Ribuan Meter Kubik Kayu PT. TPL Berkasus – Dishut dan Polres Diam

blokade 11 Ribuan Meter Kubik Kayu PT. TPL Berkasus Dishut dan Polres Diam
Armada tronton TPL di lokasi Banggua diblokade rakyat Angkola Timur dan Sipirok

Angkola Timur, Kinerja penebangan kayu PT. Toba Pulp Lestari (TPL) di wilayah Kecamatan Angkola Timur terlihat gamblang membabi-buta main hantam-kromo, tak perduli tanah kebun sawah rakyat dihajar semua. Staf pribumi asal Tabagsel selalu dianggarkan kasak-kusuk ke Pemkab dan putar-belit ke kalangan petani. Perlawanan rakyat memblokade jalan angkutan kayu curian TPL akhirnya membuat ribuan M3 kayu tebangan liar terancam rusak membusuk. Menyikapi tuntutan rakyat, Dinas Kehutanan dan Polres Tapsel hanya diam, terkesan acuh terhadap kerugian negara puluhan milyar.

Temuan terakhir kasus penebangan liar dan pencurian kayu oleh perusahaan milik singkek Singapura, Tan Kang Hoo alias Sukanto Tanoto dengan barisan operatornya direkrut dari kalangan pribumi putra-daerah bermental penjilat yang tega menghancurkan sumber mata-pencaharian rakyat petani bangsanya sendiri. Seperti Chairudin Pasaribu berjabatan keren comunication manager di Gedung Uniland Kota Medan yang job descriptionnya lobby kasak-kusuk menjinakkan Pemkab dan Dishut Tapsel, dan anaknya Riza Pasaribu humas di TPL Sektor Tapsel/Padangsidimpuan (Psp) bersama Sektor manager James Tampubolon, Kordinator Betmen Ritonga, P2LHP Hot Marnaek, Penerbit FAKB Ramson Sinaga yang sudah sering ketahuan selalu `jual-kecap` tabur dusta tipu bohong mengelabui rakyat petani di Angkola Timur.

Kasus terakhir temuan lsm Aliansi Rakyat Merdeka (Alarm) kejahatan TPL terjadi di wilayah Dusun Hutabaru Desa Pargarutan Dolok. 2 bidang tanah  kebun Karet dan Pinus warisan milik M. Amin Siregar di Tor Banggua hancur dirusak dan dicuri TPL. Beberapa kali upaya Amin Siregar didukung Kelompok Tani Simatoktong Dusun Hutabaru mempertahankan hak dan menuntut ganti-rugi, selalu dihadapi antek TPL seperti Betmen Ritonga dan Riza Pasaribu dengan mulut manis hambur janji muluk yang belakangan terbukti cuma alasan dalih kilah dusta bohong menipu rakyat petani.

Baca Juga :  Di duga Jadikan Kegori Dua (K2) Ajang Bisnis, Plt. Sekdakab Palas Ancaman Besar Kemajuan Palas

Kejahatan TPL tsb sebenarnya sudah beberapa kali diadukan ke Polres Tapsel, bahkan gelar Perkara pun sudah pernah dilakuan di Polres Tapsel namun tindak-lanjut proses hukumnya nihil. Karena terlihat Kapolres AKBP Subandriya terkesan tak perduli, Kasat Reskrim Lukmin Siregar berdalih sibuk urusannya mutasi, Kanit-IV/Tipiter Haji Samsul Bahri Siregar selalu berdalih dengan segala macam alasan mengelak.

Sesudah rakyat habis sabar sewaktu dalam peristiwa terakhir ketahuannya 3 tronton TPL dikawal humas Riza Pasaribu angkut kayu melewati tanah Amin Siregar yang masih dalam status perkara, akhirnya kalangan rakyat petani Dusun Hutabaru yang tergabung dalam kelompok Simatoktong dipimpin Syawaludin Harahap didukung sejumlah elemen rakyat Sipirok seperti Soripada Hutasuhut, Rudi Siagian, Roni Harahap, Ganefo Pane didampingi beberapa aktifis lsm Alarm, pada Hari Minggu (9/9) menggerakkan massa memblokade jalan angkutan truck kayu TPL.

