Satelit NASA Dekati Komet Hartley 2

Satelit NASA Deep Impact kembali mendekati komet Hartley 2, dengan jarak terbang sekitar 435 mil.

Es yang mencair dari kedua sisi komet Hartley 2 terlihat sebagaimana satelit Deep Impact yang seharga USD333 juta, terbang melewati komet tersebut dengan kecepatan 27.000 MPH.

Penerbangan ini merupakan misi ke lima NASA untuk mendekati sebuah komet. Demikian seperti yang dikutip dari USA Today, Jumat (5/11/2010).

“Ini sangat hebat karena untuk pertama kalinya kita melihat es-es mencair dan terkikis dari permukaan sebuah komet,” ujar Jessica Sunshine, ilmuwan untuk misi ini dari University of Maryland.

Komet merupakan sisa-sisa materi pembentuk alam semesta sekira 4,6 miliar tahun lalu. Komet menghantarkan unsur air dan bentuk awal kehidupan (senyawa kimia organik) ke permukaan bumi ketika bertubrukan pada 3,9 miliar tahun lalu. Para ilmuwan berharap untuk bisa mempelajari lebih lanjut mengenai senyawa kimia pada waktu tersebut melalui komet-komet ini.

Komet Hartley 2 bergerak dengan jarak 98 juta mil dari matahari pada bulan Oktober kemarin. Ekor dari komet tersebut tumbuh sebagaimana es di permukaannya meleleh ketika mendekati orbit matahari yang panas, yang kemudian menimbulkan awan es. (okezone.com)

“Yang menjadi kejutan di misi ini adalah penemuan bahwa es kering, karbon dioksida, lebih mendominasi pembentukan ekor komet Hartley 2 ketimbang es air,” ujar Michael A’Heam, project chief investigator, yang juga berasal dari University of Maryland.

Baca Juga :  Manuskrip Paling Misterius di Dunia

Komet Hartley 2 yang berukuran panjang 1,25 mil ini mengelilingi matahari sekali dalam 6 setengah tahun. Awal minggu ini komet Hartley 2 menghantarkan hujan meteor kecil ke Bumi dengan awan es yang bisa terlihat di langit malam.

Atmosfir dari Venus, Mars dan Bumi mengandung banyak karbon dioksida. Kita mungkin akan mencari dari mana atmosfir dari planet-planet awal berasal,” ujar Jay Melosh dari Purdue University yang juga ilmuwan untuk misi ini. Misi mendekati komet ini adalah yang kedua dilakukan oleh satelit Deep Impact. Sebelumnya di tahun 2005 Deep Impact juga melakukan misi meneliti komet Tempel-1

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 10 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*