Riset MarkPlus Insight & Marketeers – Anak Muda Bandung Paling Sering Upload Foto di Facebook

facebook1 Riset MarkPlus Insight & Marketeers Anak Muda Bandung Paling Sering Upload Foto di FacebookAnak muda butuh perhatian, bahkan jika mungkin, ingin jadi pusat perhatian. Buat anak muda, perhatian dari orang lain, adalah salah satu bukti existensi mereka.

Bentuk perhatian sendiri tentunya macam-macam, menanyakan kabar adalah salah satu bentuk perhatian yang paling sederhana. Di level yang lebih tinggi, perhatian ditunjukkan dengan pujian, pasti akan membuat anak muda lebih bahagia. Intinya anak muda selalu berharap orang lain, mengerti, memahami, dan meresponi segala kondisi yang mereka alami.

Kebutuhan akan perhatian ini, bukan hal yang sepele, karena seseorang bisa stress hingga depresi hanya gara-gara merasa tidak diperhatikan. Kecenderungannya, bentuk mencari perhatian disalurkan pada hal-hal yang negatif. Banyak anak muda lari ke diskotik, cafe dan club, hanya untuk mendapatkan perhatian yang mereka rasa kurang.

Di era new wave seperti saat ini, berbagai platfom baru untuk berkomunitas, sebut saja seperti milis, forum, Facebook, Twitter dan masih banyak lagi, terus berkembang. Anak muda tidak lagi kesulitan untuk mendapatkan perhatian, dan perhatian yang didapat bisa dari mana saja, bahkan dari belahan dunia yang berbeda.

Dari hasil riset yang kami lakukan, aktifitas tersering yang dilakukan anak muda di sosial media on-line adalah update status, diikuti oleh aktifitas lainnya seperti memberikan komentar buat status orang lain, kemudian chatting dan up-load foto. Ketika ditelusuri lebih dalam lagi, dibandingkan dengan anak muda di kota lain, anak-anak di Bandung yang paling sering melakukan aktifitas tersebut di dunia online. Semua aktifitas tersebut, ketika kami gali lebih dalam, esensinya adalah agar  “ingin diperhatikan”.

Baca Juga :  Nazaruddin Belum Dipecat - Partai Demokrat Bohong

Tentu sering kali kita melihat status teman-teman atau adik-adik kita yang masih muda berganti terus. Hingga kita sering juga tergelitik, dan berpikir “kok hal sepele seperti itu dimasukin Facebook ya? Ada yang hanya bilang, “aduh temen gua nyebelin banget sih ” atau sekedar pamer  “enaknya buka puasa sambil makan donut” bahkan ada yang lebih parah, hanya curhat sambil bilang “aduh mules banget nih”.

Update status yang kelihatannya sepele itu, sebenarnya adalah bentuk teriakan anak muda, untuk segera diperhatikan. Maka tidak heran, status yang dipasang sengaja dibuat sedemikian rupa supaya orang lain penasaran dan memberikan respon. Dan respon adalah hal yang yang sangat ditunggu-tunggu dan diharapkan oleh anak muda ketika mengupdate status mereka di on-line social media.

Bagi anak muda, social media seperti Facebook dan Twitter tidak beda dengan buku harian tempat curhat, tapi ini asyik. Karena versinya digital, tinggal ketik aja di HP dan beres.

Pertanyaannya “Kenapa harus di jaringan global yang bisa dibaca semua orang? Jawaban spontan yang keluar dari teman-teman hampir sama intinya, “loh kalau nulis di note atau MS Word, siapa yang bakal baca, terus siapa yang bales?

Dari jawaban ini, sudah jelas bahwa anak muda ingin orang lain tahu keadaan dan perasaan mereka saat itu, dan yang paling ditunggu adalah responnya. Bahkan akan menjadi sebuah kegelisahan yang mengobar ketika apa yang ia tampilkan di sosial media tidak direspon oleh temannya.

Esensinya adalah anak muda butuh sekali perhatian. Untuk mendapatkan itu, mereka bahkan menghabiskan banyak sekali waktunya dalam satu hari di jejaring sosial. Kebutuhan ini, segera diresponi oleh para produsen handphone seperti Nokia, Blackberry, Samsung, dan LG. Mereka melengkapi fitur-fitur produknya, yang semakin hari semakin memudahkan anak muda untuk cari perhatian lewat internet, melalui HP.

Baca Juga :  Polisi Duga Pengusaha HS Kirim Uang ke Gayus Lewat Transfer

Para operator selular juga tidak mau kalah, Telkomsel dengan Simpatinya dan Indosat melalui IM3nya, berlomba-lomba mengeluarkan berbagai program yang ditujukan buat anak muda, sehingga membuat biaya curhat mereka semakin hari semakin murah saja.

Artikel ini ditulis berdasarkan analisa hasil riset sindikasi terhadap hampir 800 responden anak muda di 6 kota besar di Indonesia, SES A-B, Umur 16-35, yang dilakukan bulan Februari-Maret 2010 oleh MarkPlus Insight berkerjasama dengan Komunitas Marketeers.

Sumber: detik.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*