dalam orasinya, koordinator aksi yang juga Ketua OSIS Muhammad Rasoki menyampaikan Kepsek mereka tidak pernah transparan dalam penggunaan Dana Operasional Sekolah (BOS) yang diterima sekolah.

“Dana BOS tidak pernah transparan penggunaannya, sehingga kelengkapan penunjang belajar kami di sekolah ini kurang memadai, selain itu alat praktek tidak pernah diperbaiki sehingga tidak bisa belajar praktek,” kata Rasoki.

Dikatakan, dalam proses belajar mengajar di kelas para siswa harus membeli spidol untuk kebutuhan proses belajar mengajar, karena spidol yang diperlukan untuk menulis di papan tulis yang terbuat dari White Board.

“Bahkan yang paling miris bagi kami, di sekolah kami ini masih ada kelas yang tidak mempunyai papan tulis, walaupun ada papan tulis itu adalah tembok kelas yang dicat dengan warna hitam, dan setiap kita meminta kapur ke kantor sering tidak ada sehingga kita murid-murid harus membeli kapur sendiri, ditambah lagi dengan alat kebersihan di ruang kelas kita harus membelinya,” kata Rasoki.

Baca Juga :  Bertahun-tahun Digarap Ayah Tiri dan Dua Abang Tiri

Hal yang sama disampaikan Koordinator Lapangan Saidal Ardiansah yang juga Wakil Ketua OSIS mengatakan, Kepseknya tidak pernah mendukung kegiatan ekstra kurikuler mereka, sehingga seluruh kegiatan ekstra Kurikuler mereka harus didanai oleh dana peribadi mereka.

“Kita sangat perihatin dengan kondisi mobiler sekolah kami, dimana banyak yang sudah rusak akibat tidak adanya perawatan, bahkan berdasarkan informasi dari adek-adek kelas X bahwa mereka disuruh membayar sebanyak tiga puluh ribu untuk memperbaiki mobiler kami yang sudah rusak,” kata Ardiansah.

Dilanjutkan Ardiansah, WC yang ada di sekolah, tidak terawat dan tidak ada airnya, sehingga para siswa tidak bias buang hajat di WC yang ada, bahkan di sekolah kami ini tidak UKS nya.

Setelah hampir tiga jam para siswa melakukan orasi di pintu gerbang sekolah, baru mereka dijumpai utusan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Madina dan unsur muspika Kecamatan Siabu.

Kasi Kurikulum Dinas Pendidikan Abdul Husin Spd bersama dengan Kabid Dikmenum Akub Rangkuti yang menjumpai para siswa SMA N 1 Siabu mengatakan, agar perwakilan dari para Siswa masuk ke dalam ruangan untuk mencari solusi terbaik dari tuntutan mereka.

Kasi Kurikulum mengatakan, seharusnya hal seperti ini tidak perlu terjadi, kalaupun ada salah komunikasi dengan Kepala Sekolah sebaiknya disampaikan secara tertulis kepada Dinas Pendidikan.

Camat Siabu Edi Sahlan Nasution dalam kesempatan itu, mengharapkan ke depannya agar hal-hal seperti ini tidak terjadi lagi ke depan, sehingga mengganggu proses belajar mengajar, kalaupun ada yang tidak terselesaikan agar disampaikan kepada muspika Kecamatan.

Baca Juga :  Gema Palas ancam aksi

MedanBisnis – (zamharir rangkuti)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 4 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*