Ratusan Supir Angkot Datangi Polres Sidimpuan

Supir Angkutan Kota Lyn 04 Trayek Batunadua-Pasar Kota Psp, mendatangi Polres Psp menuntut rekan mereka yang ditahan agar dibebaskan, kemarin. ( Amran Pohan/Metro Tabagsel)

SIDIMPUAN – Ratusan supir bersama pengurus angkutan kota lyn 04 trayek Batunadua, Padangsidimpuan, mendatangi Polres Psp, Rabu (26/3) sekitar pukul 14.00 WIB. Mereka meminta polisi membebaskan rekan mereka; S, yang juga pengurus angkutan lyn 04. S, diketahui terlibat pemukulan terhadap R Pane di terminal Batunadua, pada Februari lalu.

Koordinator Angkutan Kota Psp Nurdin Waruwu dan koordinator angkutan kota lyn 04 Firman Alhadis, kepada METRO, mengatakan, mendatangi Polres Kota Psp untuk meminta rekan mereka, S, untuk dibebaskan.

Sebab, sebelumnya antara pihak korban dan S sudah disepakati mau dilakukan perdamaian. Namun, Polres selaku penegak hukum menahan S, dengan alasan S terlibat atas aksi pemukulan yang terjadi pada 11 Februari yang lalu.

“Sebelumnya kami mewakili S sudah berupaya melakukan perdamaian dengan pihak korban yang juga masih satu lingkup dengan kami di Terminal Batunadua. Kejadian ini sebenarnya adalah masalah internal angkutan kota lyn 04 yang berakibat pada pemukulan,” beber Nurdin.

“Kami juga sudah berupaya untuk mendamaikan kedua belah pihak. Tapi, mungkin salah satu pihak masih merasa tidak senang dan akhirnya Polres menahan S yang diketahui terlibat pemukulan tersebut,” sambungnya.

Sementara itu, Kapolres Kota Psp AKBP Budi Hariyanto melalui KBO Reskrim Iptu CJ Panjaitan, menjelaskan, penangkapan S berdasarkan laporan korban, R Pane, atas kasus pemukulan yang terjadi sekitar Februari lalu. Pihaknya merasa disalahkan karena tidak menahan orang yang terlibat dengan kasus tersebut. Lalu, pihaknya pun menangkap S dan menahannya di Polres Kota Psp, Selasa (26/3).

Baca Juga :  Pilkada Tapsel terancam batal

“Mungkin karena kami menahan S, maka para supir dan pengurus angkutan kota lyn 04 ramai-ramai mendatangi Polres. Padahal, kami hanya sebatas melakukan pekerjaan,” ujar Panjaitan.

“Kata mereka sudah berdamai. Kenyataannya belum. Ini sudah ditangkap baru sibuk mereka. Untuk sementara S masih kita tahan, sampai ada kesepakatan antara kedua belah pihak bagaimana solusinya,” lanjutnya.

Koordinator angkutan kota lyn 04 Firman Alhadis, menambahkan, sampai saat ini pihaknya masih berupaya menemui korban untuk melakukan upaya perdamaian. “Belum selesai. Kita masih menemui Pane untuk melakukan perdamaian. Mudah-mudahan ada jalan ke luar yang terbaik untuk menyelesaikan permasalahan ini,” pungkasnya. (yza)

Metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*