Rusuh di USU, Mahasiswa-Satpam Bentrok – 5 Orang Luka

Kerusuhan yang terjadi pada saat demo sejumlah mahasiswa di Depan Kantor Biru Rektor USU. Kamis (27/5)

Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Universitas Sumatera Utara (USU) terlibat bentrok dengan petugas keamanan (satpam) kampus, di depan kantor Biro Rektorat, Kamis (27/5) pukul 13.00 WIB. Akibatnya, lima orang mengalami luka-luka.

Bentrokan terjadi, berawal dari aksi mahasiswa yang ingin bertemu rektor agar tidak menaikkan biaya sumbangan pembangunan pendidikan (SPP) mahasiswa baru tahun ajaran 2010/2011. Namun keinginan tersebut tidak disahuti rektor. Akhirnya para pendemo mencoba mendesak masuk biro rektor, tetapi dihalangi puluhan sekuriti USU.

Untuk menjaga hal-hal yang tidak diinginkan, petugas keamanan kampus membentuk pagar betis. Ternyata hal itu semakin memancing amarah mahasiswa. Keadaan semakin memanas, hingga aksi tolak menolak itu berakhir dengan saling lempar batu antara mahasiswa dengan petugas keamanan. Dan aksi saling tolak tak terelakkan. Sehingga kaca setinggi sekitar 1,5 meter pecah. Pecahan kaca tersebut bertaburan mengenai satpam dan mahasiswa.

Melihat kondisi yang tidak memungkinkan itu, para satpam berbalik melakukan perlawanan dan mencoba menghalau mahasiswa dengan tongkat rotan. Namun pukulan rotan dibalas mahasiswa dengan lembaran batu kepada satpam.

Dalam insiden tersebut, sedikitnya lima orang luka ringan, baik akibat terkena pecahan kaca maupun lemparan batu. Kelima orang itu, Zapet Surbakti salah seorang satpam, dan dari mahasiswa masing-masing Rahmad, Doni, Hanif, Andi, dan Dedi.

Kepala sekuriti USU, Wara Sinuhaji, pasca bentrokan mengatakan, pihaknya sangat menyesalkan terjadinya insiden di antara kedua belah pihak.

“Sebagai kaum intelektual, seharusnya semua permasalahan dapat dibicarakan secara baik, bukan dengan kekerasan. Mereka mengatakan ini aksi damai dan saya persilahkan mereka melakukan aksi tersebut. Namun akhirnya jadi anarkis,” katanya.

Baca Juga :  Indonesia Masuk 10 Besar Orang Gemuk Terbanyak

Kepala Humas USU, Bisru Hafi, mengatakan, insiden tersebut seharusnya tidak terjadi jika mahasiswa dapat lebih bersabar dalam melakukan aksi.

Sementara itu, Kepala Bidang Humas USU, Bisruh Hafi membenarkan peristiwa tersebut. Hafi juga mengatakan semua aksi yang dilakukan untuk kritik sah-sah saja, akan tetapi harus dengan cara sportif, tidak dengan cara-cara kasar seperti ini.

“Kalau yang mereka lakukan aksi mengenai kenaikan SPP, saya rasa itu sah-sah saja. Tapi harus damai. Untuk kenaikan SPP ini, bukan ditujukan kepada mahasiswa lama, tetapi kepada mahasiswa baru,” cetus Hafi.

Dilanjutkan Hafi, dana yang digunakan untuk membangun kampus adalah uang mahasiswa. Untuk itu, diharapkan kepada mahasiswa agar menjaga kampus USU, karena kampus itu adalah milik bersama.

“Akibat aksi ini, aktivitas kampus terganggu. Sebelumnya, belum pernah ada aksi yang sampai berakhir bentrok kayak gini. Untuk itu, akan kita beri sanksi bagi mahasiswa yang melakukan aksi ini. Security yang mengalami luka sudah kita rawat,” tambah Hafi. Koordinator aksi, Ari mengatakan, aksi tersebut sebagai bukti mahasiswa menolak keras SK Rektor USU yang menaikkan uang kuliah hingga 100 persen.

“Ini jelas sangat memberatkan,” kata Ari.

Menurutnya, uang kuliah program reguler yang sebelumnya Rp1 juta, kini naik menjadi Rp2 juta. Sedangkan uang kuliah non eksakta naik dari Rp750 ribu menjadi Rp1 juta. Zulkifli, salah seorang satpam USU, mengatakan, ia dan teman-teman yang lain sudah cukup bersabar untuk tidak melakukan kekerasan terhadap mahasiswa.

Baca Juga :  Jokowi: Alihkan Subsidi yang Dibakar ke Usaha Produktif

“Saya dua kali terkena lemparan batu dan tepat mengenai dada. Sesak rasanya dada saya ini,” katanya.

Sementara Bambang, salah seorang mahasiswa mengaku awalnya mereka hanya melakukan aksi damai menuntut agar rektor mencabut SK kenaikan SPP terhadap mahasiswa baru.

“Entah bagaimana tiba-tiba bisa jadi rusuh,” katanya.

Kapolsekta Medan Baru, AKP M Yoris Marzuki SIK, di lokasi kejadian mengatakan akan memeriksa kasus ini dan bekerja sama dengan pihak kampus. Sejauh ini, kepolisian masih memeriksa beberapa saksi untuk dimintai keterangan.

“Kita masih akan periksa saksi-saksi. Petugas keamanan kampus yang menjadi korban sudah membuat pengaduan ke Poltabes,” katanya.

Sumber: http://metrosiantar.com/Berita_Foto/Rusuh_di_USU_Mahasiswa-Satpam_Bentrok_

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*