Riza Pasaribu humas dikawal sejumlah security dan Kepala Pos Polisi Pargarutan dan diekori kontraktor Robin Sianturi datang menunduk-nunduk mengemis meminta agar ketiga tronton TPL dilepas. Setelah terjadi dialog disertai ejekan massa, akhirnya Riza Pasaribu beserta gerombolan karyawan antek TPL diperkenan membawa kembali ketiga unit tronton BK-8627-TF, BK-8091-XW, BK-9268-XT dengan prasyarat semua muatan kayu Pinus dibongkar kembali dan ditinggalkan begitu saja.

Ka Pospol Pargarutan mulanya coba menggertak kelompok massa rakyat yang memblokade jalan angkut kayu truck TPL, dengan menjual nama Wakapolres Kompol Zaenuddin S.Ag dan menyuruh perwakilan rakyat datang malamnya ke Mapolres Tapsel. Namunsewaktu ditanya mana SPP (surat perintah panggilan) si Ka Pospol Pargarutan malah ngacir pergi.

Sementara 1 unit excavator merk Hyundai dipaksa untuk dibiarkan terkapar di lokasi Banggua persis di atas tanah hak milik Amin Siregar. Lanjutan kasus kejahatan TPL menjarah tanah rakyat petani kelompok tani Simatoktong di lokasi Banggua terlihat masih terus mengambang. Semua pejabat instansi terkait di Gedung UniLand Medan, Kantor pusat TPL di Porsea seperti Chairudin Pasaribu, Kord Sektor Simon Sidabuke, Kantor Dishut Tapsel dan di Mapolres Tapsel –entah kenapa—semuanya kompak serentak bungkem melempem.

Baca Juga :  Demi Wujudkan Pelayanan Prima - PNS di Jajaran SKPD Palas Harus Tingkatkan Disiplin

Dir lsm Alarm, Achmad RM Hutasuhut yang datang memantau dan mendokumentasikan kejadian tsb berkomentar, “Biarkan saja Barang Bukti (BB) ribuan M3 kayu tebangan TPL lapuk membusuk kembali terurai jadi unsur hara tanah di Banggua, dan excavator milik kontraktor yang dirental TPL rusak berkarat, untuk jadi bukti sejarah kejahatan TPL di bumi Angkola Timur”, ketusnya.

( ryzach morniff )

blokade 21 Ribuan Meter Kubik Kayu PT. TPL Berkasus Dishut dan Polres Diam
Humas TPL Riza Pasaribu mrengek ke rakyat Hutabaru di Banggua
blokade 31 Ribuan Meter Kubik Kayu PT. TPL Berkasus Dishut dan Polres Diam
Excavator TPL beserta ribuan M3 kayu diblokade di Tor Banggua, di lembah kejauhan nampak Desa Pargarutan Dolok
blokade 4 Ribuan Meter Kubik Kayu PT. TPL Berkasus Dishut dan Polres Diam
Comunication manager Chairudin Pasaribu, Kored Sektor Simon Sidabuke, P2LHP Mayor Siagian, Kapolres Subandriya, hanya diam…?
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

23 Komentar

  1. Justru Qisya = Ortega aktifis cabul bergelimang zinah yg manusia recehan. Usiamu masih kemarin sore sok panggil adek, dasar tak tahu malu. Seumur jagung kau tampil di Tapsel, mau ukur sejarah reputasi orang? Tanya mantan Kapolres Didit Wijanardy, kenapa dia terusir dari Tapsel? Klipping berita 2 X aksi demo 2005 di Poldasu tuntut Didit dicopot masih lengkap. Kau sendiri apa reputasimu? Parasit benalu makan uang gendak-gendakmu? Semua orang tahu kau hobby porotin duit perempuan. Gedung domisilimu juga punya sejarah panjang bisnis lendir. Sangkin pengecutnya kau cuma berani pakai nama samaran.
    Klu masih juga tebal muka, lanjutkanlah terus ocehan dengkimu sendiri, tokh banyak orang dah tahu riwayat kelam dirimu yg menjijikkan.
    Selama ini juga kau cuma berani muter di Kota Psp, masuk Tapsel kau takut karena sadar mentalmu kerdil. Hayo pamerkan terus kebobrokan, kedengkian dan kepicikanmu, biar jadi tertawaan umum.

