Satpol PP Paksa Sepasang Pelajar SMP Beradegan Seks

MAMUJU, KOMPAS.com — Sepasang pelajar dari salah satu SMP ternama di Kota Mamuju, Sulawesi Barat, dipaksa melakukan adegan seks bak bintang film porno. Selanjutnya, aksi itu direkam dengan menggunakan telepon selular.

Di bawah ancaman, sepasang pelajar yang masih di bawah umur ini terpaksa memenuhi permintaan pelaku. Setelah peristiwa itu, kini video vulgar itu telah beredar luas di masyarakat Kota Mamuju. Tak ayal, hingga hari ini, Jumat (5/4/2013), kasus ini menjadi pembicaraan luas, termasuk para siswa di tempat kedua korban bersekolah.

illustrasi

Kepolisian Mamuju mengaku masih melakukan pengusutan. Mereka menduga, aksi ini didalangi oleh seorang anggota Satpol PP Pemerintah Kota Mamuju. Kasus ini berawal saat kedua korban terjaring razia Satpol PP, karena berkeliaran pada jam sekolah.

Mereka tertangkap berduaan di salah satu sudut bangunan di Kota Mamuju. Merasa tepergok petugas, kedua pelajar ini menjadi sangat ketakutan. Saat keduanya diperintahkan memeragakan adegan tak senonoh, mereka pun menurutinya.

Suara pelaku dalam rekaman video berdurasi 1,7 menit ini terdengar berkali-kali mengarahkan kedua siswa untuk melakukan adegan seks.  “Coba ulangi lagi seperti tadi, nikmati saja,” ujar pelaku dalam rekaman video tersebut.

Kepala Polres Mamuju Darwis Rincing seperti dilansir sejumlah media lokal mengatakan, identitas pelaku telah diketahui petugas, tetapi belum berhasil ditangkap.

Sementara itu, Kepala Divisi Investigasi LBH Sulbar, Sukri Wandi, mengaku, akan mengawal kasus ini hingga pelakunya diseret ke pengadilan.  “Ini bisa membuat guncangan psikologis bagi kedua siswa yang tak bersalah ini,” ujar Wandi.

Baca Juga :  Rekapitulasi 33 Provinsi Selesai, Jokowi-JK Menang dengan 53,15 Persen

Menurut Wandi, jajaran pemerintah Kota Mamuju harus terlibat mengusut kasus ini. Jika terbukati pegawainya terlibat melakukan perbuatan tersebut, maka yang bersangkutan harus diberi sanksi berat.sumber kompas.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 6 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*