Saling Pukul dan Kejar-kejaran – Demo Minta Bupati Copot Direktur RSUD Paluta Ricuh

Bupati Paluta Drs Bachrum Harahap menyahuti tuntutan massa AMPH Paluta, Rabu (7/1). (Asmar Siregar)

PALUTA – Aksi unjuk rasa puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Mahasiswa Peduli Honorer Padang Lawas Utara (AMPH Paluta) di halaman kantor DPRD Paluta dan kantor Bupati Paluta sempat diwarnai kericuhan, Rabu (7/1).

Massa yang dikomandoi oleh koordinator aksi Borahim Harahap dan koordinator lapangan Hendra Ibrahim Siregar menuntut agar Bupati Paluta mencopot drg Mildawaty dari jabatannya sebagai Direktur RSUD Paluta karena dinilai telah bertindak sewenang-wenang dengan memecat 8 orang honorer bagian security atau satpam tanpa ada unsur dan penyebabnya.

Massa mengawali aksinya di halaman kantor DPRD Paluta dengan melakukan orasi dan meminta kepada anggota DPRD Paluta untuk menyahuti tuntutan mereka. Dalam orasi yang disampaikan oleh koordinator aksi Borohim Harahap dikatakan, bahwa dalam era reformasi ini kebebasan dan peluang terhadap wanita dalam pembangunan patut diacungkan jempol, namun kenyataannya, drg Mildawati sebagai dokter gigi yang menjabat sebagai direktur RSUD Paluta diharapkan agar dapat membenahi pelayanan di RSUD.

Beberapa hari yang lalu drg Mildawati juga sudah didemo sejumlah elemen mahasiswa terkait ketidakbecusannya dalam memimpin RSUD. Kini kekejaman wanita berparas cantik dengan pendidikan tinggi kembali unjuk gigi, tanpa prikemanusiaan serta tanpa sebab, ia dengan semena-mena pecat Satpam RSUD sebanyak delapan orang. “Copot Direktur RSUD, pecat dokter Milda adalah harga mati,” teriak massa kompak.

Dalam hal ini, AMPH Paluta tentu menyatakan sikap, yakni, meminta Bupati Paluta Drs Bachrum Harahap agar segera mencopot Direktur RSUD, meminta kepada Bupati Drs Bachrum Harahap dan DPRD agar sekurity yang telah dipecat tanpa alasan itu kembali bekerja di RSUD. AMPH Paluta juga meminta agar mengusut siapa dalang di belakang pemecatan yang di duga dijadikan ajang bisnis oleh segelintir golongan. Namun setelah cukup lama melakukan orasi, tidak ada anggota DPRD yang keluar untuk menyahuti tuntutan massa. Akibatnya massa pun mencoba untuk memasuki kantor DPRD Paluta secara paksa.

Baca Juga :  Ketua Terpilih DPC F.SPTI - K.SPSI Palas 2016-2021 Gelar Silaturrahmi

Saat massa mencoba masuk ke dalam kantor DPRD Paluta, massa dihalangi oleh personil Satpol PP dan personil Polsek Padang Bolak, sehingga terjadi aksi saling dorong. Namun secara tiba-tiba aksi saling dorong berubah menjadi aksi saling pukul dan kejar-kejaran antara massa dengan personil Satpol PP dan personil Polsek Padang Bolak hingga keluar pagar kantor DPRD Paluta.

Dalam aksi kejar-kejaran, terlihat ada personil Satpol PP Paluta dan aparat kepolisian Polsek Padang Bolak yang terpancing emosi serta memukul dan mendorong beberapa mahasiswa hingga mengalami lecet dan luka-luka ringan di beberapa bagian tubuh mereka. Namun berkat kesigapan dari komandan pihak pengamanan dalam hal ini Kanit Reskrim Polsek Padang Bolak Ipda Zulkarnain Pohan, keadaan dapat kembali dikondusifkan.

Setelah keadaan kembali kondusif, massa kembali melakukan orasi di halaman kantor DPRD Paluta hingga ketua komisi A DPRD Paluta Gusman Efendi Siregar Spt didampingi anggota DPRD Paluta Muhammad Yusuf Pasaribu Spd MM keluar dan mengajak seluruh massa untuk masuk ke dalam dan mendiskusikan segala tuntutan massa.

Setelah mendengarkan tuntutan massa dan melakukan diskusi dengan seluruh massa, pihak DPRD Paluta berjanji akan segera menindak lanjuti segala tuntutan dari massa dalam waktu sesegera mungkin.

Usai melakukan diskusi dengan pihak DPRD Paluta, massa melanjutkan aksinya ke halaman kantor Bupati Paluta dan melakukan orasi dengan tuntutan yang sama. Dalam pernyataan sikap yang dibacakan oleh koordinator lapangan Hendra Ibrahim Siregar, massa meminta Bupati Paluta mencopot drg Mildawati dari jabatannya dan mengusut tuntas dalang di belakang pergantian security yang diduga dijadikan bisnis pekerjaan serta meminta kepada Bupati Paluta agar security yang dipecat tidak secara prosedural kembali dipekerjakan di RSUD Paluta.

Baca Juga :  LSM Jual Nama Kapolri, Kapolda Jangan Mudah Diintervensi

Bupati Paluta Drs Bachrum Harahap yang langsung menyahuti tuntutan massa mengatakan, bahwa permasalahan ini sudah diketahuinya dan sudah memanggil Direktur RSUD Paluta untuk dimintai penjelasan terkait permasalahan tersebut.

Dari laporan drg Mildawati selaku direktur RSUD Paluta dijelaskan bahwa ada 33 orang tenaga honorer di RSUD Paluta termasuk 8 orang satpam yang dipecat karena tidak disiplin dalam bekerja dan sering tidak hadir memenuhi tanggung jawabnya. Namun meski begitu Bupati Paluta Drs Bachrum Harahap berjanji akan tetap menelusuri kebenaran laporan ini dan jika terbukti 8 orang satpam ini tidak melakukan pelanggaran disiplin dan tingkat kehadirannya dapat dipertanggung jawabkan dengan pembuktian absensi, maka mereka akan kembali dipekerjakan sebagai security di RSUD Paluta.

Pantauan Metro Tabagsel, Rabu (7/1) usai mendengarkan jawaban dari Bupati, massa pun merasa puas dan membubarkan diri dengan tertib dan berjanji akan kembali melakukan aksi dalam waktu dekat jika tuntutan mereka ini tidak diproses sesuai dengan yang dijanjikan oleh Bupati Paluta. “Hidup Mahasiswa, hidup rakyat, hidup Bupati,” teriak massa AMPH Paluta lalu membubarkan diri dengan tertib. (mag-02)

/METROSIANTAR.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*