Satpol PP Tertibkan Kendaraan Dinas di Pemkab Madina

Maraknya penyalahgunaan kendaraan dinas oleh sejumlah oknum pegawai di lingkungan Pemkab Madina direspon Pj Bupati, Aspan Sofian, dengan menugaskan Dinas Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) untuk menertibkan kendaraan dinas yang tidak sesuai peruntukannya.

“Aksi penertiban yang kami lakukan  merupakan arahan dan petunjuk bupati. Kendaraan dinas yang ditertibkan maupun ditarik tidak secara total, melainkan setiap kenderaan yang tidak layak peruntukannya untuk tetap menjadi aset Pemkab Madina,” kata Kasatpol PP Madina,. Hendra Edisahputra, pagi ini.

Menurutnya, penertiban dilakukan karena selama ini masih banyak ditemukan kendaraan berplat merah yang tidak sesuai peruntukannya bahkan parkir di sembarang tempat,sehingga bukan saja melanggar aturan, tapi juga berdampak terhadap kredibilitas pemerintah di mata masyarakat.

Dikatakan, penyalahgunaan kendaraan dinas yang tidak sesuai peruntukannya paling banyak kendaraan roda dua,diantara kenderaan itu tidak dipakai pejabat yang berhak menerimanya melainkan digunakan tenaga honor maupun masyarakat umum.

“Penggunaan aset kendaraan dinas tidak lagi sesuai peruntukannya utamanya kendaraan roda dua yang digunakan bukan untuk keperluan dinas dan di luar jam kerja.Ada pengawai dengan segaja mengganti ban sepeda motor untuk digunakan ke kebun, dan ada juga dengan sengaja mengubah plat nomor menjadi nomor pribadi,” terangnya.

Menurutnya, pengembalian tersebut dalam arti kembali menjadi aset. Jika pejabat yang bersangkutan masih aktif, kenderaan tersebut masih boleh dipakai tetapi platnya yang telah berubah warna hitam, harus dimerahkan kembali.

Baca Juga :  Korupsi Bronjong Sidempuan, Direktur CV Manyabi Group Dituntut 18 Bulan Penjara

”Usai penertiban, kesemua aset akan kembali diserahkan kepada pejabat yang berhak menerimanya,yang salah satu syaratnya pejabat bersangkutan  mengurus kelengkapan administrasi pinjam pakai terhadap aset tersebut,” ungkapnya.

Berbagai elemen masyarakat berharap agar penertiban kenderaan dinas roda dua dan empat di lingkungan Pemkab Madina, jangan pilih kasih, karena selama ini penggunaan aset daerah itu sudah keterlaluan,artinya banyak kendaraan berplat merah itu digunakan untuk keperluan dinas lagi.

“Penertiban jangan pandang bulu, karena peruntukan kenderaan dinas utamanya roda dua selama ini banyak yang berpindah tangan secara tidak layak atau belum memenuhi persyaratan,” kata Abdul Rajab, warga Gunungtua, Kecamatan Panyabungan.

Rajab menjelaskan, berdasarkan penjajakannya selama ini,ada pejabat di Madina, memakai kendaraan roda dua berplat merah sebanyak tiga unit. ”Ada pengawai memiliki kenderaan dinas roda dua sebanyak tiga unit, ini sudah pernah saya laporkan ke instansi terkait, namun belum ditindak lanjuti penertibannya,” ucapnya. (waspada.co.id)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*