Satgas Mafia Hukum Duga Adanya Kebocoran Anggaran di Bappeda Palas Tahun 2013 sebesar Rp 1,3 M

ulang korupsi2 Satgas Mafia Hukum Duga Adanya Kebocoran Anggaran di Bappeda Palas Tahun 2013 sebesar Rp 1,3 MPADANG LAWAS | Kepala Satuan Pidana Khusus (Kasatpidsus) Satgas Mafia Hukum wilayah Tabagsel, DR. Pandapotan Siregar, ST, MM menyebutkan adanya dugaan kebocoran anggaran pada Badan Perencanaan Pembanguna Daerah (Bappeda) Padang Lawas sebesar Rp 1,3 M

Dari analisis Penjabaran dalam Pelaksanaan APBD T.A. 2013 diduga beberapa item kegiatan tidak mempunyai hasil akhir

Kasat Satgas dengan nomor KTA 1221071865-70001.111.14 itu merincikan indikasi kebocoran anggaran tersebut meliputi Penyusunan Dokumen Desain (DED) Gedung Pemadam Kebakaran yang dikerjakan dengan Anggran sebesar Rp 234.280.000

Lanjutnya, Kegiatan Study Kelayakan Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Sampah Kota Sibuhuan sekitarnya sebesar Rp 322.388.000, Penyusunan Rencana Induk Instalasi Pengolahan Limbah Kota Sibuhuan sebesar Rp 273.820.000 dan Pembaharuan Rencana Pembanguna Investasi Jangka Menengah Daerah (RPJIMD) sebesar Rp 273.488.000

Pegiat good governance itu juga menjelaskan, Dokumen Desain pekerjaan yang harus dikerjakan adalah  perencanaan teknis banguna khusus, lengkap dan terperinci sesuai ketentuan yang berlaku. Bangunan yang akan direncanakan telah ditentukan sesuai skala prioritas yang akan segera ditindak lanjuti dengan pelaksanaan fisik nya.

“Keluaran atau hasil pelaksanaan pekerjaan tersebut adalah mendapatkan hasil review study kelayakan dan dokumen perencanaan teknis atau dokumen desain dan dokumen lelang gedung pemadam kebakaran sesuai kondisi daerah, sementara bappeda palas bukan pelaksana teknis” tuturnya

Seharusnya hasil ahir memiliki Miniatur atau berupa gambar yang ditempel di papan pengumuman agar tersosialisasi dan terealisasi. Namun, diduga tidak ada, lanjutnya

Baca Juga :  Pedagang Dihimbau Untuk Tetap Mempergunakan Uang Logam Pecahan Rp. 100 dan Rp. 200 Tahun Emisi 2005 Ke atas

Saat dicoba konfirmasi, Kepala Bappeda Palas, Yenni Nurlina, ST tidak sedang berada ditempat dan dihubungi via telepon selular, nomor yang bersangkutan tidak aktif serta di sms tidak dibalas hingga berita diterbitkan. (Edi)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*