RUU Intelijen Legalkan Penculikan

Imparsial menilai sikap pemerintah yang tetap bersikukuh memberikan kewenangan pemeriksaan intensif alias penangkapan di dalam undang-undang intelijen kepada lembaga intelijen bukan hanya akan merusak mekanisme criminal justice system.

“Ini akan membajak sistem penegakkan hukum itu sendiri. Sebagai lembaga yang bekerjasama secara rahasia dan tertutup, pemberian kewenangan menangkap kepada lembaga intelijen sama saja melegalisasi kewenangan penculikan,” ujar Direktur Imparsial.

Menurut Poengky, kewenangan penangkapan hanya bisa dilakukan oleh aparat penegak hukum yakni Polisi, Jaksa dan lembaga penegak hukum lainnya.

“Pemberian kewenangan menangkap kepada lembaga intelijen adalah langkah mundur dalam proses reformasi sektor keamanan. Pemberian kewenangan itu juga akan mengembalikan format dan posisi lembaga intelijen seperti pada masa Orde Baru,” tandasnya lagi.

Pada zaman orde baru, lembaga intelijen negara maupun lembaga intelijen militer dapat melakukan kerja-kerja penangkapan berakibat pada pelanggaran HAM.

“Kami curiga bahwa keinginan pemberian kewenangan menangkap (dan melakukan pemeriksaan intensif), tak lepas dari kepentingan politik militer ataupun badan intelijen negara untuk kembali menempatkan posisinya seperti pada masa orde baru,” lanjutnya

“Kami menilai bahwa roh dan jiwa RUU Intelijen saat ini lebih meletakkan posisi intelijen sebagai alat kepentingan penguasa dan bukan alat negara yang mengabdikan dirinya untuk  kepentingan rakyat. RUU Intelijen juga jauh dari harapan yang seharusnya berlandaskan kepada norma hukum dan HAM tetapi malah berpeluang mengangkangi HAM terutama hak sipil dan politik bagi warga negara,” pungkasnya(Rakyat Merdeka online)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 12 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  HPN 2011 - Pers Perlu Awasi Kekuasaan agar Tidak Korup

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*