Rute Aek Godang-Polonia Tak Terganggu Pilot Nyabu

JAKARTA – Rencana Lion Air membuka rute Bandara Aek Godang – Polonia melalui anak perusahaannya, Wings Air, tidak terganggu oleh kasus pilot Lion Air yang kedapatan mengkonsumsi sabu-sabu.

Anggota Komisi V DPR asal Sumut, Ali Wongso Sinaga, menyatakan, dari adanya kasus tertangkapnya pilot nyabu itu, justru ke depan Lion Air akan lebih keras mendisiplinkan para pilotnya. “Wajar jika masyarakat khawatir karena ada kasus itu. Tapi kita percaya tak semua pilot menggunakan narkoba. Rencana rute Aek Godang-Medan harus tetap jalan,” kata Ali Wongso Sinaga kepada JPNN di Jakarta, kemarin.Seperti diberitakan, beberapa waktu lalu rencana pembukaan rute tersebut dibeber Direktur Keuangan Wings Air, Edward Sirait, bersama Bupati Tapsel Syahrul Pasaribu yang mewakili juga Bupati Madina Hidayat Batubara, Bupati Padang Lawas Utara Bachrum Harahap, Walikota Padangsidempuan Zulkarnain Nasution, dan Bupati Padang Lawas, Basyrah Lubis.

Wings Air akan menggunakan pesawat ATR 72-600, dengan penerbangan dua kal sehari, untuk rute terbaru itu. Untuk tahap awal, nantinya akan digunakan sistem blok seat, dimana lima pemkab/pemko yang ada di kawasan Tabagsel, menawarkan masing-masing akan mengganti biaya tiket dua seat jika pesawat Wings Air dengan kapasitas 72 penumpang itu tidak full seat. Saat itu dikatakan, penerbangan perdana Februari 2012.

Kemarin, dimintai konfirmasi perkembangan rencana itu, Edward Sirait mengatakan, pihaknya masih menunggu pesawat yang didatangkan dari Perancis. Rencana awal, pesawat tiba Januari, namun hingga pekan pertama Februari, pesawat belum juga tiba.

Baca Juga :  Ujian CPNS Sumut Dinilai Rawan Kecurangan

“Kita masih menunggu pesawat datang. Ini perlu kita siapkan secara matang,” cetusnya. Dia juga meminta pemda-pemda di wilayah Tapanuli bagian selatan, untuk serius mensosialisasikan rencana pembukaan rute ini.

Menurut Edward, sosialisasi dan promosi sangat menentukan seberapa kuat pasar rute baru ini bisa terbentuk. “Kalau pasar tak berkembang, repot. Jangan hanya seminggu dua minggu hingga sebulan jalan, lantas tutup karena pasar tak berkembang,” ujar Edward.

Lion Air, kata Edward, tidak mau kegagalan membuka rute ke Silangit terulang lagi. “Silangit kita tutup karena penumpang tak berkembang,” katanya.  Terkait dengan masalah pilot, Edward dalam berbagai kesempatan menegaskan, pihaknya akan memperketat sistem pendisiplinan pilot. (sam/jpnn)

JPNN.com
CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

  1. Suatu berita yang baik untuk transportasi dan perlu didukung oleh seluruh masyarakat Tabagsel bahkan juga wilayah perbatasan TAPUT perlu mendukung upaya Penerbangan ini. Mudah-mudahan saja ini bukan hanya retorika politik menjelang adanya dalam rangka pesta demokrasi dimasa depan..

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*