  2. AKU MAU LIAT MURNIF LAPORKAN KA POLRES KE PROPAM… TAPI AKU TAU MURNIF GA AKAN MAMPU UNTUK ITU KARENA AKU TAU KAPASITAS MURNIFF SAMPAI MANA…. JADI KEPADA ADEK MURNIF AKUI AJA KEKALAHAN.. DAN SADAR KLAS ANDA DI MANA … LSM RECEHAN

  3. MURNIF2….. KAPAN MURNIF BELA RAKYAT DARI DULU SAYA TAU MURNIF CUMA BELA UANG….. MAKAN TEMAN HINGGA MASUK PENJARA ITULAH MURNIFF…. KASIHAN KAWAN KAWAN YANG MENJAGOKAN MURNIF KARENA MURNIF KAGAK JAGO KEPADA TPL JANGAN TAKUT AMA MURNIF YANG BANDIT KAMPUNGAN ITU MAJU TERUS TPL SUKS MENYERTAI ANDA

  4. “Perjuanganku lebih mudah karena mengusir penjajah, tapi perjuanganmu akan lebih sulit karena melawan bangsamu sendiri.” – ( Bung Karno )…..

    Prediksi alm bung karno itu….pas … dan betul2 terjadi sekarang ini….kalau bukan kita yang jadi benteng melindungi hutan dan kekayaan alam …..siapa lagi…..jadi TPL….ini termasuk penjajah dari bangsa sendiri…..satukan langkah….LAWAN……tegakkan Undang-Undang…NKRI…ini lahir berazaskan PANCASILA dan Undang Undang Negara thn 1945…….

  5. Stagnannya proses hukum kejahatan pidana TPL di Tapsel, dilatari background karier Lantas/Samsat Kapolres AKBP Subandriya sehingga dia terkesan bodoh urusan intel dan reserse. Dampaknya si Lukmin Kasatreskrim dan si Samsul Bahri Kanit-IV/Tipiter mudah berkonco sama bajingan TPL dgn mengecoh dan menokohi Subandriya yg blo`on aturan hukum pidana kehutanan. Fait appycomplinya sederhana saja, Subandriya mau dipropam dan prapid atau dia pilih copot si Lukmin dan si Samsul Bahri. Kasi dululah Subandriya kesempatan pledoi apologi plus alternatif pilihannya. Wait and see such what the next people action: publikasi Subandriya dipropam atau publikasi Lukmin dan Samsul Bahri dimutasi.

