Refleksi Hari Jadi Kota Padangsidimpuan Yang Ke-10

Oleh: Hendrikus Pangaribuan *)

Wujudkan Pengembangan Kota Pariwisata untuk Mengurangi Angka Pengangguran

Tanpa terasa, Kota Padangsidimpuan telah berusia 10 tahun. Sejarah panjang pun telah ditorehkan oleh Kota Padangsidimpuan dalam perjalanannya mulai dari dusun kecil yang disebut “Padang Na Dimpu” kemudian berbentuk Kota Admisnitratif menjadi sebuah Kota Padangsidimpuan sekarang ini. Perjalanan panjang ini membuktikan bahwa Kota Padangsidimpuan mampu bereksistensi dan tak lapuk di makan zaman dan mempunyai daya saing dalam era globalisasi ini.

Sebelumnya Kota Padangsidimpuan merupakan Kota Administratif berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 32 Tahun 1982. Kemudian sejak tanggal 21 Juni 2001, berdasarkan Undang-undang Nomor 4 Tahun 2001, Kota Padangsidimpuan ditetapkan sebagai Daerah Otonom dan merupakan hasil penggabungan dari Kecamatan Padangsidimpuan Utara, Kecamatan Padangsidimpuan Selatan, Kecamatan Padangsidimpuan Batunadua, Kecamatan Padangsidimpuan Hutaimbaru, dan Kecamatan Padangsidimpuan Tenggara yang sebelumnya masuk wilayah Kabupaten Tapanuli Selatan.

55754668336414e73e227c8e403a948aa38dcf3 Refleksi Hari Jadi Kota Padangsidimpuan Yang Ke 10
Kota Padangsidimpuan

Salah satu permasalahan yang dihadapi Kota Padangsidimpuan adalah masih tingginya angka pengangguran. Berdasarkan data yang dikeluarkan Badan Pusat Statistik (BPS) setempat, jumlah pengangguran di Kota Padangsidimpuan sebanyak 8.250 orang dari total jumlah penduduk 191. 531 jiwa. (sumber : www.apakabarsidimpuan.com)

Untuk menyikapi hal ini, tentu di perlukan adanya satu terobosan yang dilakukan. Salah satunya adalah mengembangkan pariwisata. Pasalnya Kota Padangsidimpuan memiliki potensi yang prospektif ke depan. Sebagai salah satu cara untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), investasi dan perkonomian masyarakat, pariwisata dapat menjadi sektor yang menjanjikan, sepanjang dikelola dengan baik oleh pemerintah yang solid.

Faktanya, Kota Padangsidimpuan memang tidak memiliki keindahan alam. Namun bukan berarti bidang pariwisata harus dilupakan. Dengan kreativitas, pariwisata dapat digenjot dengan melakukan wisata buatan.

Baca Juga :  Buyung: Uang Gayus Rp 28 M Tak Hanya dari Bakrie Group

Di samping itu, sektor pariwisata dapat dioptimalkan melalui bebarapa modalitas, yakni: Pertama, keinginan yang sungguh-sungguh dan strategi yang cerdas dari Pemkot Kota Padangsidimpuan. Kedua, terjalin soliditas multi-sektoral dalam seluruh instansi pemerintah dan stakeholders. Ketiga, pembangunan manusia yang unggul.

Beberapa hal yang dapat dicapai dalam mewujudkan kota pariwisata Padangsidimpuan adalah
Pertama, Kota Padangsidimpuan dapat menjadi kota wisata pendidikan. Target wisatawannya adalah para pelajar dari seluruh Indonesia yang berkeinginan untuk mengenyam pendidikan di Kota Padangsidimpuan. Untuk menjadi seperti itu, Kota Padangsidimpuan harus melakukan pembangunan infrastruktur yang memadai; membangun sekolah yang unggul, universitas yang bagus, perpustakaan yang memadai, transportasi yang baik dan meningkatkan keunggulan teknologi.

Kedua, sebagai kota pelajar, Kota Padangsidimpuan dapat pula membangun sebuah stadium besar untuk merayakan event-event tertentu. Event-event tersebut baiknya menitikberatkan pada kegiatan pertunjukan seni dan budaya. Ini bisa menjadi sebuah objek wisata yang menarik

Ketiga, menjadikan pusat-pusat di Kecamatan sebagai hot-spot. Hal ini belum banyak dilakukan di daerah lain di Indonesia. Ini bisa menjadi daya tarik, keunikan tersendiri, serta dapat menjadi model ikutan bagi daerah lain. Kebutuhan masyarakat akan internet semakin tinggi. Penyediaan jaringan internet gratis di pusat-pusat Kecamatan dapat menarik minat para wisatawan. Di samping itu, investasi besar akan masuk, dan citra yang diperoleh Pemkot juga bagus.

Pada dasarnya, penciptaan produk wisata dapat dilakukan secara tepat dengan melakukan SWOT dan mapping terlebih dahulu agar bersifat sustainable. Sekali lagi, dengan SDM yang bagus yang dimiliki Kota Padangsidimpuan, daerah ini bukan tidak mungkin dapat menjadi kota wisata yang memiliki nilai ekonomi tinggi.

Baca Juga :  Jenazah Pertama QZ 8501 Diserahkan ke Keluarga

Selain itu, yang perlu dikedepankan oleh pemerintah Kota Padangsidimpuan adalah bagaimana pemerintah Kota Padangsidimpuan mampu membangun kelembagaan daerah yang kondusif, sehingga dapat mendesain standard Pelayanan Publik yang mudah, murah dan cepat. Pelayanan publik yang diberikan oleh pemerintah daerah akan mempengaruhi minat para investor dalam menanamkan modalnya di suatu daerah. Excelent Service harus menjadi acuan dalam mendesain struktur organisasi di pemerintah daerah.

Akan tetapi bukanlah hal yang mudah untuk membangun kota Padangsidimpuan ini, dibutuhkan kerjasama antara berbagai pihak baik pemerintah, swasta, maupun masyarakat itu sendiri. Semangat kebersamaan dengan optimisme yang tinggi merupakan solusi untuk menjawab segala permasalahan dan tantangan yang dihadapi oleh Kota Padangsidimpuan.

Akhirnya, Semoga di Hari Jadi Kota Padangsidimpuan yang ke-10 ini bisa dijiwai oleh seluruh masyarakat Kota Padangsidimpuan dan bisa dijadikan refleksi untuk menghantar Kota Padangsidimpuan kedepan yang lebih baik lagi. Semoga!

*) Pengamat Sosial politik, tinggal di Kota Padangsidimpuan

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Dulu seingat saya ada dokar/padati/kuda, bagaimana hal itu dilestarikan kembali sebagai alat transportasi wisata sekaligus mengurangi asap becak vesva yang sangat mengganggu kesehatan (polusi udara dan kebisingan) kota Padangsidimpuan tercinta, trims.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*