Satpol PP Paluta Razia Tempat Kos

Paluta, Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Padang Lawas Utara (Paluta) menggelar razia tempat kos  di  Kelurahan Pasar Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak, Kamis (6/8).

Selain merazia sejumlah kos-kosan, Satpol PP juga menyisir beberapa tempat yang di duga di jadikan tempat ajang mesum oleh para remaja maupun anak sekolah seperti di lokasi pembangunan Gedung Olah Raga (GOR) yang berada di seputaran Paranginan, Desa Huta Lombang, Kecamatan Padang Bolak.

Mulai pukul 22.00 WIB, petugas  langsung  menuju lokasi pembangunan GOR yang berada di seputaran Paranginan. Dalam razia, petugas berhasil mengamankan lima orang remaja, tiga orang di antaranya pria dan dua orang perempuan. Tiga pria itu  BH, PH dan BH sedangkan dua perempuan  MH dan RH.

Setelah mengamankan lima remaja tersebut, Satpol PP Paluta bersama Kepling I Gunung Tua Khoirul Anwar Harahap bergerak menuju kos-kosan yang berada di Dugabe, Lingkungan I, Gunung Tua, Kecamatan Padang Bolak. Di kosan yang berjumlah tujuh pintu ini petugas berhasil megamankan dua orang yang terbukti tidak memiliki kartu identitas seperti KTP.

Satu diantara waria atasnama PS ditangkap  saat ia bersembunyi di atas loteng rumah tersebut sedangkan satu orang lagi wanita asal Marancar Godang, Tapsel VP. “Saat ditangkap, satu waria ditangkap saat bersembunyi di atas loteng kos nya,” ujar Komandan Provost Satpol PP Helmi SH, Jumat (7/8).

Baca Juga :  210 Formasi CPNS Pemko Padangsidimpuan Tahun 2010 - Lulusan SMA Tak Diterima

Kronologinya, saat petugas mendatangi kos-kosan tersebut, pintu rumah dalam keadaan terkunci. Petugas pun mencoba memanggil berkali-kali namun tak ada juga yang menjawab. Setelah digedor berkali-kali, akhirnya pintu rumah pun dibuka oleh VP  dan petugas pun masuk dan menanyakan kartu identitas. Lanjutnya, saat masih menanyakan kartu identitas, tiba-tiba petugas mendengar ada suara kaki yang sedang melangkah perlahan dari atas loteng.

Merasa curiga, petugas pun akhirnya melihat ke atas loteng lalu menyuruh waria itu turun. Dan saat petugas menanyakan KTP, keduanya pun tidak dapat memperlihatkannya. “Saat di tanyai, keduanya tidak dapat memperlihatkan KTP, makanya kita bawa ke kantor,” lanjutnya. Masih kata Helmi, razia ke kos  akan rutin di lakukan untuk mengantisipasi pendatang yang tidak memiliki identitas jelas seperti Kartu Keluarga (KK) dan KTP  sebab sebagai pendatang baru, seharusnya yang bersangkutan harus melapor 1×24 jam kepada pemerintah setempat dan sudah terdata dengan baik di lingkungannya masing-masing.

PS  mengaku sengaja bersembunyi di atas loteng demi menyelamatkan dirinya dari razia Satpol PP. Saat petugas menggedor pintu, ia pun langsung bersembunyi di atas loteng. “Takut di razia bang, makanya sembunyi ke  atas loteng,” sebutnya dengan logat khas kemayu.

Begitu juga dengan VP, warga Marancar Godang Tapsel yang baru seminggu berkos di daerah Dugabe, Lingkungan I Gunung Tua ini. Ia mengakui bahwa ia sudah lama berada di Gunung Tua, dan selama itu ia tak pernah mempunyai KTP maupun tanda pengenal lainnya.

Baca Juga :  Vettel: Ban Bikin Pembalap Butuh Tiga Stop

“Sudah lama tinggal di Gunung Tua dan memang belum punya KTP pak,” ungkapnya. Pantauan wartawan, setiba di kantor Satpol PP Paluta, petugas  melakukan pendataan kepada pihak yang terjaring.

Mereka di data serta diminta membuat surat pernyataan. Kemudian dilepas setelah dijemput  pihak keluarganya masing-masing dengan membuat surat perjanjian akan diberi sanksi yang lebih keras lagi apabila terjaring razia kembali.

Kasatpol PP Paluta Ali Ja’far Harahap SH membenarkan adanya razia itu. “Razia ini untuk meminimalisir kenakalan remaja yang semakin meningkat dan banyaknya warga pendatang yang tidak memiliki kartu identitas,” tegasnya. (ong)


(Analisa).

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*