Satpol PP Padangsidimpuan Segera Razia Pedagang Petasan

Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Padangsidimpuan (Psp) dalam waktu dekat akan merazia pedagang petasan di Kota Psp. Razia ini dimaksudkan untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kenyamanan umat muslim dalam menjalankan ibadah puasa seperti salat tarawih dan tadarus, dari bunyi petasan atau mercun.

Demikian ditegaskan Kepala Kantor Satpol PP Psp, Erwin Harahap kepada METRO, Minggu (29/8) melalui telepon selulernya.

Disebutkan Erwin, saat ini pihaknya sedang menunggu para pedagang petasan berjualan di sepanjang Jalan Thamrin, Jalan Merdeka dan lain sebagainya. Sehingga nantinya lebih mudah untuk melakukan razia. Apalagi, pihaknya sudah mendapatkan tembusan surat dari Kapoldasu melalui Polresta Psp tentang jenis dan bahan apa saja yang dilarang untuk diperjualbelikan sebagai bahan petasan, mercun dan lainnya.

“Suratnya sudah ada sama kita dari Polresta Psp tentang jenis dan bahan apa saja yang dilarang untuk dijual. Kita juga menunggu pedagang untuk berjualan secara serentak untuk memudahkan pengawasannya, karena saat ini belum semua pedagang petasan berjualan. Selain itu kita juga akan mencari tahu toko mana saja yang mempunyai izin untuk mendistribusikan atau agen besarnya di Kota Psp,” ungkapnya. Lebih lanjut dikatakan Erwin, pengawasan yang dilakukan pihaknya nanti tidak hanya sekali saja, namun secara berkesinambungan. “Pokoknya kita akan segera melakukan razia dalam minggu ini,” pungkasnya.

Baca Juga :  Warga Desa Sampuran Harapkan Pembangunan Jembatan

Warga Diimbau Jangan Main Petasan

Kapolres Tapanuli Selatan AKBP Subandriya SH MH melalui Kapolsek Padang Bolak AKP JW Sijabat SH mengimbau masyarakat Padang Bolak, Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) untuk tidak bermain mercon atau petasan. Sebab, benda tersebut berbahaya dan dapat menimbulkan ledakan.

“Untuk lebih jelasnya, mercon atau petasan yang bisa diperjualbelikan di pasaran hanya berukuran 0,5 inchi sampai dua inci atau di bawah 20 gram (berat, red). Lebih dari itu harus ada izin dari pihak kepolisian,” sebut Sijabat.

Diutarakan Sijabat, imbauan tersebut mengacu dan mengingat Surat Edaran Kapoldasu bernomor SE/07/VIII/2010 tentang ketentuan pengguna bahan peledak (petasan, mercon, dan kembang api) yang mengacu pada UU Nomor 12/Drt/1951 tentang senjata api amunisi dan bahan peledak. Di mana disebutkan, barang siapa tanpa hak membuat, membawa, menyimpan dan menggunakan bahan peladak diancam hukuman maksimal 10 tahun penjara.

Sumber: http://metrosiantar.com/sidimpuan_raya_/Satpol_PP_Segera_Razia_Pedagang_Petasan

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*