Relokasi Pedagang Kaki Lima Padangsidimpuan

SIDIMPUAN – Tim Koordinasi Pemerintah Kota Psp akan turun langsung ke Jalan Thamrin, Jalan P Lumumba, Jalan Mangga dan Jalan Mangonsidi, untuk melakukan penataan atau relokasi pedagang kaki lima (PKL) ke pasar tradisional.

Dengan tujuan untuk menjalankan Peraturan Daerah nomor 44 tahun 2003 tentang peruntukan dan penggunaan jalan di daerah Kota Psp dan Perda nomor 8 tentang pemetaan dan pembinaan pedagang kaki lima sehingga dapat berfungsi untuk pengendara lalu lintas serta pedagang dapat berjualan di pasar tradisional.

“Tim Koordinasi Pemko kembali menggelar rapat untuk menentukan waktu ke lapangan untuk relokasi dan penataan PKL yang berjualan di atas badan jalan. Hasilnya, tim koordinasi akan turun ke lapangan Jumat tanggal 5 September mendatang. Akan tetapi, tim akan melakukan sosialisasi terhadap PKL sebelum tiba waktu untuk melakukan relokasi,” ujar Sekda Kota Psp Drs Zulfeddi Simamora MM melalui Kabag Humas Drs Rahmat Irmansyah, Senin (1/9).

Sesuai dengan hasil keputusan rapat, para PKL yang berada di luar Pasar Ucok Kodok dan Pasar Sangkumpal Bonang akan diberikan 3 pilihan pasar tradisional sebagai tempat berjualan. Yaitu Pasar Saroha Padang Matinggi, Pasar Dalihan Natolu Sadabuan dan Pasar Pajak Batu.

“PKL yang berada di Pasar Ucok Kodok tidak diperkenankan lagi pindah ke Jalan Thamrin dan tidak diperbolehkan lagi berjualan apabila ada terdapat PKL yang berjualan ke daerah Jalan Thamrin. Sama halnya dengan PKL yang ada di Pasar Sangkumpal Bonang, mereka (PKL) akan diberikan kelonggaran biaya atau gratis berjualan di lantai dasar selama 1 tahun,” tuturnya.

Baca Juga :  Pondok Maksiat Menjamur di By Pass Sidimpuan

Dikatakannya lagi, PKL lainnya akan disarankan masuk ke daerah pasar tradisional yang dikelola Pemerintah Kota Psp sehingga badan jalan dapat ditata dengan baik. Kemudian Dishub akan melakukan penataan becak motor dan angkutan umum agar tidak lagi menjadi penyebab kesembrautan lalu lintas.

“Apabila PKL yang di Pasar Sangkumpal Bonang turun ke lantai dasar, maka tempat mereka yang saat ini akan dijadikan sebagai lahan parkir. Kemudian becak motor yang beroperasi di sekitar pasar itu akan ditata dengan baik sehingga tidak mengganggu untuk pengendara lainnya sesuai dengan hasil keputusan saat ini,” tuturnya.

Di tempat terpisah, Kepala Pasar Pajak Batu Pandapotan Harahap, mengatakan sudah banyak PKL yang telah mendaftarkan diri untuk berjualan. Akan tetapi mereka (PKL yang sudah mendaftar) belum ada yang masuk untuk berjualan.

“Sejak adanya wacana untuk relokasi PKL, Pajak Batu sudah 38 orang yang mendaftar kepada kita untuk berjualan dan tempat mereka berjualan sudah disediakan. Kemudian kita akan masih terus membuka pendaftaran untuk para pedagang sesuai dengan daya tampung kita di pasar ini,” ujarnya.

Berbeda dengan Kepala Pasar Saroha Padang Matinggi Lenni, ia mengatakan belum ada yang melakukan pendaftaran walau sudah ada wacana untuk penataan PKL. “Belum ada yang mendaftar sama kita, tapi melihat-lihat dan bertanya-tanya sudah banyak yang datang sama kita,” ujarnya melalui telepon seluler. (bsl)

Baca Juga :  Wakil Ketua PC NU Kabupaten Tapsel ; Tapsel Baru Bisa Maju Jika Dipimpin Figur yang Tidak Emosional

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*