Rusuh Pilkada Sibolga, 10 Ditahan – Hitung Suara Terpaksa di Mapolres

SIBOLGA – Aksi anarkis massa yang merusak 3 kantor Camat di Sibolga, Jumat (14/5) lalu terus berlanjut hingga malam.Hingga kemarin (15/5), polisi sudah menahan 10 orang yang diduga terlibat aksi anarkis. Lima kantor Lurah kembali dirusak massa. Amatan wartawan Metro Tapanuli (grup JPNN), kondisi Sibolga sempat mencekam. Aksi bakar ban terjadi di sepanjang Jalan Sisingamangaraja Sibolga khususnya di depan kantor-kantor pemerintahan yang sebelumnya telah berhasil dirusak massa.

Demikian juga halnya di sejumlah wilayah hingga larut malam dipersimpangan jalan terlihat pemuda muda berjaga-jaga sambil memegang pentungan dan senjata tajam. Kepada Metro Tapanuli para pemuda mengaku, hanya untuk berjaga-jaga untuk mengantisipasi adanya aksi demo yang akan merambat ke lingkungan mereka.

Sementara itu, terlihat sekitar ratusan polisi disebar di sepanjang jalan Sisingamangaraja  dengan menyandang senjata laras panjang. Polisi mendesak seluruh warga untuk tidak melakukan aktivitasnya dan tidak boleh keluar rumah. Bahkan seluruh kendaraan yang melintas didesak untuk mencari jalan lain atau memilih mencari tempat aman.

Salah seorang petugas yang sempat ditanyai wartawan mengaku, bahwa massa sudah melakukan tindakan anarkis di sepanjang Jalan Sisingamangaraja. “Mereka melakukan pengerusakan kantor kelurahan dan melempari petugas dan warga yang berada di jalan. Untuk itu, agar warga lain tidak terkena imbasnya, sebaiknya masyarakat disarankan agar menutup pintunya dan tidak diperbolehkan melewati Jalan Sisingamangaraja,” katanya.

Lima kantor lurah yang rusak masing-masing Kelurahan Aek Parombunan, Aek Manis, Pancuran Dewa, Pancuran Kerambil dan Aek Habil dan sebelumnya 3 dari 4 kantor camat masing-masing Kecamatan Sibolga Utara, Sibolga Selatan dan Sibolga Sambas sudah dirusak massa.

Begitu juga halnya situasi di sekitar rumah pasangan calon wali kota pada malam itu terlihat dijaga massa pendukung masing-masing calon dan aparat kepolisian, seperti di rumah kediaman calon Wali Kota Sibolga, Drs HM Syarfi Hutauruk di Jalan S Parman Sibolga, rumah calon Wakil Wali Kota Marudut Situmorang AP MSP di Jalan Sutomo Sibolga dan rumah kediaman calon Wali Kota H Afifi Lubis SH di Jalan Tenggiri Sibolga.

Kemarin (15/5), polisi sudah menahan 10 orang yang diduga terlibat melakukan pengrusakan. Polda Sumut juga sudah mengerahkan personel dari Polres Polres Tapanuli Tengah, Polres Tapanuli Utara, Brigade Mobil (Brimob) Polda Sumut.

“Kondisi keamanan di sana (Sibolga) sekarang sudah mulai kondusif dan terkendali. Sepuluh orang telah ditahan dan masih menjalani proses pemeriksaan intensif. Mereka adalah masyarakat yang ikut terlibat dalam melakukan pengrusakan,” kata Pelaksana Harian (Lakhar) Humas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan.

Menurutnya, di sejumlah objek vital dilakukan penjagaan ketat sebagai langkah antisipasi amuk massa susulan. “Pelaksanaan patroli dan penjagaan ketat di KPUD Sibolga serta objek vital lainnya ditingkatkan. Brimob dan Samapta akan melaksanakan patroli di semua kecamatan-kecamatan,” jelas MP Nainggolan.

