Rawan Bencana, Tapteng Butuh Helikopter

(Analisa/Yudi Arisandi Nasution) BUKA RAKOR: Deputi Potensi Basarnas, Marsda TNI Sunarbowo Sandi bersama Plt Bupati Tapteng H Sukran J Tanjung dan Kakan SAR Medan, Rochmadi membuka Rakor dan Pelatihan di perairan potensi SAR digelar selama 4 hari ke depan, Rabu (26/11) di Sibolga. Saat ini, Tapteng butuh helikopter bagi regu penolong tanggap bencana.

Sibolga,  Deputi Potensi Basarnas, Marsda TNI Sunarbowo Sandi mengakui wilayah Sibolga dan Ka­bupaten Tapanuli Tengah rawan terjadinya bencana alam. Bah­kan, geografis terdapat gugusan gunung, pantai dan lautan hingga menyulitkan tim regu penolong melakukan resque secara cepat, tepat dan tanggap.

“Dibutuhkan helikopter, ya, bila me­lihat letak geografis wilayah memang diperlukan sarana itu guna mend­a­patkan pertolongan reaksi cepat. Pe­nga­­daan itu akan kita pertimbangkan ke depan,” kata Marsda TNI Su­nar­bowo menjawab Analisa, Rabu (26/11) di sela kegiatan rapat kordinasi (Rakor) dan pelatihan di perairan potensi SAR di­gelar di aula Hotel Prima Indah Sibolga.

Saat ini, kata dia, pemerintah se­nan­tiasa meningkatkan kesiap­siagaan da­lam menghadapi kondisi maupun ke­adaan ter­buruk sekalipun. “Dengan pe­ning­katan moda transportasi tiap tahun­nya, juga memiliki korelasi dengan ting­ginya angka kecela­kaan. Begitu juga beragam bencana alam yang ter­jadi. Basarnas berkompeten melaksa­na­kan operasi SAR saat terjadi mu­sibah ataupun bencana tadi dengan ce­pat dan tepat,” tutur­nya.

Sebab itu, lanjut Marsda Su­nar­bo­wo, pemerintah bersama seluruh ele­men masyarakat agar terlibat aktif da­lam melaksa­nakan tugas kemanusiaan ini. “Koordinasi seperti saat ini terbi­lang penting sebagai tin­dakan preventif se­rangkaian meningkatkan kesia­p­sia­gaan semua pihak dalam menghadapi be­n­cana atau musibah yang mungkin ter­jadi di Sumut, khususnya Kota Si­bol­ga dan Tapteng ini,” ujar Sunar­bo­wo.

Baca Juga :  Ini Daerah di Sumut dan Aceh yang Buka Lowongan CPNS

Terkait pelatihan yang dilak­sana­kan, jenderal bintang dua TNI AU ini berpesan agar peserta lebih fokus mendalami teknik evakuasi, utamakan keselamatan dan keamanan diri selama mengikuti pelatihan. “Hilangkan rasa keragu-raguan dalam diri selama me­ngi­kuti praktek lapa­ngan dan jaga ke­sehatan, sebab tugas kemanusiaan me­ru­pakan tugas kita bersama,” tukas Marsda Sunarbowo dihadapan peserta pelatihan dan Rakor.

Ketua Panitia, Gusti Syaiful Bachri juga menyatakan, mak­sud disele­ngara­kann­ya Rakor SAR dan pelatihan di pe­rai­ran potensi SAR untuk mewujud­kan kesatuan pengertian, pola pikir, cara pandang dan langkah konkrit dalam penanganan musibah dan bencana.

Rakor sendiri membahas sosialisasi UU No. 29/2014, dibawakan sejumlah na­rasumber diantaranya Danlanal Si­bolga terkait peran TNI AL dalam ope­rasi SAR, paparan Dansat Radar 234 Sibolga serta Kepala BPBD Tap­teng. Pelatihan dige­lar selama 4 hari diikuti 40 orang peserta dari unsur Basarnas, TNI/Polri, BPBD Sibolga dan Tap­teng, PMI dan lainnya.

Turut hadir pada Rakor itu, Plt Bu­pati Tapteng H Sukran J Tanjung, Dan­sat Radar 234 Sibolga, Danlanal Sibol­ga, perwakilan Kodim 0211/TT, BPBD Si­bolga dan Tapteng dan undangan lain­nya. (yan)

/(Analisa)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*