Refleksi HUT ke-10 Kota Padangsidimpuan, Wajah ‘Walikota’ Dilempar Kue Ultah

SIDIMPUAN- Seorang pria yang didandani mirip Wali Kota Padangsidimpuan dilempar kue ulang tahun, kemarin pagi. Aksi ini dilakukan mahasiswa yang tergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia atau KAMMI Psp.

14864240983c9ea99271439ad1f15ca68ecdf42f Refleksi HUT ke 10 Kota Padangsidimpuan, Wajah ‘Walikota’ Dilempar Kue Ultah
KECEWA- KAMMI Psp melakukan aksi teatrikal di halaman DPRD Psp, kemarin. Salah satu mahasiswa didandani seperti wali kota lalu dilempar kue ulang tahun.

“Acara seremoni peringatan hari ulang tahun begitu meriah, sementara masyarakat masih banyak yang miskin. Kami meminta kinerja pemerintah dievaluasi,” ungkap koordinator aksi, Sumarto Pohan, dan korlap, Juneidi, serta Ketum KAMMI Psp, Freddy Sanda Putra.

Dalam pernyataan sikapnya, KAMMI Psp meminta kejelasan dan transparansi APBD Kota Psp sesuai dengan undang-undang nomor 14 tahun 2011 mengenai keterbukaan informasi publik.

“Ada apa dengan APBD Psp yang menjadi terboros nomor 4 se-Indonesia berdasarkan data dari Fitra? Perlu ada ketegasan untuk perubahan yang lebih baik dan menuntut DPRD Psp agar melakukan penghematan APBD untuk biaya alokasi rutin setiap tahun dan mengalokasikan APBD Kota Psp untuk perbaikan sarana dan prasana Kota Psp.

Kemudian untuk gerakan perbaikan moral, KAMMI meminta agar kasus maksiat di Simarsayang, Jalan Baru, dan Baruas di Kecamatan Psp Batunadua, perjudian, miras yang telah mengotori Psp harus diberantas. Dan, pihak-pihak terkait harus dihukum sesuai dengan peraturan yang berlaku.

“Tarik peredaran miras dan togel agar Psp lebih bermartabat. Bersama KAMMI Psp satukan dan kuatkan barisan gerakan anti maksiat, judi dan miras demi kemaslahatan ummat,” kata mahasiswa.

Baca Juga :  Bupati Tapsel Lantik 52 Pejabat Eselon III dan IV

Sementara untuk efektifitas pengaplikasian perda wajib busana muslim dan baca tulis Alquran (BTQ) dan kinerja tim monitoring pengaplikasian perda tidak menunjukkan parameter tingkat keberhasilan. Pengaplikasian perda momor 03 tahun 2010 tentang pajak daerah, perda nomor 04 tahun 2010 tentang retribusi jasa umum, perda nomor 05 tahun 2010 tentang retribusi jasa usaha, perda nomor 06 tahun 2010 tentang retribusi perizinan dan kinerja tim monitoring tidak menunjukkan parameter tingkat keberhasilan.

“Lantas bagaimana dengan perda tentang batasan pemakaian lahan pertanian,” tanya mahasiswa.

Selanjutnya, KAMMI Psp mengatakan tidak terwujudnya visi dan misi Wali Kota Psp dalam mewujudkan Psp sebagai kota pendidikan terbukti tidak adanya perpustakaan daerah, taman bacaan, kasus sertifikasi guru dan alokasi dana BOS yang tidak tepat.

Lalu, kerusakan sejumlah ruas jalan di Kota Psp yang mengakibatkan terganggunya arus lalu-lintas. Penyusutan lahan pertanian di Kota Psp dan tata letak Kota Psp yang tidak sesuai sehingga banyak terjadi kerusakan ekosistem Daerah Aliran Sungai (DAS).

KAMMI Psp juga mengkritisi sikap pemerintah yang melaksanakan ulang tahun yang terkesan pemborosan anggaran. Menurut mereka, apabila biaya acara ulang tahun ini diberikan kepada orang miskin, maka akan dapat menimbulkan lapangan pekerjaan baru.

“Berapa ratus juta biaya acara ulang tahun? Padahal kalau biayanya diberikan kepada warga miskin di Kota Psp akan jauh lebih bermanfaat dan dari mana HUT Pemko Psp ini?” tanya mahasiswa.

Baca Juga :  Mantan Bupati Palas Terancam 'Gol'

Aksi unjuk rasa KAMMI Psp diterima Ketua DPRD Psp, Aswar Syamsi, Ketua BK, Marataman Siregar dan Ketua Komisi I, Khoiruddin Rambe dihalaman kantor DPRD Psp dengan pengawalan Polres Psp.

Aswar Syamsi bersama Marataman Siregar menanggapi pernyataan sikap, menyebutkan, DPRD Psp bersama Pemko Psp tetap serius dan berupaya terus untuk melaksanakan pembangunan di Kota Psp ini.

Dicontohkan ketua dewan, untuk pembangunan fisik di Kota Psp sekitar 40 miliar tahun ini dengan sekitar 100 item kegiatan dan penjelasan lainnya. “Meski demikian, kami akan akan fokus pada aspirasi masyarakat,” ucap ketua dewan. (phn)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*