“Saat ini, lima pleton Brigade Mobile (Brimob) dari Sipirok ditambah dua pleton Dalmas Polres Tapteng dan Taput sudah ditambah untuk melakukan pengamanan di Kota Sibolga,” sambung Karo Ops Poldasu Kombes Anang didampingi Kapolresta Sibolga, AKBP Jhonni Sebayang dan Kapolres Tapteng AKBP, Dicky P Negara di Mapolres Tapanuli Tengah, Sabtu (15/5), usai menggelar rapat tertutup bersama seluruh pasangan calon wali kota yang ikut bertarung di Pilkada Sibolga bersama KPUD dan Panwaslu Sibolga.

Baca Juga :  Drainase rusak, Medan bakal tenggelam

Anang menegaskan, situasi keamanan di Kota Sibolga saat ini sudah mulai berangsur kondusif. Namun demikian konsentrasi masa masih terdeteksi di sejumlah titik khususnya di daerah–daerah basis salah satu pasangan calon wali kota.

“Secara umum situasi sudah terkendali dan berangsur kondusif karena tidak ada lagi aksi masa yang digelar hari ini (Sabtu),” katanya seraya berharap, situasi kondusif ini tetap terjaga terlebih adanya kesepakatan dari para pasangan calon untuk sama-sama menenangkan massa masing-masing.

“Terkait tahapan Pilkada tetap dilanjutkan, demikian juga dengan temuan-temuan pelanggaran akan tetap di proses sesuai perundang-undangan yang berlaku,” katanya.

Sementara itu penghitungan suara di tingkat Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) di 4 Kecamatan se-Sibolga, dilakukan rekapitulasi penghitungan suara di halaman Mapolresta Sibolga, Sabtu (15/5) sekitar pukul 16.00 WIB.

Amatan Metro Tapanuli, penghitungan surat suara yang dilakukan PPK di Mapolresta Sibolga mendapat pengawalan ketat dari petugas. Polisi melakukan penutupan jalan radius 50 meter masing-masing dari arah Jalan Dr FL Tobing dan Jalan Sutomo.

Ketua KPUD Sibolga Nadzran SE yang dikonfirmasi Metro Tapanuli di sela-sela penghitungan suara menjelaskan, hal itu dilakukan mengingat kantor camat yang seyogianya tempat rekapitulasi telah dirusak massa.

“Rekapitulasi penghitungan ini dipilih di Mapolresta Sibolga karena dimungkinkan yang lebih aman dan rekapitulasi penghitungan ini dimulai dari PPK Kecamatan Sibolga Utara,” katanya. Menurutnya, pihaknya sudah melakukan koordinasi dengan KPU Pusat dan KPU Provinsi Sumatera Utara apabila nantinya PPK ada yang tidak mau datang untuk melakukan tugasnya untuk melakukan rekapitulasi penghitungan surat suara, maka KPUD Sibolga dapat mengambil alih tugas tersebut.

“Melalui telepon kita meminta petunjuk dengan KPU Pusat dan KPU Provinsi, yang menurut mereka, KPUD Sibolga dapat mengambil alih apabila PPK tidak mau hadir melalukan rekapitulasi penghitungan,” katanya seraya menjelaskan bahwa kejadian seperti itu sudah pernah terjadi di Aceh Singkil.

MenurutNadzran, pengambilan alihan tersebut dapat dilakukan sesuai dengan Undang-undang (UU) Nomor 32 tahun 2007 pasal 122 dan Peraturan KPU Nomor 1 tahun 2010 tentang tata kerja penyelengaraan Pemilu.

Sementara itu, dari perhitungan yang dilakukan PPK Kecamatan Sibolga Utara hingga pukul 20.00 WIB baru 2 Kelurahan yang sudah selesai dilakukan penghitungan yakni Kelurahan Sibolga Ilir dan Simare-mare.

Dikelurahan Sibolga Ilir dan Kelurahan Simare-mare menunjukkan pasangan nomor urut 2 Drs HM Syarfi Hutauruk-Marudut Situmorang AP MSP (SARMA) meraih angka tertinggi. Hasil laporan perolehan suara yang dilakukan PPK Kecamatan Sibolga Utara, yakni di Kelurahan Sibolga Ilir sesuai nomor urut pasangan calon yakni nomor urut 1 Wilpren Gultom SE MM-H Hazmi Arif Simatupang 74 suara, nomor urut 2 Drs HM Syarfi Hutauruk-Marudut Situmorang AP MSP 1.273 suara. Sementara jumlah suara tidak sah sebanyak 24.

