Riset yang Merendahkan IQ Pengguna IE Ternyata Hoax

JAKARTA, KOMPAS.com – Laporan hasil survei kontroversial yang menyatakan bahwa rata-rata pengguna Internet Explorer (IE) memiliki IQ paling rendah dibanding pengguna browser lainnya sempat heboh di internet, Rabu (3/8/2011) kemarin. Namun, survei tersebut ternyata hoax belaka.

Perusahaan konsultan dari Kanada, AptiQuant yang mengaku melakukan survei tersebut akhirnya mengakui hal tersebut. Dalam situs webnya, www.aptiquant.com, persahaan tersebut menyatakan sengaja menyebarkan kabar burung sebagai upaya mendorong publik meninggalkan Internet Explorer 6.

Browser buatan Microsoft tersebut memang yang secara teknis terlalu riskan digunakan karena banyak kelemahan. Namun, sampai saat ini masih banyak yang menggunakannya. Microsoft sendiri sudah menyarankan pengguna untuk beralih ke software lebih baru yang kini sudah tersedia hingga IE versi 9.

“Aptiquant didirikan pada akhir Juli 2011 oleh situs web panduan belanja AtCheap.com , dengan tujuan meluncurkan studi palsu berjudul “Intelligent Quotient and Browser Usage”. Studi tersebut mengklaim bahwa orang yang menggunakan Internet Explorer memiliki skor IQ lebih rendah dari rata-rata. Studi tersebut membuat dunia IT heboh. Tujuan utama di balik hoax ini adalah untuk menciptakan kepedulian mengenai masalah pada IE6 dan tidak dimaksudkan untuk melukai siapapun,” tulis pernyataan di halaman depan situs tersebut.

Pernyataan tersebut muncul tak lama setelah sejumlah situs melakuikan investigasi. Seperti dilansir situs web IT Pro, indikasi hoax diketahui dari situs web Aptiquant. Situs tersebut sempat menyajikan halaman mengenai tim manajemen yang ternyata hasil salinan dari situs perusahaan lain Central Test. Bahkan, semua nama pejabat di situs tersebut dicatut begitu saja dengan format yang sama termasuk testimoni dari konsumen perusahaan tersebut.

Baca Juga :  NASA Kembangkan Teknologi untuk Hadapi Bahaya Asteroid

Namun, saat dicek kepada Patrick Leguide, pimpina Central Test, tidak pernah mengenal nama Leonard Howard yang mengaku sebagai CEO AptiQuant. Salah satu konsume yang memberi testimoni, Warwick Business School, juga tidak pernah mendengar nama perusahaan AptiQuant.

Sumber :IT Portal
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*