Satpol PP Pemkab Madina Bongkar Pondok Kafe Tertutup

Personel Satuan Polisi Pamong Paraja (Satpol PP) Pemkab Madina melakukan razia penertiban di sejumlah kafe yang masih menyediakan pondok tertutup dan membongkarnya, kemarin. Dalam razia itu, Satpol PP menemukan beberapa alat kontrasepsi berupa belasan kondom yang sudah dipakai di dalam dan di bawah pondok.

Plt Kakan Satpol PP Madina Nurkholis SH, Kamis (21/10) menyebutkan, razia tersebut akan terus digelar di seluruh wilayah Madina, meskipun untuk saat ini masih fokus di pusat ibukota kabupaten yakni Panyabungan. Sebab, Satpol PP juga ada tugas lain dalam penegakan Perda. Razia yang digelar kemarin (21/10) pukul 10.00 WIB hingga pukul 13.00 WIB, ada tiga kafe yang pondoknya tertutup dan dibongkar. Kafe yang memiliki pondok tertutup itu diduga sebagai tempat mesum.

“Kita menemukan sejumlah alat kontrasepsi berupa belasan kondom bekas di dalam dan di bawah pondok yang diduga digunakan pengunjungnya untuk bebruat mesum di malam hari. Ini juga membuktikan sejumlah kafe di Madina masih ada yang menyediakan pondok sebagai tempat bebruat mesum,” ungkapnya.

“Makanya kita dari Satpol PP berkomitmen untuk senantiasa menjalankan operasi seperti ini mengingat dapat merusak moral masyarakat. Di samping itu masyarakat juga selalu memberikan laporan bahwa keberadaan kafe malam itu sangat meresahkan warga,” tambahnya lagi.

Nurkholis menjelaskan, penertiban ini akan dilaksanakan secara rutin mengingat masih banyak kafe yang tidak mempedulikan teguran dan pemberitahuan secara tertulis dari Pj Bupati Madina Ir H Aspan Sofian Batubara MM kepada pemilik kafe di Madina untuk menurunkan dinding atau penutup pondok kafenya masing-masing. “Pemkab sudah memberikan peringatan bagi pemilik kafe yang menyediakan pondok untuk melepas penutupnya sehingga transparan. Pemilik kafe juga disarankan untuk memasang lampu penerangan yang sesuai supaya pengunjung kafe bisa terlihat jelas. Alat penerang yang dimaksud bukan lampu hias atau sejenis, tapi lampu standar. Kita juga menyarankan pemilik kafe ikut proaktif mengawasi setiap pengunjung supaya tidak melakukan aksi atau tindakan amoral,” katanya.

Baca Juga :  Memaki Fans di Twitter, Pemain Inggris Dijual

Disebutkan Nurkholis, dalam sepekan terakhir, Satpol PP sudah merazia sejumlah kafe di Panyabungan. Hingga razia terakhir digelar, Satpol PP belum mengamankan pengunjung yang diduga melakukan tindakan mesum atau amoral yang dapat merusak akhlak masyarakat terutama kalangan pemuda dan pelajar.

“Untuk saat ini kita masih fokus terhadap bangunan kafe yang diduga sebagai tempat mesum semisal pondok atau jenis lainnya. Namun untuk razia selanjutnya pengunjung yang melakukan perbuatan mesum atau tindakan amoral akan kita amankan karena operasi ini sesuai surat perintah Pj Bupati dan akan dilakukan secara continue. Kita juga sudah tugaskan personel ke beberapa kecamatan untuk meninjau seluruh kafe di Madina yang akan dirazia nantinya,” ungkapnya.

Untuk menertibkan penyakit masyarakat lainnya, sebut Nurkholis, Satpol PP sudah memiliki program, semisal penertiban tempat judi dan tempat minum-minuman keras yang masih banyak beroperasi di pedesaaan dengan berkoordinasi dengan Polres Madina.

metrosiantar.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*