Relokasi Korban Banjir Madina Belum Diputuskan

Sumber: www.metrosiantar.com

Ibu dan Anak - Banjir Madina Tapsel

MEDAN-METRO; Rencana relokasi korban banjir di Kabupaten Mandailing Natal masih menunggu kajian tim Badan Perencanaan Pembangunan Daerah bersama pemerintah daerah setempat. Hingga saat ini masih belum ditentukan apakah korban banjir akan direlokasi atau tempat tinggal mereka yang rusak direhabilitasi dan direkonstruksi.

Kepala Dinas Informasi dan Komunikasi Provinsi Sumut Eddy Syofian mengatakan, masih belum diputuskan apakah korban banjir yang mendiami enam desa di Kecamatan Muara Batang Gadis, Kabupaten Mandailing Natal, akan direlokasi atau hanya diberikan kompensasi berupa rehabilitasi dan rekonstruksi tempat tinggalnya yang rusak. Karena proses relokasi dan rehabilitasi berbeda. Relokasi membutuhkan tempat baru, sedangkan relokasi mungkin warga tetap berada di tempatnya yang lama, tetapi tempat tinggalnya direhabilitasi, kata Eddy di Medan, Senin (12/10).

Menurut Eddy, Pemkab Mandailing Natal sudah melaporkan ke Gubernur Sumut Syamsul Arifin perihal kebutuhan proses rehabilitasi dan rekonstruksi pascabanjir. Mereka membutuhkan dana sedikitnya Rp53 miliar. „Ini yang nantinya akan kami usulkan ke Bappenas dan Badan Penanggulangan Bencana Nasional. Sebab, kalau kerusakannya mencapai lebih dari 30 rumah, butuh peran pemerintah pusat,” kata Eddy.

Sejauh ini data kerusakan akibat banjir Mandailing Natal adalah 65 rumah hilang akibat hanyut oleh banjir, 311 rumah rusak berat, dua unit SD hanyut, 230 rumah tertimbun berbagai material yang dibawa banjir, dan 53 rumah rusak ringan.

Baca Juga :  Berkat Toure, City Samai Arsenal

Wakil Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho mengatakan, tim Bappeda yang ditugaskan menginventarisasi kerusakan serta menganalisis kemungkinan relokasi atau rehabilitasi masih belum menyerahkan laporan. „Sampai saat ini belum ada laporan dari tim Bappeda ke saya. Tindakan selanjutnya dari Pemprov Sumut masih menunggu hasil laporan tim Bappeda,” ujar Gatot.

Gatot memastikan, Pemprov Sumut tidak akan tinggal diam menangani korban banjir di Mandailing Natal. „Memang masih belum ada kepastian apakah akan relokasi atau rehabilitasi, tetapi tim Bappeda akan segera melaporkan hasil kajian mereka untuk segera kami tindak lanjuti,” ujarnya.

Khusus untuk proses rehabilitasi dan rekonstruksi rumah korban banjir, kata Eddy, Pemprov Sumut telah meminta Departemen Kehutanan untuk menggunakan kayu gelondongan yang terbawa banjir. Dinas Kehutanan sudah meminta izin agar kayu-kayu yang terseret akibat banjir digunakan sebagai bahan merehabilitasi rumah-rumah warga yang terkena banjir. „Kami butuh izin dari Departemen Kehutanan untuk menggunakannya,” kata Eddy. (kdc)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*