Sampah Menumpuk dan Meluber ke Jalan – Warga Pasar Sipirok Resah

Sejumlah warga yang berdomisili di Pasar Sipirok, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel), resah dengan tumpukan sampah yang meluber hingga ke badan jalan. Sebab, tumpukan sampah tersebut menyebarkan bau busuk.

“Hal ini sudah terjadi sejak sepekan terakhir. Seharusnya Jumat sudah diangkut tapi hingga hari ini belum juga diangkut. Padahal hari ini (kemarin, red) merupakan hari pekan. Pasti besok tumpukan sampah semakin banyak,” kata warga.

Beberapa tong sampah di depan ruko milik warga terlihat dipenuhi sampah, bahkan di antaranya sudah meluber dan beterbangan ke jalan. Dan di setiap sudut Pasar Atas Sipirok (pinggir Jalinsum) juga tampak tumpukan-tumpukan sampah sehingga membuat suasana pasar semakin semrawut dan kotor.

Di samping itu, di tempat penampungan sampah sementara di pinggir Jalinsum pun sudah penuh dan isinya meluber ke badan jalan, sehingga menimbulkan pemandangan kurang baik di tengah pasar, serta mengeluarkan bau menyengat di tengah pemukiman warga.

Sementara itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Tapanuli Selatan (Tapsel) terkesan lamban mengurus aset yang dimiliki daerah. Pasalnya, banyak aset daerah yang terkesan telantar dan dibiarkan begitu saja tanpa perawatan. Padahal, jika aset tersebut dirawat dan diurus dengan baik akan mendatangkan manfaat yang lama bagi daerah itu sendiri terutama dalam hal penghematan biaya pemeliharaan.

Salah satu aset yang terkesan ditelantarkan adalah mobil dan truk kebersihan yang biasa mengangkut sampah di Pasar Sipirok, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapsel. Kondisi truk tampak kurang terurus dan tak memiliki gudang untuk melindungi dari hujan dan terik matahari, dan jika tidak sedang difungsikan posisinya dibiarkan saja parkir di lapangan Kantor Camat Sipirok, sehingga diguyur kalau hujan sudah biasa.

Baca Juga :  Inilah Surat-Menyurat FIFA dengan PSSI Soal Statuta

Mobil plat merah tersebut parkir di halaman Kantor Camat Sipirok, tampak bagian gerobak mobil yang biasa mengangkut sampah sudah dimakan karat dan bolong-bolong.

Kepala Dinas (Kadis) Tata Ruang Pemukiman (Tarukim) Kabupaten Tapsel, Syahril, kepada METRO melalui telepon selulernya, Senin (29/11), mengatakan , dirinya sedang berada di luar kantor, dan untuk memperjelas keberadaan mobil sampah tersebut harus melalui petugas yang mengurusnya.

“Saya lagi di luar kota dan untuk kejelasan mobil tersebut tentunya saya harus menanyakan petugas yang mengurusnya terlebih dulu,” kata Kadis. (metrosiantar.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

3 Komentar

  1. seperti kebanyakan yg,sdh mempergunakan teknologi pemusnah sampah mulai dari warga secara pribadi,perumahan warga,tk.rt,rw,kelurahan,sekolahan,pasar bahkan pabrik/perusahaan yg.banyak sampahnya,semua teratasi dgn.baik tak pernah lagi ada persoalan dengan sampah.saya pembuat.

  2. teknologi pemusnah sampah,teknologitpa.blogspot.atau inovasi pemusnah sampah dlanggu,alat sangat sederhana,praktis,untuk memusnah segala macam/bentuk sampah tak terkecuali sampah basah sangat bagus TANPA BAHAN BAKAR apapun,pembuatan tdk dengan beaya besar,tdk perlu lokasi yg.luas juga tdk perlu menghitung berapa banyaknya sampah pembuatan tinggal menyesuaikan.

  3. saya sdh pernah ngisi comment ini,dan dibelakang pasar kan ada rumah kompos kok sampah masih…….saja,memang untuk mengatasi sampah kalo perlu se Indonesia pakelah teknologi pemusnah sampah atau teknologitpa.blogspot.com atau inovasi pemusnah sampah dlanggu,menjamin tdk akan ada lagi persoalan dgn.sampah,lha kalo mengatasi sampah dgn.cara membuat ini-itu dsbg,menurut saya juga menurut pembaca gimana tujuan utamanya,kan bukan nmengatasi sampah tetapi membuat sesuatu pakek bahan sampah,tapi sampah yg.mana dipergunakan kan sampah itu banyak sekali macam dan bentuknya shg.tetap menyisa tambah hari seterusnya menumpuk,hub.saya bila ada minat.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*