Satreskrim Polres Aceh Singkil bekerja sama dengan Polres Tapanuli Selatan Ciduk Wanita Dalang Trafficking

Sumber : www.serambinews.com

SINGKIL – Satuan Reserse Kriminal Kepolisian Resor (Satreskrim Polres) Aceh Singkil bekerja sama dengan Polres Tapanuli Selatan Sumatera Utara (Sumut), berhasil menciduk Rostima (40) yang diduga sebagai dalang alias otak pelaku sindikat perdagangan manusia (trafficking) di Aceh dan Sumut. Korban dari aksi kotornya yang sudah terungkap adalah empat perempuan Kota Subulussalam, Provinsi Aceh, yang disekap dan dipekerjakan paksa di salah satu lokalisasi pekerja seks komersial (PSK) di Kecamatan Padang Sipolah, Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel).

Ana, begitu Rostima disapa, diringkus polisi berdasarkan hasil pengembangan saat Rahmat Manulang (23) diperiksa. Rahmat diduga terlibat trafficking tingkat pertama, karena dialah yang pertama kali mengarahkan keempat perempuan itu meninggalkan kampungnya untuk “mengadu nasib” di Sumut. Sesampai di Sumut, para perempuan itu dialihtangankan kepada Ana yang diyakini polisi sebagai germo. Rahmat, sebagaimana diberitakan Serambi terdahulu, ditangkap aparat Polsek Simpang Kiri, Polres Aceh Singkil-Kota Subulussalam, atas pengaduan salah satu korban yang berhasil melarikan diri dari pengawasan sang germo di Sumut.

Kasat Serse Polres Aceh Singkil Iptu Jatmiko, Jumat (25/12), mengatakan kepada Serambi bahwa proses penangkapan Ana di salah satu tempat lokalisasi PSK berjalan lancar. Ini berkat kerja sama yang rapi antara tim Satserse Polres Aceh Singkil dengan Polres Tapsel.  “Tim pemburu dari reskrim yang saya pimpin dapat melacak keberadaan germo tersebut dan langsung ditangkap berkat kerja sama dengan Polres Tapsel,” ujar Jatmiko.

Baca Juga :  SIDIMPUAN DITERJANG BANJIR BANDANG - Puluhan Rumah dan 60 Ha Sawah Rusak

Menurutnya, tersangka Ana kini diamanakan di Mapolres Aceh Singkil untuk proses lebih lanjut. Di tempat itu pula tersangka yang pertama ditangkap, Rahmat Manulang, meringkuk. Sebagaimana diberitakan sebelumnya, empat perempuan yang bermukim di Subulussalam diduga telah menjadi korban trafficking oleh tersangka Rahmat Manulang, juga penduduk setempat.

Wakapolres Aceh Singkil Kompol Boy Heriyanto mengatakan, empat perempuan yang diduga menjadi korban trafficking itu masing-masing Wid (16), Ram br M (19), Er (20), dan As (28), semuanya penduduk Subulussalam. Para korban, menurut polisi, dijual ke tempat lokalisasi PSK dan pusat hiburan malam di Sumut dengan tarif Rp 500 ribu hingga Rp 2 juta per orang.

Kasus perdagangan perempuan untuk pemuas nafsu pria itu terkuak setelah Polsek Simpang Kiri mendapat laporan dari seorang korban yang berhasil melarikan diri dari tempat lokalisasi PSK di Medan. Korban baru berani melapor saat sudah kembali ke kampungnya di Subulussalam.  Atas dasar laporan itulah aparat kepolisian bergerak untuk menciduk tersangka Rahmat Manulang di kediamannya, awal pekan ini. Penjelasan Rahmat Manulang akhirnya menjadi “rahmat” bagi polisi untuk mencokok Ana yang diduga telah memanfaatkan para perempuan korban trafficking itu sebagai wanita penghibur.

Sejumlah warga yang merasa kehilangan anak perempuannya dan diduga menjadi korban trafficking jaringan Rahmat telah mendatangi Polsek Simpang Kiri untuk membuat pengaduan. Sejauh ini, sudah empat perempuan di kota itu yang diduga menjadi korban trafficking di wilayah Sumut. Menurut polisi, tersangka Rahmat lebih dulu membujuk calon korbannya dengan iming-imingi pekerjaan pada sebuah rumah makan di Medan. Selain itu, ada pula di antara perempuan itu yang dia pacari lebih dulu, lalu dia bawa ke Medan. Sesampai di Medan justru dia serahkan kepada Ana.

Baca Juga :  Jelang PON 2012 - Tak Layak, Tim Bulu Tangkis Jatim Tolak Penginapan yang Disediakan

Para perempuan itu awalnya semua tergiur menerima ajakan Rahmat, karena sangat membutuhkan pekerjaan dan uang untuk membantu keluarganya yang dililit kemiskinan. (c39)

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 11 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*