  6. sudah banyak komentar NEGATIF tentang TPL khusus dari mantan -mantan petugas TPL dulunya membenarkan bahwa TPL memang banyak melakukan kegiatan MANIPULASI PAJAK NEGARA dan ILLEGAL LOGGING, dan bila perlu mari kita saksikan bersama-sama di lapangan di kab. tobasa, kab.humbahas, kab. samosir, kab. dairi, kab.pakpak bharat, kab. simalungun, dan jab, Tapsel ini sudah JANGAN KITA – KITA MASYARAKAT BERSEBERANGAN TENTANG TPL ini. Jelas FAKTA dilapangan TPL adalah perusahaan raksasa perusak lingkungan hutan penyanggah kawasan danau toba, area hutan bukit barisan, perusak jalan-jalan dan menjarah tanah rakyat tanpa kasihan. INGAT ANDA – ANDA KASUS INDORAYON . minta ampun ama masyarakat maka dikasi kesempatan lagi buka namanya PT.TPL,. nyata2nya PEMBOHONGAN PUBLIK makanya TPL sekali lagi perlu dibenahi, tapi karena sudah OVER Arogansi TPL ini juga pabriknya diporsea sudah merusak lingkungan dan menyebabkan pencemaran tingkat tin nggi maka sudah wajar wacana untuk TUTUP TPL Kawan-kawan. tapi bagi anda – anda yang tidak PAHAM TPL, melalui komentar ini saya sarankan JANGAN KOMENTAR ASALASALAN. Melawan TPL karena semua pihak baik swasta dan negara udah diUANGI , satu -satunya cara adalah kekuatan rakyat supaya mata Presiden, DPR,LSM,PERS,PROP,KAB, sampai kec. desa melihat dan tahu SEBENARNYA BAGAIMANA TPL ini. trus terang TPL adalah AROGAN maka hanya kekuatan rakyat yang sanggup mementahkannnnya. Kalau TPL sebenarnya baik – baik dan tidak RAKUS TAMAK baik sesuai TUPOKSI TPL mungkin rakyat membekapnya, ternyata sekarang jujur TPL lah yang menjajah rakyat , memperdaya rakyat. SALUT UNTUK KAWAN – KAWAN PEMERHATI LINGKUNGAN DAN PEMBELA KEPENTINGAN RAKYAT JELATA.

  7. JANGAN PAKAI SAMARAN qisya. ANDA SIAPA qisya ? jangan patentengan . anda suruhan Tagor Manik dan anteknya ya atau dapat saweran dari TPL atau mau jadi kontraktor TPL ya. Saya adalah pemerhati lingkungan yang sudah MUAK MELIHAT KEJAHATAN TPL ini. Anda qisya yang men gakungaku qisya kalau komentar baikbaik, kok ANDA MALAH BELA – BELA KEJAHATAN TPL ini. Siapapun anda qisya lihat jelas persoalannnya. TPL sudah merusak di semua kabupaten hutan konsesinya juga di Tapsel ini. siapa-siapaun ANDA 0 ANDA yang jelas banyak TOKOH – TOKOH YANG BERPERAN MENJAGA KELESTARIAN HUTAN KHUSUS TAPSEL INI DAN MEMBELA KEPENTINGAN RAKYAT BANYAK YANG TANAHNYA DICAPLOK TPL. Salut untuk PIMPINAN BERITA KABAR Newssidimpuan ini Bapak Mornif walAUPUN KAMI TIDAK MENGENAL beliau sekali lagi salut buat BAPAK tersebut dan rela bela rakyatnya dan perlu ditiru di daerah lain. Domisili saya Jakarta dan sering berkunjung ke setiap daerah untuk melihat kejahaTAN sukanto tanoto CS ini. Salut untuk Bapak Hutasuhut di Tapsel .Jangan pernah takut memberitakan kejahatan TPL dan orang seperti qisya ini perlu dikasi tahu apa itu TPL

