Satu Keluarga Tewas di Kecelakaan Bus ALS

MEDAN–MICOM: Lebih kurang 14 penumpang bus Antar Lintas Sumatra (ALS) jurusan Medan- Bengkulu tewas, setelah bus masuk telaga berisi lumpur di jalan lintas Sumtra, Desa Aek Lotung, Kecamatan Sipirok, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara pukul 02.30 WIB, Minggu (26/6).

Berdasarkan informasi yang dikumpulkan, bus dengan nomor polisi BK 7088 DL itu, berangkat dari Medan pada Jumat (24/6). Namun sempat berhenti akibat remnya rusak, perjalanan kembali dilanjutkan pada pukul 01.00 WIB.

Tiba di jalan turunan yang rusak, Desa Aek Lotung, bus tidak bisa menanjak, yang menyebabkan bus mundur dan masuk ke dalam sebuah telaga yang berisi lumpur.

Sejumlah penumpang laki-laki sempat turun, sedangkan penumpang lainnya, yang sebagian besar anak-anak dan perempuan tidak turun karena sudah tertidur.

“Sopir sudah mengingatkan turun, namun yang turun hanya sebagian saja. Sedangkan penumpang yang tewas, tidak turun karena mereka tertidur. Penumpang yang tewas, karena tenggelam dalam lumpur yang dalam,” ujar AKP Widodo, Kepala Satuan Lantas Polres Tapsel kepada Media Indonesia.

Penumpang yang meninggal hingga Minggu (26/6) siang sudah dievakuasi, setelah petugas memecah kaca dan menarik bus dengan menggunakan mobil Derek. Semua penumpang tewas dibawa ke RS Sipirok.

Hal senada diungkapkan, salah seorang korban yang selama Supriadi mengatakan, dirinya sempat turun dari bus tersebut sebelum bus mundur dan masuk telaga. Namun penumpang yang tidur didalam bus tidak sempat menyelamatkan diri.

Baca Juga :  PLTS Terpusat Pintu Padang Diresmikan, Ratusan Tahun Terisolir, Baru Rasakan Penerangan

“Di antara penumpang yang tidak turun, ada satu keluarga yang semuanya tewas, kecuali kakeknya yang sempat turun,” katanya.

Sementara itu, sopir, Unggul, warga Lubuk Pakam dan kernetnya, Yudi, warga Medan melarikan diri.

“Kami masih melakukan pencarian terhadap sopir dan kernet yang kabur,” tuturnya.

Lalu lintas di kawasan itu juga sudah kembali lancar. (OL-12)

mediaindonesia.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*