Baca Juga :  Banjir Medan - Ribuan Warga Mengungsi ke Jalan

Selanjutnya, pasangan calon nomor urut 3 H Afifi Lubis SH-Halomoan Hutagalung 536 suara, nomor urut 4 Hotman Silalahi SH-Syahril Piliang 40 suara, dan nomor urut 5 dr Rudolf Hamonangan Sianturi-Ir H Ulam Raya Hutagalung MSi 1.069 suara.

Di kelurahan Simare-mare, pasangan calon nomor urut 1 Wilpren Gultom SE MM-H Hazmi Arif Simatupang 28 suara, nomor urut 2 Drs HM Syarfi Hutauruk-Marudut Situmorang AP MSP 1.257 suara.  Selanjutnya, pasangan calon nomor urut 3 H Afifi Lubis SH-Halomoan Hutagalung 953 suara, nomor urut 4 Hotman Silalahi SH-Syahril Piliang 29 suara, dan nomor urut 5 dr Rudolf Hamonangan Sianturi-Ir H Ulam Raya Hutagalung MSi 320 suara. Sementara jumlah suara tidak sah sebanyak 40. Hingga malam tadi penghitungan suara masih berlangsung dengan baik. (fem/mag-17)

Sumber: http://www.jpnn.com/index.php?mib=berita.detail&id=63997

Rekapitulasi Suara Pilkada Sibolga Dilakukan di Mapolres

Medan (ANTARA News) – Proses rekaptilasi suara hasil pilkada Kota Sibolga, Sumatera Utara, dilakukan di Mapolres Tapanuli Tengah, menyusul kerusuhan yang sempat terjadi di daerah itu.

“Hingga malam ini penghitungan suara masih terus dilakukan PPK (Panitia Pemilihan Kecamatan) di Mapolres,” kata Humas Komisi Pemilihan Umum Sibolga Monang Sihombing saat dihubungi ANTARA dari Medan, Sabtu malam.

Penghitungan suara dilakukan di Mapolres untuk mengindari kembali terulangnya aksi anarkis yang dilakukan sekelompok massa yang mendatangi dan merusak tiga kantor camat di daerah itu, Jumat (14/5), yakni kantor Camat Sibolga Utara, Camat Sibolga Sambas dan kantor Camat Sibolga Selatan.

Massa mendatangi dan merusak ketiga kantor camat pada saat PPK tengah merekapitulasi hasil pilkada. Bahkan, massa berusaha menerobos masuk untuk merampas kotak suara.

“Untuk mengamankan jalannya proses rekapitulasi, kita memutuskan untuk melakukan penghitungan di Mapolres. Petugas PPK sendiri mendapat pengawalan dari anggota kepolisian,” kata Sihombing.

Pilkada Kota Sibolga yang digelar Rabu (12/5) diikuti lima pasangan calon, masing-masing berdasarkan nomor urut Wilfren Gultom-Hazmi Arif Simatupang, Syarfi Hutauruk-Marudut Situmorang, Afifi Lubis-Halomoan Parlindungan Hutagalung, Hotman Silalahi-Syahril Piliang dan pasangan RH Sianturi-H Ulam Raya Hutagalung.

Jumlah pemilih di Kota Sibolga berdasarkan DPT sebanyak 65.517 orang yang memberikan hak suaranya di 183 TPS.

Pilkada Kota Sibolga digelar serentak dengan pilkada di delapan kabupaten/kota lain di Sumut, yakni Pakpak Bharat, Serdang Bedagai, Toba Samosir, Asahan, Tapanuli Selatan, Tebing Tinggi, Binjai dan Medan. (M034/K004)

Sumber: http://www.antara.co.id/berita/1273946958/rekapitulasi-suara-pilkada-sibolga-dilakukan-di-mapolres

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*