  8. Dah tahunya aq siapa si nama samaran “qisya”, dirobah urutan abjad, ketahuan siapa dia. Track rekord moralnya ambrol berantakan, avonturir soliter, mungkin sampai nanti koit pun takkan pernah tahu apa yg disebut `home sweet home`.
    Ttg si Hayuara Dongoran, aq blm tahu mana lbh tua usianya atau UU No. 8 Tahun 1981 Ttg Kitab Hukum Acara Pidana? Jangan salah kaprah sinonimkan kata Menangkap kejahatan –yg dah jelas di depan mata– dgn kata sweeping yg `tengok nantilah sewaktu razia apa kasusnya`. Yg pasti sejak terbit UU ini, aq dah sering gunakan Pasal 111 ayat (1) “Dalam hal tertangkap-tangan Setiap Orang berhak Menangkap dan menyerahkan ke penyidik”. Klu memang negara memberi Hak kepada rakyatnya untuk bisa pro-aktif dlm penegakan hukum, kok mesti minder? Tak ada kewajiban keharusan hanya boleh mengadu ke instansi atasan thok. Siap nggak jadi manusia berkualifikasi warganegara yg “PD” dan bukan sekedar penduduk rakyat minder inferior sama birokrat dan konglomerat?
    Negara ini — seperti ditulis buku seorang pemikir kaliber nasional mantan Ang DPR-RI– sudah dibibir jurang negara gagal, masih mau pasif nonton lagi?
    Fakta sosial 80 warga dlm kriteria poleksos adalah proletar. Ini nampaknya ada indikasi pewaris mental Knil, NICA, Marsose makan gaji Hindia Belanda jadi serdadu tindas bangsa sendiri. Di globalisasi penjajahan ekonomi, juluk indahnya elite pribumi komprador modal asing.
    Jangan cuma sok komentar di kota, pigi sonoh ke desa-desa. Ummat manusia berkembang biak makin banyak, populasi 50 thn merdeka melonjak 6 X lipat. Tanah sistematis terus-menerus dicaplok korporasi, lahan pertanian kontinue menciut, lantas keturunan massa petani mau dipaksa jadi kuli di tanah warisan kakek-moyangnya?
    Dont forget one eternal wisewordyoung man, vox populi vox dei.

  9. Para ipar, lae, mora, kahanggi, anakboru par-Tapsel.
    Sangat baik bila kita masing-masing beri pendapat yang membuka pikiran.
    Itulah yang mencerahkan nalar.
    Tidak masalah kita berbeda atau bertentangan pendapat. Rukrek parau menjalaki tu rapot na. Penting saling menghormati. Bukan saling mencaci, saling merendahkan. Apalagi, gak baik mengungkap asal-muasal sesorang. Sebenarnya, hanya orang yang rendah-lah yang membiasakan diri merendahkan orang lain. Hindari mental “jappurut.”
    Soal laporan / pengaduan ARM yang gak ditanggai: Apa iya karena aparat gak ngerti, atau terkontaminasi, atau takut. Takut sama siapa? Kalau dasarnya cukup kuat, teruskanlah! Tetapi kalau tidak cukup kuat, lebih baik cari dasar-kuat dulu. Sebab, bisa-bisa nanti di-Propam-kan atau Prapid. Jadi memang mesti hati-hati.
    Sampai sekarang, saya termasuk yang berpendapat tindakan sweeping oleh yang pihak yang bukan memiliki otoritas adalah tindakan premanisme yang mesti dicegah dan diberantas. Ini melanggar peraturan. Ini anarkhisme. Kacaulah negeri ini bisa semua pihak yang “merasa benar” (pada hal belum tentu benar juga) dibiarkan bertindak sendiri. Barbar namanya. Rambo! Mau menegakkan hukum melalui cara-cara melanggar hukum, ini gak benar!
    Yang saya pahami, bila masyarakat melihat dan meyakini ada pelanggaran hukum oleh pihak lain –TPL atau siapaun– maka laporkanlah kepada pihak berwajib (berwenang). Dalam hal berkaitan degan hutan, ya ke Kehutanan dan Polisi. Boleh menyangka. Jangan menuduh. Bila aparat level kabupaten (katakanlah) gak becus, silakan laporkan ke level lebih tinggi (provinsi). Bolehkah kita membangun “kekuatan” massa? Ya, sangat tidak dilarang pada era demokrasi. Boleh diberdayakan sebagai penekan. Ya, penekan saja melalui berbagai aktivitas legal, seperti: demo (tapi jangan tanpa izin), kasi keterangan di koran (tapi jangan fitnah, kasar), rapat umum (pakai izin juga). Sweeping? Ini namanya bertindak sepihak. Pada masa orde lama, PKI dan organiasi mantelnya suka lakukan ini. Mereka suka mempertentangkan-kelas sosial. Feodal vs proletar. Pengusaha vs rakyat jelata. Perantau vs masyarakat kampung. Investor selalu dicap kapitalis vs masyarakat miskin. Adakah gejala seperti itu dewasa ini? Silakan pembaca yang menjawab!
    Selamat berjuang dengan cara legal, elegan, terhormat!

