Sampah Meluber ke Badan Jalinsum

SIPIROK- Keberadaan sampah yang dibuang di pinggir Jalinsum Sipirok-Tarutung km 6 tepatnya di Aek Sulum Desa Marsada, Sipirok, Tapsel sudah menjadi pusat perhatian pengguna jalan.

Keberadaan sampah-sampah yang sengaja diangkut dari Pasar Sipirok dan dibuang di pinggir jalinsum tersebut sudah mulai menganggu pengguna jalan, bukan saja karena keberadaannya mengeluarkan aroma busuk, tetapi juga posisinya sudah mulai memicu kecelakaan, karena sudah meluber ke badan jalan. Akibatnya, fasilitas umum tersebut menjadi sempit oleh sampah.

Jika suasana tersebut dibiarkan maka tak tertutup kemungkinan terjadinya kecelakaan lalu lintas (lakalantas) akibat keberadaan sampah yang membuat badan jalan menyempit.

Pantauan METRO Jumat (25/11) sekitar 50 meter pinggiran Jalinsum dipenuhi sampah. Bahkan sebagian sampah sudah berada di badan jalan sehingga menyisakan setengah dari lebar jalan.

Dampaknya, kenderaan yang melintas tampak kesulitan dan akhirnya mengambil jalur lebih ke kanan, padahal itu sangat berbahaya jika sewaktu-waktu kenderaan berlawanan arah datang, apalagi posisinya sedikit menikung.

Sampah berbagai jenis itu juga sudah mengeluarkan aroma busuk, hal ini tentu dapat menjadi sumber berbagai penyakit bagi warga yang lalu lalang. Sangat jelas terlihat, ribuan bahkan jutaan lalat ramai mengerumuni sampah itu. Ironisnya di lokasi tersebut ada dua bak sampah bercat kuning yang terlantar dan tak diurus, sehingga keberadaannya terkesan mubajir.

Beberapa warga yang lalu lalang pada METRO mengatakan, lokasi tersebut memang sudah pernah menjadi pembuangan sampah. Tapi karena timbunan sampah yang terus dibakar, mengakibatkan badan jalan anjlok sekitar setahun terakhir dan akhirnya tidak digunakan lagi. Anehnya, beberapa bulan terakhir sampah kembali dibuang di sana.

Baca Juga :  Hari Ini, Timnas Indonesia Resmi Bersatu

“Dulu memang sampah dibuang dan dibakar di sini. Tapi karena anjloknya badan jalan, dan proses pembuatan bronjong maka beberapa bulan sampah tak dibuang di sini. Tapi, tiga bulan terakhir kembali dibuang di sini. Sebaiknya pemeritah mencari lokasi yang tepatlah, bukan di sini yang tak layak lagi,” kata warga bermarga Siregar.

Salah seorang pengendara Jonson (34) mengatakan, keberadaan sampah yang berserakan di badan jalan sangat menganggu pengguna jalan. Dia juga berharap instansi terakhit memperhatikan itu.

“Jika keadaan ini dibiarkan, maka makin lengkaplah keburukan lalulintas di sini. Habis masalah Aek Latong, muncul permasalahan sampah di tengah jalan,” katanya sambil berlalu. (ran/mer)

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*