Ratusan Warga Dua Kecamatan Siabu dan Naga Juang Rapat Akbar Tolak PT SM

Panyabungan, Ratusan masyarakat dari dua kecamatan, yakni Kecamatan Siabu dan Naga Juang menggelar rapat akbar menolak keberadaan PT Sorikmas Mining (PT SM) yang beroperasi di Bukit Tor Siyaho-Sambung. Rapat yang diselenggarakan di Pasar Loss Desa Huta Godang Muda, Jumat (15/04/2011) sore, dihadiri ribuan masyarakat Desa Huta Godang Muda, Tanjung Sialang Kecamatan Siabu dan masyarakat tujuh desa Kecamatan Naga Juang, Kabupaten Mandailing Natal (Madina).

Pengambilan kesepakatan tersebut juga dihadiri organisasi masyarakat kedua kecamatan yaitu Forum Masyarakat Tolak Tambang (Formantam) Naga Juang dan Aspirasi Masyarakat Tolak Tambang (Asmasy) dari Kecamatan Siabu. Dalam rapat akbar tersebut, diambil kesimpulan bahwa tidak ada ruang bagi PT SM di Perbukitan Tor Sihayo-Sambung yang merupakan salah satu tempat pertambangan terbuka yang dimiliki oleh PT SM sesuai dengan kontrak karya yang mereka miliki.

Dalam kesepakatan tersebut, masyarakat juga sepakat untuk tidak akan menandatangani amdal untuk PT SM sehingga tidak ada ruang sedikitpun bagi mereka. Masyarakat juga sepakat untuk tidak memberikan sedikitpun tanah mereka untuk dipakai oleh PT SM baik untuk jalan tempat mengangkut sembako PT SM.

Mangsur (55), perwakilan masyarakat Kecamatan Naga Juang mengatakan, jauh-jauh hari sebelumnya masyarakat Naga Juang sudah menolak kehadiran PT SM.

“Kami dari masyarakat Kecamatan Naga Juang sangat bangga atas penggabungan kekuatan dengan masyarakat Huta Godang Muda dan Tanjung Sialang untuk menolak PT SM di wilayah kita ini pada khususnya dan dari bumi Mandailing Natal ini pada umumnya. Sebab dengan bersatunya kita semua untuk menolak PT SM, maka kami yakin suatu saat nantinya akan berhasil,” tegas Mangsur.

Masyarakat Naga Juang juga sudah melayangkan surat permohonan untuk peninjauan kembali terhadap kontrak karya yang dimiliki oleh PT SM kepada Presiden RI dan Kepada Gubernur Sumatera Utara.

Baca Juga :  Stoner Tak Sabar Jajal Honda RC212V

“Alhamdulillah surat yang kita kirimkan dari masyarakat Naga Juang tersebut telah mendapat respon dari pemerintah pusat, kini dengan bergabungnya kita semua maka kita akan membuat surat kembali kepada pemerintah pusat,” sebut Mangsur.

Ketua Formantam Naga Juang Baginda Pasaribu merasa terharu dengan keikutsertaan masyarakat Desa Huta Godang Muda dan Tanjung Sialang untuk menolak PT SM ini dari Perbukitan Tor Sihayo-sambung khususnya dan dari Mandailing Natal pada umumnya.

“Mari kita lihat bersama penderitaan masyarakat sekitar tambang di Freeport dan pertambangan lainnya di Indonesia, dimana masyarakat sekitar tambang bukannya menjadi makmur malah sebaliknya. Lagi pula Perbukitan Tor Sihayo-Sambung merupakan salah satu sumber air untuk pertanian kita sehingga kalau nanti PT SM melakukan penambangan di areal sumber mata air pertanian kita, sudah pasti persawahan kita akan menjadi kering,” jelas Baginda Pasaribu.

Ketua Asmasy Ali Basrah mengatakan, masyarakat Huta Godang Muda dan Tanjung Sialang mengundang masyarakat Kecamatan Naga Juang dan Formantam demi keinginan masyarakat untuk bergabung dan menyatukan persepsi untuk menolak PT SM dengan harga mati yang tidak bisa ditawar-tawar lagi.

“Asmasy dan masyarakat Huta Godang Muda dan Tanjung Sialang memang sengaja mengundang warga Naga Juang dan Formantam untuk meminta kepada mereka untuk dapat bergabung menyatukan kekuatan tolak PT SMM dari Perbukitan Tor Sihayo-Sambung khususnya dan Mandailing Natal pada Umumnya,” sebut Ali Basrah.

Sedangkan Kuasa Hukum Formantam Rudi Halomoan Rambe SH yang juga turut hadir dalam rapat akbar tersebut mengatakan bahwa sebagai kuasa hokum akan memperjuangkan aspirasi masyarakat untuk menolak PT SM.

Baca Juga :  Mahasiswa dan Pelajar Madina Desak Polda Sumut Tuntaskan Kasus DHN

“Sebagai Kuasa Hukum Formantam kita juga sudah melakukan langkah-langkah menolak tambang PT SM sesuai dengan hukum yang berlaku di negara ini. Namun tanpa dukungan dari masyarakat kita juga tidak akan bisa berbuat banyak,” sebut Rudi.

Sebagai kuasa hukum, Rudi merasa salut kepada masyarakat Huta Godang Muda dan Tanjung Sialang yang mau bergabung dengan masyarakat Naga Juang untuk mengusir PT SM dari Perbukitan Tor Sihayo-Sambung khususnya dan Mandailing Natal pada umumnya.

“Saya yakin kalau masyarakat terus berjuang maka perjuangan tersebut akan membuahkan hasil, namun yang perlu saya tekankan disini kita jangan berbuat anarkis karena tindakan anarkis melanggar undang-undang. Saya siap mendampingi masyarakat Kecamatan Naga Juang, Huta Godang Muda dan Tanjung Sialang demi untuk menyuarakan aspirasi masyarakat ini,” jelas Rudi. (BS-026) (beritasumut.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*