    HD

  10. Hee .. kurcaci pengecut “qisya”, klu mau nulis pakai nama alamat jelas, itu baru tgjawab siap hadapi tuntutan siapapun di negara ini. Aq investigator aq komentator kau sirik karena tak mampu? Aq provokator karatan di Tapsel, kenapa rupanya? Ini malah ocehan sampah pamer otak udang selera rendahmu. Bantah tulisanku, tuntut berita klu kau memang Benar dan Hebat !

  11. Cis, jijik baca komentar pengecut nama samaran, ngoceh bual “dia pikir orang takut ama dia…”. Nggak ada urusanku orang mau takut atau berani, cari makanku bukan dari urusan takut atau berani, tapi Benar Atau Salah. Yg jelas pasti KAU PENGECUT NAMA SAMARAN. Klu emang berani buktikanlah di dunia nyata mau di lapangan mau di forum terserah suka perutmu! Jangan cuma becus berkicau di media maya. Ise bapakmu, ise oppungmu di Tapsel biar publik ukur nilai. Atau kepala preman mana kau, mana bawa massamu, mau kulihat dulu apa sama seimbang komentarmu disini dgn fakta mentalmu sehari-hari !

  12. MURNIF HARUS KITA CONTOH KARENA TELAH BERHASIL MEMBENTUK LSM HOME INDUSTI YANG MEMBERDAYAKAN ISTRI ANAK MENJADI ANGGOTA TP HERANNYA DIA PIKIR ORANG TAKUT AMA DIA… PADAHAL ORANG LUCU NGELIAT DIA KASIHAN SEKALI KAU MURNIFFFFFFFFFFFFFF

  13. ADEK MURNIF KALO NULIS BERITA JANGAN SUR SEN DIRI, ANDA PENULIS ANDA YANG KOMENTAR ANDA INVESTIGASI SEHINGGA KESANNYA SUUURRR SENDIRI ALIAS ONANI, NANTI ABANG AJARI CARA MENULIS YANG BAIK SEHINGGA ADEK MURNIF BISA PROFESIONAL OKE

  14. ADEK MURNIF KALO NULIS BERITA JANGAN SUR SEN DIRI, ANDA PENULIS ANDA YANG KOMENTAR ANDA INVESTIGASI SEHINGGA KESANNYA SUUURRR SENDIRI ALIAS ONANI, NANTI ABANG AJARI CARA MENULIS YANG BAIK SEHINGGA ADEK MURNIF BISA PROFESIONAL OKE

  15. sebanyak apaUANG mu TPL Tagor Manik kalau ke hutan di kawal aparat. kita main gerilya ya kayak belanda dulu ama indonesia. habisnya belanda. kaulaha itu Tagor

  16. Jangan pernah takut sama PT.TOBA PULP LESTARI, TBK. TPL tinggal menunggu waktu saja untuk masuk NERAKA sekalian karyawan ama kontraktornya

  17. muka si chairuddin pasaribu mirip kayak anaknya si RIZA PASARIBU kayak anjing berak ngemis ama masyarakat, kalau ngak gitu nanti gajinya dipotong TPL . Dasar pasaripput katanya putra tapsel NYATA2nya menjual tanah dan rakyat Tapsel ama bandit Juanda panjaitan. dasar buaya darat

  18. MASYARAKAT LSM ORMAS PEDULI TANAH AIR DAERAH TAPSEL sekitarnya. Jangan pernah lagi kasi angin sama namanya TPL baik karyawannnya, Humasnya atau dirutnya sudah jelas2 merusak dan illegalllogging di hutan kita Tapsel. Lagu lama TPL kalau udah dikepung masyarakat minta2 ampunnnnnnnnnnn…, sekali lahi itu lagu lama TPL…. bakar sekalian mereka TPL ama kontraktornya ama mobilnya…. sudah dikasi hati TPL mau jantung . BAKAR TPL

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*