SBY Perintahkan Pembersihan Kader Busuk

TEMPO.CO, Jakarta –  Ketua Dewan Pembina Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono dikabarkan memerintahkan para pendiri dan deklarator partai melakukan pembersihan terhadap para kader yang bermasalah.

“Kami semua diminta bersih-bersih. Saya, kalau terkena korupsi, secara gentleman saya akan mengundurkan diri,” kata Sekretaris Jenderal Forum Komunikasi Pendiri dan Deklarator Demokrat, Sutan Bhatoegana, di gedung DPR, Jakarta, Rabu, 8 Februari 2012.

Menurut Sutan, perintah itu disampaikan dalam pertemuan Yudhoyono dengan sembilan pendiri dan deklarator selama satu jam di kediaman Puri Cikeas pada Ahad, 5 Februari lalu.

Dalam pertemuan sejak pukul 15.00 WIB itu, Yudhoyono juga meminta Forum Komunikasi mengumpulkan para pendiri Demokrat yang bertebaran di daerah, khususnya yang pernah menjadi pengurus provinsi di Jawa. “Ini untuk mengembalikan tulang-tulang yang berserakan,” ujarnya menirukan Yudhoyono.

Itu sebabnya, Forum Komunikasi akan menggelar pertemuan dengan para mantan ketua dan sekretaris pengurus provinsi dari 31 provinsi pada akhir Februari dan Maret 2012.

Pertemuan Yudhoyono dengan sembilan pendiri Demokrat terjadi menjelang Dewan Pembina Partai Demokrat menyampaikan keterangan pers menanggapi penetapan Angelina Sondakh, Wakil Sekretaris Jenderal Demokrat, sebagai tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus suap proyek Wisma Atlet. Mereka adalah Ventje Rumangkang, Sutan Bathoegana, Irzan Tandjung, Tata Mustaqim, Denny Sultani, Rizald Max Rompas, Marcus Silano, Husen Abdul Azis, serta Reza Ali.

Baca Juga :  7.324 Narapidana Terima Remisi Natal

Sumber Tempo di Demokrat menuturkan, bisa saja pertemuan itu mengeluarkan rekomendasi untuk mengadakan kongres luar biasa guna menggusur Ketua Umum Anas Urbaningrum. Anas dinilai sebagai biang keladi kemerosotan citra partai selama delapan bulan hingga satu tahun belakangan ini lantaran dia diduga terlibat kasus suap proyek Wisma Atlet dan Stadion Hambalang.

Kekhawatiran para pendiri semakin bertambah ketika Wakil Sekretaris Jenderal Angelina Sondakh dijadikan tersangka oleh Komisi Pemberantasan Korupsi dalam kasus Wisma Atlet.

Ketua Forum Komunikasi, Ventje Rumangkang, menampik pertemuan itu untuk menggilas Anas. “Ini bukan untuk menurunkan Anas, tapi membantu partai dan pemerintah,” ujarnya setelah menemui Wakil Ketua Dewan Pembina Demokrat Marzuki Alie di gedung DPR, Jakarta, Selasa lalu. Marzuki juga menjabat sebagai Ketua DPR.

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 8 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*