Rumah Panggung Ludes Terbakar, Nenek Lumpuh Terpanggang

TAPSEL – Nuraini (70), nenek renta yang mengalami lumpuh, tewas terpanggang saat rumah panggungnya terbakar, Kamis (21/2) sekira pukul 09.30 WIB. Hingga kini belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran. Namun pihak keluarga menduga kebakaran disebabkan dari api rokok korban. Nuriani memang perokok dan tinggal sendirian di rumahnya berukuran 5×5 meter di Desa Marisi, Kecamatan Angkola Timur, Tapsel.

Informasi dihimpun di lapangan, rumah yang ditempati Nuraini, nenek yang mengalami lumpuh pada bagian kiri tubuhnya, terbakar ketika warga sedang berada di ladang. Suasana sepi membuat pertolongan tidak maksimal ketika rumah itu sedang dilalap si jago merah. Korban tak bisa menyelamatkan diri karena kondisi tubuhnya lumpuh.

Tammat Siagian (48) anak pertama korban, yang rumahnya berada di seberang jalan rumah Nuraini, mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab kebakaran rumah ibunya. Sebelum berangkat kerja ke ladang, Tammat masih sempat memandangi rumah tersebut dan ibunya.

“Sebelum berangkat ke ladang tadi pagi, saya masih sempat memandangi rumah ibu. Tapi begitu mendengar ada kebakaran, saya melihat kondisi ibu terbujur kaku di rumah saya dengan kondisi gosong,” katanya sedih. Zulfikar (17), anak Tammat Siagian menuturkan, sebelum kebakaran tersebut, seperti biasa pada pagi hari, dirinya mengantarkan makanan untuk neneknya sebelum berangkat sekolah.

“Tapi begitu mendengar kabar rumah nenek kebakaran, saya langsung pulang dari sekolah dan melihat rumah itu sudah rata dengan tanah, dan nenek telah berada di rumah kami dalam kondisi terbakar,” kata siswa kelas XII salah satu SMK di Tapsel itu.

Baca Juga :  Bupati Resmikan Pengoperasian Pembangkit Listrik - 85 PLTS Untuk Daerah Terpencil

Pantauan METRO, sekira pukul 10.00 WIB, rumah yang berada di pinggir Jalinsum Padangsidimpuan-Sipirok itu telah rata dengan tanah dan masih mengeluarkan asap. Sementara itu di rumah Tammat Siagian, warga datang melayat. Pihak kepolisian baik dari Polres Tapsel maupun dari Detasemen C Brimob Poldasu juga tampak di lokasi.

Beberapa warga mengatakan, saat kejadian suasana perkampungan tersebut sangat sepi karena mayoritas warga di desa itu pergi ke kebun masing-masing untuk mengambil getah.  “Tak banyak yang bisa kami lakukan, karena kami terlambat. Ketika kami tiba, api sudah mulai padam sendiri karena rumah sudah musnah. Besok kan hari pekan, makanya rata-rata warga pergi mengambil getah di kebunnya masing-masing,” terang beberapa warga.

Camat Angkola Timur Darwin Dalimunthe yang berada di lokasi kepada METRO mengatakan, api menghanguskan satu unit rumah panggung berukuran 5×5 meter beserta isinya dan juga menewaskan pemilik sekaligus penghuninya.
“Korban tak bisa menyelamatkan diri saat kebakaran karena lumpuh. Sampai sekarang kita belum mengetahui penyebab kebakaran. Warga yang datang membantu tak sempat berbuat banyak karena prosesnya cukup cepat.

Hanya saja begitu rumah telah rata dengan tanah, warga langsung mencari jasad korban dan ditemukan di puing-puing,” katanya. Dia menambahkan, setelah melalui pemeriksaan tim medis dan Polres Tapsel, jenazah korban telah dimakamkan sekitar pukul 14.00 WIB di pemakaman umum Desa Marisi. (ran)

Baca Juga :  2 PNS Pemkab Paluta Terima Penghargaan dari SBY

 

sumber : www.metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*