Samosir Harus Jadi Tujuan Wisata yang Aman

Samosir, (Analisa). Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kajatisu) Muhammad Yusni menyampaikan Samosir harus menjadi daerah tujuan wisata yang aman. Hal ini disampaikannya dalam sambutan peresmian atas perubahan status dari Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Pangururan menjadi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangururan, Kamis (20/8).

Ia menegaskan, keamanan dimaksud harus didukung dengan pembenahan infrastruktur di semua bidang, sehingga tingkat kunjungan wisatawan ke Pulau Samosir meningkat terus. “Kota wisata harus aman, sehingga polisi pun banyak yang tidur,” katanya disambut tawa.

Di samping keamanan, Kajatisu berharap agar setiap brosur dan informasi pariwisata yang dibagikan harus sesuai dengan kenyataan, sebab apabila tidak sesuai dengan kenyataan jelas akan merugikan para wisatawan yang datang.

Selain meresmikan Kantor Kejari Pangururan yang berada di Jalan dr Hadrianus Sinaga Pintu Sona, Kajatisu bersama rombongan juga meninjau langsung keberadaan kantor serta bertemu dengan para staf dan pegawai.

Kemudian acara berlanjut dengan penyuluhan hukum. Penyuluhan hukum dipimpin langsung oleh Kajatisu bertempat di rumah Dinas Bupati Samosir. Dihadapan Bupati Samosir Ir Mangindar Simbolon, seluruh SKPD, Kapolres Samosir AKBP Andry Setiawan, dan beberapa masyarakat, Kajatisu menyampaikan peran kejaksaan sebagai Jaksa Pengacara Negara (JPN).

Dalam penyuluhan itu juga terjalin kesepakatan dan kerjasama antara Pemkab Samosir dan Kejaksaan dalam penegakan hukum baik pidana ataupun perdata. Bupati Samosir Mangindar Simbolon menyambut baik perubahan status dari Kantor Cabang Kejaksaan Negeri (Kacabjari) Pangururan menjadi Kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Pangururan.

Baca Juga :  Sosialisasi Penyebaran Informasi SMK Sekaligus Foto Bersama Dengan Kabid Dikmenti Propinsi Sumut

Mangindar menilai perubahan akan lebih efesien karena pelimpahan kasus tidak lagi ke Balige, Toba Samosir. (fra)/analisadaily.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 7 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*