RPAPBD Madina Defisit Rp19,7 M

Pejabat (Pj) Bupati Mandailing Natal, Ir H Aspan Sopian Batubara MM, menyampaikan nota keuangan Rancangan Perubahan Anggaran Pandapatan dan Belanja Daerah (RPAPBD) tahun anggaran 2010 di sidang paripurna penyampaian dan pembahasan RPAPBD 2010, Kamis (14/10) di gedung DPRD. RPAPBD Madina mengalami difisit anggaran sebesar Rp19.756.655.494.

Pj Bupati mengatakan, APBD tahun 2010 dan perubahannya merupakan penjabaran rencana kerja penyelenggara pemerintahan yang memuat kondisi keuangan daerah mengenai pendapatan, belanja, dan pembiayaan dalam satu kesatuan antara biaya atas rencana-rencana yang disusun.

Disebutkannya, pendapatan daerah adalah semua penerimaan daerah yang merupakan hak daerah dalam satu tahun anggaran yang akan menjadi penerimaan daerah, dicapai melalui rencana kerja dan penggalian sumber-sumber penerimaan daerah. Begitu juga dengan belanja daerah adalah semua pengeluaran yang merupakan kewajiban daerah dalam satu tahun anggaran yang akan menjadi pengeluaran daerah sebagai pagu tertinggi yang dialokasikan untuk setiap kegiatan yang telah direncanakan.

Aspan juga mengatakan RPAPBD tahun 2010 kelompok pendapatan adalah sebesar Rp601.209.402.526. Jika dibandingkan dengan APBD murni tahun 2010 yang jumlahnya sebesar Rp537.219.690.239, maka mengalami peningkatan sebesar Rp63.988.712.287 atau persentasenya sebesar 11 persen.

“Perkembangan pendapatan daerah kami jelaskan yakni PAD baik dari pos hasil pajak daerah dan hasil retribusi daerah tidak mengalami perubahan. Kedua pertambahan dari hasil pengelolaan kekayaan daerah yang dipisahkan, yakni pertambahan dari deviden pada PT Bank Sumut sebesar Rp1.289.166.505, dan pada pos lain PAD yang sah mengalami perubahan, pengurangan pada dana bergulir koperasi sebesar Rp60 juta,” ujar Aspan.

Baca Juga :  Awas...! Aek Latong Masih Rawan Longsor & Macet

Sedangkan dana perimbangan yakni dana bagi hasil pajak dan bukan pajak mengalami pertambahan dan pengurangan. Yaitu pertambahan dari dana bagi hasil pajak bumi dan bangunan bagian daerah sebesar Rp2 miliar sesuai dengan Permenkeu Nomor 204/PMK.07/2009 tentang perkiraan alokasi pajak bumi dan bangunan bagian pemerintah pusat yang dibagikan kepada seluruh kabupaten/kota.

Aspan mengungkapkan, permasalahan utama yang dihadapi dalam memenuhi target perubahan PAD antara lain, yakni kondisi masyarakat yang belum sepenuhnya dapat memahami dan mematuhi peraturan tentang pajak dan retribusi. Kemudian kesadaran dan kemauan objek pajak dan retribusi untuk mengembangkan kegiatannya di daerah Madina, belum optimalnya peran BUMD Madina dalam memberikan kontribusi terhadap PAD.

Di samping itu, kebijakan umum yang akan dilakukan berdasarkan kondisi estimasi perubahan pendapatan yang ada, maka kebijakan penagihan minimal sampai pada batas tercapainya perkiraan yang disertai dengan upaya peningkatan pendapatan daerah.

Yakni peningkatan intensifikasi dan ekstensifikasi berdasarkan peraturan daerah didukung dengan sosialisasi berkelanjutan kepada masyarakat. Kemudian mengupayakan perluasan wajib pajak dan retribusi daerah serta peningkatan kesadaran kewajiban berdasarkan peraturan yang berlaku, dan sosialisasi tentang penggunaan pajak dan retribusi yang dibayar masyarakat dikelola dan dimanfaatkan untuk kepentingannya sendiri dan masyarakat umum lainnya melalui pembangunan dan kegiatan pemerintah

Di akhir pidatonya, Pj Bupati Madina Aspan Sopian menyampaikan bahwa RPAPBD Madina TA 2010 mengalami difisit anggaran sebesar Rp19.756.655.494. Untuk menutupi jumlah difisit anggaran tersebut, Pj Bupati mengatakan, ada beberapa alternatif yang akan dilakukan. Yakni, melakukan pemotongan atau pemangkasan belanja pada SKPD, penjualan aset daerah, serta meminjam kepada pihak bank, atau meningkatkan target pendapatan daerah.

Baca Juga :  Pelantikan SARASI Bukan di Sipirok Direncanakan Di Gedung DPRD Tapsel di Kota Padangsidimpuan

sUMBER: http://metrosiantar.com/METRO_TANJUNG_BALAI/RPAPBD_Madina_Defisit_Rp197_M

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*