Satpol PP Kota Binjai Ngamuk, Bakar Kantor dan Hancurkan Mobil

Aksi ratusan tenaga honor Satpol PP Kota Binjai berakhir ricuh. Massa berusaha membakar Kantor Satpol PP di Jalan Jambi dan merusak Balaikota Pemko Binjai, Kamis (10/3).

Aksi massa dipicu karena masa kerja mereka tidak diperpanjang atau diberhentikan sebagai tenaga honorer. Apalagi tiga bulan terakhir mereka belum menerima gaji.

Sesuai keputusan rapat Komisi C DPRD dengan Pemko Binjai dihadiri Sekdako Drs H Iqbal Pulungan, Kepala BKD Drs Amir Hamzah, Asisten III Hanizar Rawi,SH, dan Ka Kantor Satpol PP Hartono, bahwa nasib tenaga honor di Satpol PP akan dirumahkan.

Mendengar keputusan itu, massa yang berkumpul di halaman gedung DPRD Jalan Veteran mengamuk. Kantor Satpol PP di Jalan Jambi dibakar, namun api berhasil dipadamkan petugas Polres Binjai.

Seorang anggota Satpol PP, J Sitinjak (31),warga Belawan yang bertugas di RSU drDjoelham Binjai yang tidak mau ikut unjuk rasa dipukul anggota lainnya, hingga kepalanya luka dan kini dirawat di lantai III RSU Binjai.

Massa melanjutkan aksinya ke Balaikota Binjai. Pukul 16.15 WIB, mereka menyerbu balaikota di Jalan Jenderal Sudirman. Raungan sepeda motor dan massa menguasai balaikota, pintu pagar ditutup.

Sambil berteriak-teriak, mereka menghancurkan kaca ruangan wakil walikota, merusak pintu ruang Sekdako. Memecahkan kaca miniatur di ruang tunggu walikota serta kaca di beberapa bagian juga dihancurkan.

Dua mobil pick-up dibalikkan. Bahkan ATM milik PT Bank Sumut Cabang Binjai dihancurkan.Kantor penjagaan walikota juga dirusak.

Kapolres Binjai AKBP Dra Rina Sari Ginting menilai aksi itu merupakan tindakan anarki yang tidak bisa ditolerir. Rina menegaskan, akan mengusut pelakunya.

Polres Binjai memasang garis polisi di lokasi kejadian dan hingga pukul 17.30 WIB, Balaikota Binjai dan kantor Satpol PP di Jalan Jambi masih dijaga petugas.

Baca Juga :  Saksi Mata: Hercules Itu Meraung, Oleng, dan Menukik

Walikota Binjai, HM Idaham pukul 18:10 WIB meninjau lokasi. Kepada wartawan dia mengaku prihatin dengan kondisi itu. Namun dia juga mengaku salut dengan warga Kota Binjai yang tidak terpancing.

Soal tindak anarkis, Idaham menyatakan, Pemko menyerahkan kepada aparat terkait untuk mengusut pelakunya.

Berakhir

Ditanya mengapa tenaga honorer Satpol PP tidak diperpanjang, Idaham menegaskan, sesuai Surat Keputusan (SK) yang diterima para anggota Satpol PP ditandatangani walikota sebelumnya (Ali Umri) berakhir per 31 Desember 2010. Dalam SK itu disebutkan, mereka adalah tenaga harian lepas.

Dikatakan Idaham juga Ketua Pemuda Panca Marga (PPM) Sumatera Utara itu, selama ini Pemko Binjai per bulannya harus mengeluarkan anggaran Rp161.120.000 atau dikalkulasikan setahun mencapai Rp 2 miliar lebih bersumber dari APBD.

Tentang kemungkinan adanya gugatan para anggota Satpol PP itu, Idaham menyatakan, pihaknya mempersilahkan. “Kita akan menunggu hasil keputusan pengadilan, karena jika dibayarkan, hal itu jelas melanggar hukum,’’ ujar Idaham.

Blokir Jalan

Secara terpisah, seratusan masyarakat Kelurahan Kebun Lada, Kecamatan Binjai Utara kembali memblokir Jalan Perintis Kemerdekaan, Kamis (10/3). Pemblokiran jalan berlangsung hingga malam hari.

Aksi ini dilakukan warga karena masyarakat marah dengan pemerintah Kota Binjai yang hingga kini belum memperbaiki badan jalan yang rusak parah itu.

Pemblokiran jalan, dengan memasang tenda di tengah badan jalan dan kayu balok serta pot bunga. Truk dilarang melintas.

Salah seorang warga Sairul Rujangga dalam orasinya mengatakan, masyarakat Kelurahan Kebun Lada kecewa dengan kepemimpinan Walikota Binjai H.M.Idaham, karena dinilai tidak tanggap.

Masyarakat juga kecewa dan menuntut Kadishub Binjai H.Fadlan untuk mundur dari jabatannya sebagai Kepala Dinas Perhubungan, yang mengizinkan truk yang melebihi tonase melintasi jalan yang dituding sebagai penyebab jalan menjadi rusak.

Baca Juga :  Penetapan Gubsu Syamsul Arifin Jadi Tersangka - DPR Cium Bau tak Sedap

Aksi pemblokiran Jalan Perintis Kemerdekaan ini akan terus berlanjut sampai ada perhatian dari Pemerintah Kota Binjai.

“Aksi blokir jalan ini hanya berlaku untuk truk, sedang kendaraan angkutan umum, mobil pribadi serta sepeda motor diizinkan melintasi jalan ini,” ungkap Sairul.

Setelah berorasi kurang lebih satu jam, Kadis PU Kota Binjai Ir Alfi datang menenangkan masyarakat, namun kedatangan Kadis PU itu tidak diindahkan warga. Karena, menurut warga, kehadirannya tidak akan menyelesaikan masalah.

Tidak lama kemudian Walikota Binjai H.M.Idaham SH,MSi hadir bersama Ketua DPRD Binjai Ir.H.Haris Harto, Kapolres Binjai AKBP Dra Rina Sari Ginting dan Dandim 0203 Binjai/Langkat Letkol Asrul menjumpai masyarakat.

Walikota mengatakan, pemerintah Kota Binjai akan memperbaiki Jalan Perintis Kemerdekaan, namun semua ini perlu proses. “Dalam waktu dekat ini jalan akan diperbaiki, tapi perlu proses tender terlebih dahulu,” kata Idaham. (mg/anaf) (analisadaily.com)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*