SATUAN POLISI PAMONG PRAJA JARING 5 PSK DI PADANG LAWAS

Provost Satpol PP Fahri Amin, pada saat menunjukkan ke lima PSK yang terjaring Razia

Kesatuan Polisi Pamong Praja (Satpol  PP) Kabupaten Padang Lawas menjaring lima Pekerja Sek Komersil (PSK) dalam rajia Cipta Kondiri Ketertiban Umum yang digelar, Kamis (25/9).

Kelima PSK yang terjaring yakni berinisial DS (25) asal Kota Cane, RN (24) asal Lubuk Pakam,  JL (38) asal Pematang Siantar, MT (26) asal Medan Martubung  dan AY (39), berasal dari Semarang.  masing-masing terjaring dari lokasi berbeda

Saat dijumpai di Kantornya, Kepala Satpol PP Padang Lawas Drs. H. Akhmad Pohan menjelaskan, rajia dilakukan demi mewujudkan Padang Lawas Beriman dan Bercahaya.

Akhmad menambahkan, Pihak Satpol PP akan membuat berita acara penyerahan lima PSK yang terjaring ke DInas Sosial Padang Lawas, kemudian dikirimkan ke Brastagi untuk dilakukan Parwarsa (Pembinaan)

“kita akan membuat berita acara penyerahan ke Dinas Sosial untuk dikirim ke Brastagi agar dilakukan Pembinaan disana” Ujar Akhmad

tambahnya, sebelum dilakukan Razia, pihak Satpol PP sudah memberikan Surat himbauan bersama antara Pemerintah Padang Lawas, Unsur Muspika dan lainnya yang tidandatangani antara lain, Camat Barumun, MUI Kecamatan  Barumun, Lurah Pasar Sibuhuan,  Kepala KUA SIbuhuan, Danramil Barumun, Kapolsek Barumun, Kacabjari Sibuhuan dan MUI Padang Lawas yang isinya, kepada pemilik kafe, agar menutup kegiatan usahanya apabila berkaitan dengan PSK

Baca Juga :  Tapsel Persiapan Penerapan e-KTP - 176.886 Jiwa Wajib KTP di Tapsel

“himbauan ini guna mencegah Masyarakat Kecamatan Barumun dan Masyarakat Kabupaten Padang Lawas datang menghentikan usaha tersebut dengan cara kekerasan. Namu, pemilik Kafe tidak mengindahkan himbauan tersebut. Maka, kami harus menindaknya,” pungkasnya

Provost Satpol PP Padang Lawas, Fahri Amin menambahkan, bahwa kegiatan razia dilakukan secara acak untuk mengantisipasi bocornya informasi kepada pemilik kafe supaya hasil dari razia menjadi maksimal Edi

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 5 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*