Rebut Piala Emas, Meksiko Siap Menggebrak Piala Dunia 2014

Tim nasional Meksiko menjuarai piala CONCACAF. AP/Mark J. Terrill

TEMPO Interaktif, Pasadena – Meksiko menegaskan status sebagai yang terkuat di zona CONCACAF dengan sukses merebut Piala Emas 2011 setelah mengalahkan tuan rumah Amerika Serikat 4-2 dalam partai final di Rose Bowl, Minggu pagi WIB. Ini gelar juara kesembilan yang dicatat El Tri di ajang tertinggi di kawasan Amerika Tengah, Utara dan Karibia ini.

Sukses ini juga mengisyaratkan bahwa Meksiko yang diperkuat oleh banyak pemain muda siap membuat gebrakan di Piala Dunia 2014 di Brasil.

Striker Manchester United, Javier ‘Chicharito’ Hernandez, merupakan bintang Meksiko yang paling ditunggu aksinya dalam Piala Emas kali ini. Tapi, Man of the Match pada final itu adalah Giovani dos Santos yang menunjukkan kualitasnya saat ia membukukan gol keempat Meksiko ke gawang AS dengan cara yang spektakuler.

“Saya senang dengan gol itu, itu benar-benar gol yang indah dan saya lebih bahagia lagi karena gol itu membantu tim ini memenangi turnamen,” ujar Dos Santos.

Pablo Barrera yang menyumbang dua gol di final merupakan bintang masa depan Meksiko lainnya meski ia gagal menyelamatkan klubnya, West Ham United, dari degradasi dari Premier League musim lalu.

Sementara itu, Chicharito yang membukukan 20 gol di seluruh kompetisi musim lalu dalam debutnya di Inggris kembali menunjukkan ketajamannya dengan membukukan 7 gol di turnamen ini untuk meraih gelar top skorer.

Baca Juga :  Seorang Tukang Las Dan Supir Tangki Minyak Tanah Terbakar Di Dalam Tangki

“Giovani dan semua anggota tim ini benar-benar memberi kontribusi. Kadang orang bilang saya adalah idola atau pahlawan dalam tim ini, tapi sebenarnya tak ada yang benar-benar pahlawan atau bintang di sini. Kami hanya 20 pemain yang ingin melakukan yang terbaik,” kata Chicharito.

Bagi pelatih Meksiko, Jose Manuel de la Torre, kemenangan dalam Piala Emas ini terasa sangat melegakan karena sebelumnya ia sempat kehilangan lima anggota timnya lantaran positif doping.

“Tak ada momen yang lebih baik daripada kemenangan – semua hal lainnya telah menjadi masa lalu. Apa yang telah terjadi telah membantu kami menjadi lebih kuat sebagai sebuah tim, kami dituntut untuk fokus dan kami mampu menjawab tantangan. Ini turnamen yang sulit buat kami, tapi sekarang kami menikmati momen ini,” katanya.

REUTERS | A. RIJAL

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*