Sebarkan Chek Palsu, Dua Orang Jakarta Dibekuk Polres Madina

PANYABUNGAN ( Berita ) : Sindikat penipuan modusbaru, dimana pelakunya orangJakarta menaburkan amplopberisi chek dan surat berhargamulai mencari korban di Mandailing Natal.

Namun, sebelum makan korban, dua orang anggota komplotan tersebut diringkus jajaran Polres Mandailing Natal. Kedua tersangka, Zul, 63,penduduk Kedoya Selatan Kel.Kedoya Kec. Kebun Jeruk, Jakarta Barat, dan terakhir bekerja sebagai sopir taxi, dan BH, 52, penduduk Jalan dr.Wahidin No. 7 Kel. Gandang Parat Kec. Padang Timur, Kota Padang.

Tidak tanggung-tanggung, isi chek yang diedarkan bernilai Rp 2,7 miliar setiap amplopnya, dengan jumlah amplop yang akan disebar 3000 amplop. Tujuannya untuk seluruh daerah di Provinsi Sumatera Utara. Kedua pelaku ditangkap aparat Polres Madina, Selasa(11/10) sekitar pukul 01:00 dikawasan Desa Sidojadi Kec.  Bukit Malintang, Kab. Mandailing Natal, saat personil sedang patroli.

Kapolres Madina AKBP Ahmad Fauzi Dalimunthe kepada wartawan, Rabu (12/10) mengatakan, penangkapan kedua anggota sindikat penipuan modus baru itu diketahui ketika petugas dari Satreskrim melakukan patroli malam, tepatnyadi Desa Mompang Kec. Panyabungan Utara.

Pada pertengahan malam itu, kata Ahmad Fauzi, petugas melihat mobil Toyota Avanza B 1214 EFC melaju dari arah kota Panyabungan menuju arahTapanuli Selatan. Secara tiba-tiba penumpang mobil yang melaju dengan pelan melemparkan sejumlah amplop kepinggir jalan lintas Sumatera itu.

Setelah diperiksa, ternyata berisisurat-surat penting bersamacek Bank Central Asia ( BCA) senilai Rp2,7 miliar. “Spontan anggota melakukan pengejaran dan sekitar 5 km, petugas menyetop mobil tersebut sekaligus memboyongnya ke Polres Madina.

Baca Juga :  SMA Negeri 1 & 2 Padangsidimpuan Favorit Siswa SMP

Ternyata, setelah diperiksa di dalam mobil Avanza itu ada tiga kardus berisikan amplop yang sama, bedanya hanya nomor kontak dan nama pemilik perusahaan, tapi pemilik perusahaan tetaporang yang sama dan kita khawatir masyarakat terkecoh dengan aksi itu,” ungkap Kapolres didampingi Kasat Reskrim AKPSM Siregar, SH.

Dikatakan, berdasarkan pengakuan kedua tersangka, 3000 amplop itu akan disebar ke seluruh wilayah di Sumut, kemudian mereka kembali ke Jakarta, karena tugas merekahanya menyebar amplop.

Dari hasil penyelidikan, Kasat Reskrim S. Siregar mengakui pihaknya telah melakukan ujicoba dengan menghubungi nomor telefon yang terlampir disurat tersebut. Ironisnya nomor itu merespon dengan baik dan memohon agar surat itu dikembalikan dan berjanji memberi imbalan Rp 25 juta, yang akan ditransfer melalui bank.

Untuk kepentingan penyelidikan, lanjut Kasat, pihaknya sengaja mengirimkan nomor rekening berisi tabungan Rp150 ribu, lalu menyuruh anggota ke ATM untuk memastikan apakah uang imbalan sudah masuk. “Kami terus turuti, setibanya di ATM Panyabungan kontak telefon terus aktif dan ternyata uang di ATM tidak bertambah.

Kemudian, dia menyuruh agar mengecek kembali nomor rekening dan si penerima telefon mengatakan isi saldonya minimal Rp 3 juta baru uang dimaksud bisa masuk rekening,”uajrnya. Kini, keduanya ditahandi Mapolres Madina. (WSP /a28)

beritasore.com

CATATAN : Artikel ini sudah dipublish sejak 9 tahun yang lalu. Informasi di dalamnya kemungkinan sudah tidak relavan dengan saat ini. Mohon dibaca dengan bijak, dengan melihat informasi terbaru/sumber-lain sebagai penyeimbang.
Baca Juga :  United Siapkan Dana untuk Ashley Young

1 Komentar

  1. Petugas Polri tersbt di atas wajar mendapat penghargaan, Masyarakat Sumut terselamatkan. bayangkan 2% aja kerespon udah berapa?……kerugian Mastarakat Sumut. Thanks Buat Pak Polisi Madina.

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*