SARASI Dilantik 12 Agustus

Pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) periode 2010-2015, H Syahrul Martua Pasaribu-H Aldinz Rapolo Siregar (SARASI), akan digelar 12 Agustus mendatang. Hal ini bersamaan dengan berakhirnya masa jabatan bupati dan wakil bupati periode 2005-2010.

“Sesuai tahapan, jadwal, dan waktu Pemilukada Tapsel yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tapsel, jadwal pelantikan bupati dan wakil bupati terpilih Tapsel periode 2010-2015 tanggal 12 Agustus mendatang,” kata Divisi Sosialisasi KPU Tapsel, Ir Potan Edi Siregar kepada METRO, Selasa (15/6).

Diutarakan Potan, SK pengangkatan bupati dan wakil bupati terpilih periode 2010-2015 dikeluarkan Mendagri, dan SK tersebut disampaikan ke Gubernur Sumut. Kemudian, Gubsu melantik Bupati dan Wakil Bupati Tapsel atas nama Mendagri.

Sementara mengenai pelaksanaan pelantikan bupati dan wakil bupati termasuk tempat dan sebagainya, itu dilaksanakan DPRD Tapsel berkoordinasi dengan Provinsi Sumut. KPU, sebut Potan, dalam pelantikan nantinya hanya sebagai undangan. Artinya, tugas KPU dalam pelaksanaan Pemilukada sudah selesai, setelah hasil Pemilukada Tapsel 12 Mei lalu disampaikan ke DPRD. “Soal pelantikan tinggal menunggu SK dari Mendagri saja,” ucap Potan mengakhiri.

Salah Satu Terbaik

di Sumut

Sementara itu Ketua Persatuan Advokasi Indonesia (Peradi) wilayah Tapanuli Bagian Selatan (Tabagsel) Ridwan Rangkuti SH MH berpendapat, Pemilukada Kabupaten Mandailing Natal (Madina) yang digelar 9 Juni lalu merupakan salah satu Pemilukada terbaik di Sumut. Sebab Pemilukada berjalan kondusif, aman, dan damai serta berjalan sesuai yang diharapkan masyarakat, yakni terwujudnya ketenangan dan kedamaian.

Baca Juga :  Olimpiade Bakal Dihadang Cuaca Tak Menentu

“Proses pelaksanaan Pemilukada Madina, Rabu (9/6) lalu berjalan aman, tertib, dan damai. Ini juga membuktian bahwa masyarakat Madina secara totalitas menginginkan kedamaian tanpa adanya tidakan anarkisme yang bisa melukai demokasi di Kabupaten Madina. Pada pelaksanaan Pemilukada, pasangan nomor urut 6, Hidayat-Dahlan unggul dengan meraih suara 47 persen,” kata Ridwan kepada METRO, Selasa (15/6).

Diutarakan Ridwan, seluruh masyarakat harus mengawal Pemilukada dengan kebersamaan dan menjaga stabilitas Kabupaten Madina yang kondusif, aman, dan bermartabat.

“Memang saat menjelang Pemilukada, masa kampanye, seluruh ketegangan akan dirasakan berbagai pihak. Tapi itulah yang dikatakan dengan demokrasi yakni mengembalikan kekuasaan itu sepenuhnya kepada rakyat untuk memilih siapa yang pantas untuk menjadi pemimpin di Madina,” terangnya.

“Sekarang marilah kita seluruh rakyat di Madina untuk menghilangkan seluruh ketegangan, perbedaan haluan politik, dan mari sama-sama kita rajut kembali hal-hal yang sudah menjadi perbedaan kita selama proses Pemilukada. Jangan kita biarkan pikiran-pikiran negatif terus menggerogoti kita sehingga menimbulkan tindakan-tindakan yang menodai arti dari pada demokrasi,” tambahnya.

Ridwan juga menyampaikan ucapan terima kasih sekaligus apresiasi yang sangat tinggi terhadap Pemerintah Kabupaten Madina selaku fasilitator Pemilukada, Komisi Pemilihan Umum (KPU) sebagai penyelenggara, dan Panitia Pengawasan Pemilukada serta Polres Madina yang telah sama-sama proaktif untuk mewujudkan Pemilukada yang demokratis, netral, aman, lancar dan kondusif tanpa adanya keterhambatan dalam proses pelaksanaan Pemilukada tahun ini.

Baca Juga :  Dana Stimulus Pemko Sidimpuan TA 2009 Rp 41,5 M

Sumber: http://metrosiantar.com/sidimpuan_raya_/SARASI_Dilantik_12_Agustus

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

4 Komentar

  1. Apapun alasannya ternyata SARASI lah yg dipilih mayarakat tapsel MARI kita dukung klo kita menolak tentu nanti semua rencana yang baik dari SARASi kita tolak karena sudah APATIS yang terpenting sekarang kita lakukan pengawasan pelaksanaannya kita dukung program yang pro rakyat kita tolak KKN kitu ukur keberhasilannya untuk itu masyrakat pegang janji SARASI yg ada secara formal sehingga nanti jadi bukti bagi kita iutk pengukuran keberhasilannya.. jika 2 thn ini tdak ada perubahan buat mosi tdk percaya kepada mereka.. okeyyy dongan sahuta

  2. Pasangan yg tak Serasi, yg satu entah muncul dari mana karena selama ini cuma mewakili daerah lain di DPRD tiba2 bilang mau berjuang ngurus dan memajukan Tapsel ( wah hebat kali Bapak ini ! ) yg satu lagi……..apa ya ? oh gini, semua orang bilang Ongku gagal pimpin Tapsel, nah si Rapolo ini apakah berhasil ? betul2 logika jungkir balik tapi kenapa ya masyarakat Tapsel terpesona dengan pasangan yg tak serasi ini ? mangido maaf kawan… ulang pola tarsinggung.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*