Sakit Hati Pada Polisi, Heru Teror Polda & Mabes Polri

Aparat Polda Metro Jaya membekuk pelaku pengirim SMS ancaman bom ke Mapolda Metro Jaya dan Mabes Polri. Pelaku mengaku sakit hati karena pernah ditendang oleh orang yang mengaku polisi di sebuah bus.

“Tersangka atas nama Herudin alias Heru. Dia ditangkap, Kamis (5/8) kemarin,” kata Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Kombes Boy Rafli Amar kepada wartawan di Mapolda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (6/8/2010).

Boy mengungkapkan, SMS ancaman itu dikirimkan tersangka melalui layanan SMS TMC Polda Metro di 1717 pada Senin 2 Agustus lalu pukul 07.18 WIB. Petugas operator menerima pesan singkat dari nomor ponsel berbasis GSM.

Isinya, “Polisi semua kalau bisa tangkap gua. Jika dalam 24 jam tidak tangkap gua, maka Mabes n Polda akan gue ledakan, OK!”

Menindaklanjuti pesan itu, Densus 88/Anti Teror Polda Metro Jaya lalu menyelidiki. Pelaku yang beralamat di Kampung Ciwalen RT 02/RW 08 Kelurahan Ciwuni, Kecamatan Pengantikan, Kabupaten Garut ini, berhasil ditangkap di Jalan Tanah Merdeka, Gang Wangkal RT 09/RW 03 Kampung Rambutan, Kecamatan Ciracas, Jakarta Timur.

Motif tersangka mengirimkan pesan ancaman itu karena merasa sakit hati. “Katanya sakit hati, sebelumnya ada orang yang berpakaian preman mengaku polisi di dalam bus dan menendang dia,” katanya.

Atas perbuatannya itu, tersangka dijerat dengan Pasal 6 jo Pasal 1 butir 5 jo Pasal 3 ayat (1) Perpu No 1 Tahun 2002 yang telah ditetapkan menjadi Undang-Undang No 15/2003 tentang Pemberantasan terorisme.

Baca Juga :  Cuti Bersama - Dokter Liburan, Pasien RS Telantar

Boy menegaskan, pihaknya tidak akan segan-segan untuk menindak tegas pelaku pengiriman SMS ancaman. “Jangan main-main, setiap tindakan ancaman yang meresahkan warga pasti kita tindak,” tegasnya.

Sumber: http://www.detiknews.com/read/2010/08/06/154629/1415104/10/sakit-hati-pada-polisi-heru-teror-polda-mabes-polri?991101605

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*