RI Manfaatkan Kunjungan Obama untuk Perkuat Investasi AS

Pemerintah siap memperkuat kerjasama di bidang perdagangan dan investasi bersamaan dengan kedatangan Presiden AS Barack Obama ke Indonesia pada 9-10 November mendatang. AS kini tercatat sebagai salah satu negara tujuan ekspor terbesar dan sumber investasi penting Indonesia.

Wakil Menteri Perdagangan Mahendra Siregar menilai dengan pertumbuhan ekonomi Indonesia yang pesat, Indonesia membutuhkan investasi yang cukup besar dan Amerika Serikat merupakan sumber investasi terbesar, bahkan termasuk dalam 3 negara investor terbesar di Indonesia.

“Di satu pihak Indonesia ini tumbuh semakin cepat dan tentu dalam pertumbuhan ini banyak membutuhkan kerjasama perdangan dan investasi, dalam maupun luar.

AS dilihat dari angka realisasi investasi nomer tiga terbesar, jadi merupakan sumber investasi yang penting,” ujar Mahendra di Kantornya, Jalan M.I Ridwan Rais, Jakarta, Senin (8/11).

Dengan kedatangan Obama, Mahendra akan menggunakan momentum tersebut untuk meningkatkan kerjasama dengan Negara Paman Sam tersebut sehingga menjadi lebih baik, terutama dalam sektor investasi dan perdagangan.

“Supaya hubungan itu sudah lebih baik. Kita buat momentum yang lebih pas.

Walaupun kita makin dekat dengan kawasan region, tapi di lain pihak kita diingatkan Amerika Serikat merupakan investor besar, jadi jangan sampai kedekatan yang tadi itu (dengan negara region) menghilangkan psoses strategis dengan Amerika. Kita harus jaga,” ujarnya.

Namun, ketika ditanya mengenai target investasi dan perdagangan apa saja yang akan segera dilakukan dengan Amerika Serikat, Mahendra belum bisa menjawab secara detail.

Baca Juga :  Yusril Ihza Mahendra: MK Tidak Berwenang Menguji PERPU

“Belum. Dari comprehensive partnership di seluruh sektor,” tandasnya.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, AS masih merupakan salah satu negara tujuan ekspor terbesar Indonesia selain Jepang dan China.

Selama September, Indonesia masih mencetak surplus perdagangan nonmigas dengan AS sebesar US$ 483 juta.

BPS mencatat, nilai ekspor nonmigas Indonesia ke AS mencapai US$ 1,018 miliar atau setara dengan 10,55% dari total ekspor nonmigas RI selama September 2010 lalu.

Dari sisi impor nonmigas RI dari AS, selama September nilainya mencapai US$ 534,9 juta atau setara dengan 7,10%. Angka itu turun tajam dibandingkan Agustus yang sebesar US$ 971,1 juta.

Indonesia melalui Kementerian Perindustrian menargetkan investasi perusahaan Amerika Serikat (AS) di Indonesia menembus angka 1 miliar dolar AS dalam beberapa tahun mendatang, seiring kedatangan Presiden AS Barack Obama.

“Investasi AS di Indonesia masih kecil dibanding dengan negara-negara Asia lainnya, seperti Jepang dan Korea.

Saya harap bisa meningkat dengan kedatangan Obama,” kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta, Senin (8/11).

Menurut dia, pemerintah mengarahkan perusahaan AS berinvestasi di sektor alat berat dan permesinan.

Sejauh ini, kata dia, sudah ada beberapa perusahaan AS yang masuk ke sektor alat berat, seperti Caterpillar Inc dan raksasa alat berat AS.

Caterpillar, kata Hidayat, berencana menanam modal sekitar 500 juta dolar AS.

Investasi ini akan direalisasikan pada tahun depan.

Pihak Caterpillar, Hidayat melanjutkan, telah bertemu dengan Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) untuk menagih insentif fiskal yang ditawarkan Pemerintah Indonesia.

Baca Juga :  Sukses Ungkap Penculikan Bayi, Polrestabes Bandung Dapat Penghargaan Kompolnas

“Tentunya permintaan Caterpillar akan direspons pemerintah,” katanya menegaskan.

Obama dijadwalkan bertandang ke Indonesia pada 9-10 November mendatang.

Hal ini sudah dikonfirmasi oleh Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa dan Duta Besar AS untuk Indonesia Scot Marciel.

Dalam lawatan dua hari tersebut, Obama dijadwalkan melakukan pertemuan bilateral dengan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang dilanjutkan dengan makan malam kenegaraan pada tanggal 9 November.

Dalam pertemuan bilateral tersebut, kedua negara akan meluncurkan kemitraan komprehensif Indonesia-Amerika Serikat.

“Kedatangannya kali ini akan secara resmi meluncurkan ‘comprehensive partnership’ antarkedua negara,” ungkap Menlu Natalegawa.

Selanjutnya Obama akan berpidato di Masjid Istiqlal, Jakarta, dan berkunjung ke kampus Universitas Indonesia, Depok. (dtc/Ant/try) (analisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*