SBY Tak Bisa Diharapkan Basmi Korupsi

Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Mallarangeng tidak bisa lepas tangan dari kasus suap yang menimpa anak buahnya, Wafid Muharram. Demikian juga dengan Bendahara Umum Partai Demokrat, Nazaruddin.

“Andi Mallarangeng tidak bisa lepas tangan. Demikian juga Nazaruddin tidak bisa lepas tanggung jawab. Karena itu (Rosa, broker dalam kasus suap) anak buah dia. Dia tidak perlu membantah. Semua orang sudah tahu. Rosa itu staf Bendahara Umum Partai Demokrat. Makanya dia harus bertanggung jawab,” kata pengamat politik Universitas Indonesia Iberamsyah kepada Rakyat Merdeka (grup sumutcyber) sesaat lalu (Kamis, 28/4).

Kasus suap dalam pembangunan wisma atlet di Palembang ini Gurubesar Ilmu Politik Universitas Indonesia ini menduga berkaitan dengan keinginan Partai Demokrat untuk mengumpulkan pundi-pundi sebagai persiapan pemilihan umum 2014 mendatang. Mumpung Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, Susilo Bambang Yudhoyono masih menjabat sebagai Presiden.

Iberamsyah memandang bukan kali ini saja kader Demokrat terkait dengan kasus korupsi dan suap. Dan SBY, menurutnya, tidak bisa diharapkan untuk menertibkannya. Karena SBY sendiri juga diduga menjalin hubungan baik dengan pengusaha-pengusaha yang diduga kerap melakukan pelanggaran hukum.

“Citra SBY sudah tidak ada, pemerintahan ini sudah tidak anti korupsi lagi. Coba lihat berapa banyak kader dan kepala daerah dari Partai Demokrat yang terjerat kasus korupsi. Terakhir itu calon bupati Nias yang diusung Demokrat, kan sudah ditangani KPK. Jadi tidak ada lagi citra SBY itu sebagai anti korupsi,” tandasnya.

Baca Juga :  Respon negatif kepada menteri dinilai terlalu dini

Nazaruddin sendiri kemarin membantah bahwa Rosa adalah stafnya di Bendahara Umum Partai Demokrat. [zul]

Sumber: sumutcyber.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.

Be the first to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*