Ribuan Hektar Sawah Di Barumun Terancam Beralih Fungsi?

SIBUHUAN – Ribuan hektar lahan persawahan 14 desa di Kecamatan Barumun, Kabupaten Padanglawas (Palas), kekeringan dan terancam beralih fungsi. Untuk itu mahasiswa dan petani tuntut bupati merealisasikan pembangunan irigasi Aek Siala di Desa Sigorbus, Kecamatan Barumun.

Selain itu, sejumlah mahasiswa dari Himpunan Mahasiswa Al Wasliyah (HIMMAH), Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) dan Pengurus Besar Ikatan Pelajar Sosa Sekitar (PB-IPS 2) Kabupaten Padanglawas juga menyapaikan tuntutannya.

Ketua DPRD Palas, HM Rido Harahap, menyambut baik tuntutan mahasiswa dan petani 14 desa. Ia turut memperjuangkan tuntutan masyarakat tersebut, maka di tahun 2011 DPRD telah menyetujui anggaran pembangunan irigasi sebesar Rp1,5 miliar.

“Ratusan petani itu berasal dari 14 desa, termasuk Desa Sigorbus Julu, Sigorbus Jae, Hasahatan Julu, Hasahatan Jae, Binabo Julu, Binabo Jae, Purba Tua, Bangun Raya, Sialambue, Handis, kecamatan Barumun, Pagaransilindung, Janji Matogu, Hutaibus, Pagaran Jalu Jalu dan Kecamatan Lubuk Barumun,” ujarnya, pagi ini.

Menurutnya, masyarakat petani dari 14 desa itu mengakui sudah dua tahun terahir tidak melaksnakan aktivitas bertanaman padi, sebab kurangnya pengairan. Akibatnya tidak sedikit lahan persawahan masyarakat yang beralih fungsi dari tanaman pangan ke tanaman keras.

Swasembada pangan yang selama ini membanggakan petani di Padanglawas drastis menurun. Apalagi irigasi aek siala yang merupakan salah satu sarana irigasi/pengairan terpanjang untuk membutuhi pengairan sekitar lebih 3.000 ha lahan persawahan masyarakat di daerah ini. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  Rahudman 'target' Polda Sumut

1 Komentar

  1. Pembangunan seharusnya untuk perubahan yang lebih baik dan bermanfaat untuk rakyat setempat. Sawah merupakan mata pencaharain warga desa. Sudah seharusnya justru pemerintah memikirkan bagaimana agar rakyatnya bisa hidup dengan tenang. Pun jika tetap dialihkan fungsinya, pemerintah mesti memikirkan pekerjaan pengganti bagi mereka yang lahannya digantikan. sosialiasi dan pendekatan kepada warga mesti diberdayakan kembali. jadi jangan hanya kepentingan bisnis beberapa pihak saja.contoh jakarta, pembangunan membuat masalah baru buat warganya

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*