RSU Padangsidimpuan Jadi Primadona PAD

Dari Rp6,2 miliar, target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Padangsidimpuan (Psp) untuk tahun ini, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Psp berada di urutan kedua sebagai primadona PAD Psp dengan target Rp2.644.120.000 dengan realisasi hingga 18 Oktober Rp2.029.008.687 atau 76,73 persen.

Urutan pertama, berasal dari pajak lampu penerangan jalan umum (LPJU). Targetnya sebesar Rp3 miliar lebih yang langsung diterima Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dari Perusahaan Listrik Negara (PLN). Lalu jasa giro bank, pajak restoran, dan lainnya.

Demikian dibeberkan Ketua Komisi I DPRD Psp, Khoiruddin Rambe SSos, kepada METRO, dalam raker Selasa (19/10) lalu.

Dalam raker tersebut, pihaknya juga mendesak Pemko Psp melalui intansi terkait baik RSUD dan Dinkes membuat program dan terobosan baru, bagaimana RSUD mulai tahun 2011 mendatang dikurangi bebannya sebagai salah satu lumbung PAD di Psp.

Sebab, kata Khoir, kesehatan masyarakat sudah menjadi tugas dan tanggung jawab Negara. Kalau RSUD masih terus dijadikan salah satu primadona PAD di Kota Psp, maka akan sulit mendapatkan pelayanan medis yang maksimal.

“Kita khawatir kalau RSUD masih menjadi salah satu primadona PAD di Kota ini, pelayanan medis ke masyarakat tidak maksimal, seperti banyaknya keluhan masyarakat yang sampai ke DPRD selama ini,” tuturnya.

Dalam raker Selasa (19/10) lalu, ada sekitar 76 item yang dijadikan sumber PAD di RSUD Psp, seperti injeksi ke pasien, ganti cairan infus, memindahkan pasien dari satu ruangan ke ruangan dan lainnya.

Baca Juga :  Pemkab Madina dan Tapsel Lacak Tapal Batas

“Tahun depan, beberapa item-item yang dibebankan ke RSUD sebagai sumber PAD harus dikurangi agar tercipta pelayanan medis yang maksimal, sehingga secara bertahap RSUD tidak menjadi salah satu primadona PAD di Kota ini. Kuncinya dengan menggali kembali sumber PAD dari sektor lain,” ungkap Khoiruddin.

Sumber: http://metrosiantar.com/sidimpuan_raya_/RSU_Psp_jadi_Primadona_PAD_

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*