Ratusan Warga Desa Humbang Hadang Mobil PT SorikMas Mining

Panyabungan, Ratusan warga Desa Humbang, Kecamatan Naga Juang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina) menghadang mobil pengangkut sembako milik PT Sorikmas Mining (PT SM), Selasa (05/04/2011).

Warga melakukan aksi penghadangan pasca kesepakatan masyarakat Kecamatan Naga Juang yang menolak keberadaan PT SM. Penyetopan mobil pengangkut sembako milik PT SM dilakukan sejak pukul 08.00 pagi tadi.

Salah satu warga yang ikut melakukan aksi penghadangan, Sahminan (40) ketika dikonfimasi mengatakan, warga melakukan penghadangan mobil pengangkut sembako sebagai bentuk penolakan warga terhadap keberadaan tambang emas PT SM.

Dikatakan, seluruh masyarakat Kecamatan Naga Juang sudah melakukan rapat dan sepakat menolak tambang emas PT SM. Maka dari itu warga tidak membolehkan mobil PT SM lewat dari Desa Humbang untuk mengangkut barang-barangnya ke atas.

Lanjut Sahminan, PT SM dinilai sudah melanggar hasil kesepakatan masyarakat yang menolak keberadaan PT SM. Tadi pagi warga melihat mobil pengangkut sembako milik PT SM mau ke atas gunung melewati desa. Melihat mobil tersebut, warga langsung melakukan penyetopan dan menyuruh sopirnya kembali.

“Kalau PT SM mau mengangkut sembako atau logistik lainnya, jangan lewat desa kami, karena sudah ada kesepakatan masyarakat di sini menolak PT SM. Jangan dikira kami menerima keberadaan PT SM, karena dari awal kami sudah menolak PT SM. Sebaiknya PT SM mengangkut sembako dari udara saja. Kalau nanti PT SM masih ngotot mengangkut sembako lewat dari desa ini, kami akan bertindak anarkis,” tegas Sahminan.

Baca Juga :  Dugaan Pungli Disdik Palas Marak - Kejari Padangsidimpuan dan Polres Tapsel Diminta Turun Tangan

Masih kata Sahminan, warga menolak keberadaan tambang Emas PT SM karena warga sangat takut dengan dampak lingkungan yang ditimbulkan. Dari data yang ada pada warga, lokasi tambang emas yang ada di sekitar Bukit Tor Sihayo sangat dekat dengan pemukiman masyarakat di Naga Juang. Jaraknya hanya berkisar dua kilometer dari perkampungan.

“Jadi menurut kita, supaya aman lokasi tambang itu berjarak 7 kilometer dari pemukiman warga. Itu menurut kita, bukan menurut PT SM. Karena kalau menurut PT SM, jarak 3 kilometer dari pemukiman warga sudah aman,” paparnya. (BS-026) (beritasumut.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*