Restoran Khusus untuk Makan Sendirian

Restoran di Amsterdam ini hanya punya meja untuk satu orang (Eenmaal).

Jika ingin makan sendiri, biasanya orang akan memesan makanan dari mobil atau dari kamar hotel.

Hal ini dirasa tepat ketimbang harus makan sendiri di restoran dan dianggap “tidak punya teman”. Namun saat ini, makin banyak orang-orang yang hidup sendiri.

Aaron Allen, seorang konsultan restoran yang berasal dari Florida, Amerika Serikat, mengatakan survei menunjukkan satu dari tujuh orang dewasa di AS hidup sendiri.

Sehingga stigma negatif tentang ‘makan sendirian’ mulai menghilang.

Orang-orang kini tidak ragu untuk makan sendirian di restoran dan Allen mengatakan sejumlah restoran di seluruh dunia sudah mulai mengerti adanya kultur baru ini.

Pemilik restoran pun kemudian mencoba banyak hal untuk membuat para pelanggan mereka nyaman, misalnya dengan menyediakan lebih banyak kursi di bar, atau mendorong staf restoran untuk lebih memperhatikan pelanggan yang duduk sendiri.

Stephen Beckta pemilik restoran di Ottawa, Kanada, mengatakan bahwa restoran yang baik harus melihat para pelanggan ini sebagai suatu “pujian terbesar yang dapat diterima oleh sebuah restoran”.

Tiga restorannya yaitu Beckta, Play dan Gezellig—merupakan magnet bagi para pengunjung lajang di ibu kota Kanada.

Kekuatan daya beli

Namun, bagi pengunjung lajang yang benar-benar ingin merasa sendiri, ada Eenmaal, sebuah restoran di Amsterdam, Belanda, yang hanya memiliki satu kursi untuk satu meja.

Baca Juga :  28 Km Menggendong Anak Difabel ke Sekolah

Dibuat oleh desainer Belanda Marina van Goor, restoran ini selalu penuh pada setiap malamnya dan mereka membuka cabang di Antwerp, London, Berlin dan New York akhir tahun ini.

Van Goor menilai kini di masyarakat, orang-orang hampir tidak memiliki ruang untuk sendirian di antara kerumunan orang, kecuali jika Anda pergi ke suatu tempat.

“Saya ingin menciptakan tempat menarik yang bisa menyatakan bahwa tidak apa-apa kita untuk sementara waktu terputus dengan dunia sosial.”

Aaron Allen mengatakan ada sejumlah alasan sosial di balik banyaknya penggemar ‘makan sendirian’ ini.

“Angka perceraian yang tinggi, dan orang-orang yang menunggu lama untuk menikah,” katanya.

“Karena itu, jumlah orang-orang sendirian semakin banyak di pasar, dan mereka jauh lebih makmur dalam hal yang berkaitan dengan biaya hidup dan makanan.”

Sejumlah angka resmi memastikan bahwa daya beli masyarakat tunggal sangat luas.

Biro Statistik Tenaga Kerja menghitung bahwa penghasilan jumlah lajang di AS senilai US$1,9 triliun per tahun.

(Sumber: www.bbc.co.uk/indonesia)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*