Rp. 8 M Bangun Jalan di Tapsel

Sepanjang 20 kilometer jalan di Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), mulai dari Desa Ampolu hingga Muara Umpu, Kecamatan Muara Batang Toru, bakal dibangun tahun ini. Pembangunan jalan tersebut menelan biaya sekitar Rp8 miliar. Dana yang digunakan berasal dari dana corporate social responsibility (CSR) PTPN III. Demikian disampaikan Bupati Tapsel, Syahrul Pasaribu, didampingi Wakil Bupati, H Aldinz Rapolo Siregar, asisten II, Saulian Sabbih, manajer Kebun Hapesong PTPN III distrik Tapsel, Edi Giri.

“Dan tersebut dicantumkan dalam APBD Tapsel TA 2011 sebagai dana bantuan,” ujar bupati, kepada METRO, beberapa waktu lalu. Tahun-tahun sebelumnya, sambung bupati, dana tersebut tidak dicantumkan dalam APBD Tapsel, dan baru dimulai tahun ini, setelah terjalin komunikasi dan komitmen kebersamaan untuk membangun Tapsel antara pemkab dengan PTPN III Distrik Tapsel. “Ke depan kita harapkan ini terus berlanjut dan jumlahnya bisa bertambah. Pembangunan jalan itu demi percepatan pembangunan di Tapsel,” pungkas bupati.

Dari Dana PNPM
Sebelumnya, warga Dusun Ujungpadang, Desa Naggarjati, Kecamatan Arse, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), membangun jalan telport dengan ukuran 2,5x 950 meter melalui dana bantuan langsung masyarakat (BLM) dari Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Perdesaan (PNPM-MP), bernilai Rp119.142.400.

Fasilitator Teknik (FT) Kecamatan Arse, Bambang ST, dan Ketua Unit Pengelola Kegiatan (UPK) Kecamatan Arse, Paembangon Batubara, kepada METRO, Selasa (18/1) mengatakan, sejumlah dana tersebut telah disalurkan pada masyarakat desa dan kegiatan telah berlangsung. “Yang menerima dana kali ini merupakan desa yang usulannya ditetapkan memiliki prioritas di Kecamatan Arse. Ketiganya merupakan usulan yang disusun masing-masing Desa melalui Rencana Pembangunan Jangka Menengah Desa (RPJMDes), beberapa waktu lalu,” katanya.

Baca Juga :  DPRD Psp Perjuangkan Insentif Tokoh Adat

Sebelumnya masyarakat sangat membutuhkan pembangunan jalan tersebut karena jalan tersebut melintasi lahan warga. Nantinya, diharapkan pembangunan jalan tersebut bisa memudahkan pengangkutan hasil pertanian dan perkebunan di wilayah itu. “Jalan itu potensial untuk menumbuhkan pertumbuhan ekonomi warga di masa mendatang, apalagi setelah terhubung dengan jalan perkebunan Kultindo,” ujar salah seorang warga, Baringin (36).

Amatan METRO Selasa (18/1), pelaksanaan kegiatan pembangunan jalan telport sedang berlangsung, susunan batu kali sudah hampir rampung yang dikerjakan warga setempat. “Setelah selesai batu disusun lalu akan digilas lagi,” pungkas Bambang. Untuk diketahui kegiatan PNPM-MP khusus pasca krisis merupakan salah satu bentuk program kepedulian pemerintah pusat terhadap dampak krisis yang terjadi belakangan ini dengan maksud memulihkan kondisi ekonomi warga sekaligus menanggulangi pengangguran. (neo/ran) (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Saat pembangunan Jalan/Perbaikan perlu pengawasan yang baik, biar nanti terhindar dari asal jadi dan asal mulus sebentar…..

    Jalan Sipirok – Kec. Marancar – Kec. Batangtoru dan Sipirok-Kec. Marancar (Pasar marancar-Sugijulu-Sukarame-Batunadua/Padansidempuan) kapan perbaiki?????

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*