Remaja Asal Madina Koma Dianiaya Genk Sekolah

Senin, 14 Desember 2009 – www.metrosiantar.com

MEDAN-METRO; Penganiayaan sesama pelajar terus mewarnai dunia pendidikan. Asrul Siregar (17) siswa kelas III SMK Yayasan Pendidikan Keluarga (YPK) Medan, kritis setelah dikeroyok 2 anggota genk sekolah, Jumat (11/12) lalu.

Hingga Minggu (13/12), korban penduduk Jalan Gemilang no 3 Teladan, Medan Kota masih menjalani perawatan intensif di ruang ICU Rumah Sakit Estomihi Jalan Sisingamaraja Medan. Dia menderita luka serius di bagian kepala dan di sekujur tubuhnya. Bahkan sebelumnya remaja ini sempat koma selama dua hari.

Meski sudah mulai bisa membuka mata, Asrul Siregar yang masih terbaring di ruang ICU belum bisa diajak berkomunikasi. Bahkan untuk mengenali orang, remaja asal Singkuang

Kabupaten Mandailing Natal ini masih sulit. Termasuk pamannya Batara Butarbutar yang setia menjaganya di rumah sakit, masih sulit dikenalinya.

Kepada wartawan Batara mengaku tak pernah menyangka, keponakannya yang dikenal sebagai anak pendiam harus menjadi korban pengeroyokan 2 teman sekolahnya yang dikenal sebagai anggota genk sekolah. Ini menurutnya hanya karena salah seorang tersangka tersenggol, saat korban bercanda dengan teman sekelasnya.

Dari informasi yang diterimanya, pengeroyokan terhadap Asrul, seperti sudah direncanakan, karena sengaja dilakukan di dalam ruangan kelas dengan kondisi terkunci dan di saat seluruh siswa pulang sekolah.

Akibat tindakan brutal tersebut, anak kelima dari 9 bersaudara pasangan Maimuddin dan Nurlaila ini mengalami luka serius di bagian kepala dan di sekujur tubuh. Bahkan saat dibawa ke rumah sakit korban sempat tidak sadarkan diri.

Baca Juga :  Pengangkatan PNS Sekdes Pasar Ipuh Kec. Ulu Barumun PALAS Terkesan Direkayasa

“Yang saya sesalkan, pihak sekolah seperti menutup-nutupi kasus ini. Saat saya kesana, tidak ada satu pun pihak sekolah mau menjawab apa sebenarnya terjadi,” tukas Batara. Terkait kasus ini juga, Batara selaku wali murid Asrul selama ia bermukim di Medan mengaku, telah melaporkan kasus ini kepada pihak Polsek Medan Kota.

Kanit Reskrim Polsek Medan Kota Iptu Sangkot Simaremare ketika dikonfirmasi mengaku masih menyelidiki kasus penganiayaan yang mellibatkan pelajar tersebut. “Kita telah menahan satu orang pelaku. Petugas masih mengejar seorang pelaku lagi,” pungkas Simaremare singkat. (min)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*