Ribuan Pekerja di Palas Terancam Tak Terima THR

Sedikitnya 8 ribuan pekerja yang bekerja di 44 perusahaan di Kabupaten Padang Lawas (Palas) terancam tidak menerima tunjangan hari raya (THR). Pasalnya, Pemkab Palas hingga kini belum mengirimkan surat edaran Menakertrans RI tentang perintah kepada seluruh perusahaan tersebut. Pemkab beralasan, pihaknya sibuk bersafari Ramadan.

Demikian disampaikan Ketua Himpunan Mahasiswa Palas (Himpas), Abdul Rahman Daulay SE, kepada METRO Rabu (25/8).

Menurut Rahman, Pemkab Palas terkesan tidak tegas terhadap pengusaha. Sebab, 44 perusahaan raksasa di Palas yang mempekerjakan ribuan pekerja diduga menindas hak pekerja dengan gaji yang tidak sesuai upah minimum kabupaten (UMK). “Hal ini seharusnya yang diperhatikan Pemkab, bukan sibuk safari ramadan yang hanya bersifat simbolis dan seremonial belaka,” ujar Rahman.

Wakil Sekretaris DPD KNPI Palas ini menambahkan, pihak Pemkab sebaiknya jangan sepele dengan persoalan ini. “Dari data Dinsosnakertrans jumlah pekerja di Palas mencapai 8.000-an. Pemkab harus memerhatikan hak mereka, termasuk THR,” pungkasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Sosial, Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Kadissosnakertrans) Palas, Badarun Pasaribu, mengaku, sejauh ini pihaknya belum memikirkan THR. Sebab, masih fokus pada safari Ramadan yang harus turun ke desa–desa hingga larut malam.

“SE Menakertrans memang sudah masuk, tapi belum sempat membacanya karena sibuk safari Ramadan. Selain itu, saat ini Kabid Naker tidak ada karena belum dilantik setelah penerapan PP 41 Tahun 2007 ini,” terangnya.

Baca Juga :  Abaikan Rakyat, Polres Tapsel “Tangkap-lepas” Kayu Illegal PT. Toba Pulp Lestari

Ketika disinggung, kapan perusahaan disurati, berapa besaran THR, bagaimana kriteria perusahaan yang wajib memberikan THR, serta apa sanksinya bila tidak dipatuhi, Kadis malah mengatakan dirinya masih belum mengetahui karena belum membacanya.

“Bagaimanalah pak, saat ini kita sibuk belum lagi persoalan kesibukan safari Ramadan, keterbatasan personel di kantor, serta anggaran yang sampai saat ini belum cair,” pungkasnya.

Sumber: http://metrosiantar.com/MENUJU_PALAS-PALUTA/Sibuk_Safari_Ramadan_Pemkab_Tak_Surati_Perusahaan_Soal_THR

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*